Saan Mustopa, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, menjawab pertanyaan mengenai kemunculan Ormas Gerakan Rakyat yang bertugas mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden dalam Pemilu 2029. Saan memberikan respons diplomatik saat ditanya tentang peluang partainya untuk mengusung Anies dalam Pilpres 2029.
"Menurut saya, pembicaraan mengenai Pemilu 2029 masih terlalu dini, sehingga belum menjadi fokus kami," kata Saan. "Kita masih fokus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar program-program dan kebijakan strategis dan prioritas pemerintah bisa terus berjalan efektif."
Saan juga menekankan bahwa sekarang NasDem memilih fokus karena bagian dari pemerintahan Pak Prabowo. Ia menjelaskan, "NasDem membantu pemerintah agar program-program dan kebijakan strategis dan prioritas pemerintah ini bisa jalan. Jadi, NasDem fokus untuk membantu."
Di sisi lain, Saan mengatakan NasDem menghormati berdirinya Gerakan Rakyat sebagai partai politik dan menyebut hal tersebut sebagai hak setiap warga negara. "Ya, ucapan selamat lah ya pada Gerakan Rakyat sudah menjadi partai dan itu memang menjadi haknya warga negara ya untuk membuat partai dan sebagainya," tutur Saan.
Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menegaskan perubahan status dari ormas menjadi partai politik merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi Indonesia yang lebih adil dan makmur. "Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur, dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaAllah adalah Anies Rasyid Baswedan," ujar Sahrin dalam siaran pers melalui kanal YouTube Gerakan Rakyat.
Sahrin menjelaskan perjalanan Gerakan Rakyat yang telah dimulai sejak 2023 kini memasuki babak baru. Nama resmi yang disepakati untuk wadah perjuangan politik ini adalah Partai Gerakan Rakyat.
"Menurut saya, pembicaraan mengenai Pemilu 2029 masih terlalu dini, sehingga belum menjadi fokus kami," kata Saan. "Kita masih fokus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar program-program dan kebijakan strategis dan prioritas pemerintah bisa terus berjalan efektif."
Saan juga menekankan bahwa sekarang NasDem memilih fokus karena bagian dari pemerintahan Pak Prabowo. Ia menjelaskan, "NasDem membantu pemerintah agar program-program dan kebijakan strategis dan prioritas pemerintah ini bisa jalan. Jadi, NasDem fokus untuk membantu."
Di sisi lain, Saan mengatakan NasDem menghormati berdirinya Gerakan Rakyat sebagai partai politik dan menyebut hal tersebut sebagai hak setiap warga negara. "Ya, ucapan selamat lah ya pada Gerakan Rakyat sudah menjadi partai dan itu memang menjadi haknya warga negara ya untuk membuat partai dan sebagainya," tutur Saan.
Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menegaskan perubahan status dari ormas menjadi partai politik merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi Indonesia yang lebih adil dan makmur. "Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur, dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaAllah adalah Anies Rasyid Baswedan," ujar Sahrin dalam siaran pers melalui kanal YouTube Gerakan Rakyat.
Sahrin menjelaskan perjalanan Gerakan Rakyat yang telah dimulai sejak 2023 kini memasuki babak baru. Nama resmi yang disepakati untuk wadah perjuangan politik ini adalah Partai Gerakan Rakyat.