Berdasarkan kabar yang muncul dari aljazaira, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah meluncurkan ide untuk membentuk Dewan Perdamaian (BoP) sebagai contoh alternatif dari Liga-PBB. Di mana ini akan mencakup negara-negara yang dianggap sebagai "kru tunggal" dalam menghadapi konflik, terutama di Gaza. Nantinya, aspek ini bertujuan untuk menyaingi Liga PBB dan memperkuat kekuasaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Mengenai hal ini, beberapa negara yang sudah memiliki hubungan baik dengan AS juga menyambut baik ide ini. Maka dari itu, beberapa negara tersebut telah diundang oleh Trump untuk bergabung dalam organisasi baru ini.
Salah satunya adalah Rusia dan Cina. Namun, kedua negara ini sejauh ini belum memberikan jawaban apakah akan menerima undangan atau tidak. Sementara itu, Israel yang merupakan salah satu musuh utama Palestina juga diundang. Menurut beberapa sumber, negara-negara ini sudah sepakat untuk bergabung dalam organisasi ini.
Negara-negara lain seperti Indonesia, India, dan Vietnam juga menyambut baik ide ini. Di mana hal ini dianggap sebagai kesempatan baru bagi negara-negara tersebut untuk berkontribusi lebih banyak dalam perdamaian dunia.
Sementara itu, Prancis dan Denmark menolak ikut bergabung dalam organisasi ini. Karena mengingat perbedaan pendapat dalam hal aspek ini, keduanya tidak ingin bergabung dalam lembaga yang dianggap sebagai alternatif Liga PBB.
Mengenai hal ini, beberapa negara yang sudah memiliki hubungan baik dengan AS juga menyambut baik ide ini. Maka dari itu, beberapa negara tersebut telah diundang oleh Trump untuk bergabung dalam organisasi baru ini.
Salah satunya adalah Rusia dan Cina. Namun, kedua negara ini sejauh ini belum memberikan jawaban apakah akan menerima undangan atau tidak. Sementara itu, Israel yang merupakan salah satu musuh utama Palestina juga diundang. Menurut beberapa sumber, negara-negara ini sudah sepakat untuk bergabung dalam organisasi ini.
Negara-negara lain seperti Indonesia, India, dan Vietnam juga menyambut baik ide ini. Di mana hal ini dianggap sebagai kesempatan baru bagi negara-negara tersebut untuk berkontribusi lebih banyak dalam perdamaian dunia.
Sementara itu, Prancis dan Denmark menolak ikut bergabung dalam organisasi ini. Karena mengingat perbedaan pendapat dalam hal aspek ini, keduanya tidak ingin bergabung dalam lembaga yang dianggap sebagai alternatif Liga PBB.