Trump Bakal Bisa Mencabut Kedaulatan Israel, Kalau Gaza Masuk ke Ciptaan Trump. Sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump direncanakan bakal mengresmikan lembaga yang sekarang bernama Dewan Perdamaian (BoP), banyak negara masih curiga akan tujuannya dan apa kewenangan ini baguannya?
Beberapa negara di antaranya sudah setuju bergabung, tetapi ada juga beberapa negara yang menolak karena kepentingan lembaga ini sangat mirip dengan PBB. Indonesia sendiri pun menjadi salah satu negara yang menerima undangan untuk bergabung.
"Para Menteri menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump," tulis Kementerian Luar Negeri RI.
Namun, kekhawatiran banyak negara mengenai lembaga ini masih ada. Meskipun tidak menyebut Gaza dalam visi dan misi Dewan Perdamaian, namun beberapa negara masih ingin meninjau ulang maksud dan tujuan sebenarnya dari lembaga baru ini.
Cina dan Rusia sejauh ini belum memberikan keputusan terkait ikut-tidaknya mereka dalam organisasi ini. Keduanya telah mengonfirmasi mendapatkan undangan dari Trump, namun kedua negara ini dilaporkan masih meninjaunya.
Ukraina yang jadi sekutu AS dalam perang melawan Rusia juga tak buru-buru menyetujui keikutsertaan mereka. Kendati mendapatkan undangan, kemungkinan ikutnya Rusia membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy masih ragu untuk bergabung.
Selain negara-negara tersebut, Australia belum pula menerima undangan Trump. Deputi PM Australia Richard Marles menyatakan pada Senin bahwa pihaknya masih ingin bicara dengan AS guna memahami maksud pembentukan dan keterlibatan Dewan Perdamaian ini.
Beberapa negara di antaranya sudah setuju bergabung, tetapi ada juga beberapa negara yang menolak karena kepentingan lembaga ini sangat mirip dengan PBB. Indonesia sendiri pun menjadi salah satu negara yang menerima undangan untuk bergabung.
"Para Menteri menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump," tulis Kementerian Luar Negeri RI.
Namun, kekhawatiran banyak negara mengenai lembaga ini masih ada. Meskipun tidak menyebut Gaza dalam visi dan misi Dewan Perdamaian, namun beberapa negara masih ingin meninjau ulang maksud dan tujuan sebenarnya dari lembaga baru ini.
Cina dan Rusia sejauh ini belum memberikan keputusan terkait ikut-tidaknya mereka dalam organisasi ini. Keduanya telah mengonfirmasi mendapatkan undangan dari Trump, namun kedua negara ini dilaporkan masih meninjaunya.
Ukraina yang jadi sekutu AS dalam perang melawan Rusia juga tak buru-buru menyetujui keikutsertaan mereka. Kendati mendapatkan undangan, kemungkinan ikutnya Rusia membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy masih ragu untuk bergabung.
Selain negara-negara tersebut, Australia belum pula menerima undangan Trump. Deputi PM Australia Richard Marles menyatakan pada Senin bahwa pihaknya masih ingin bicara dengan AS guna memahami maksud pembentukan dan keterlibatan Dewan Perdamaian ini.