Kesibukan Mendiang Jeffrey Epstein Terhadap Vladimir Putin Menjadi Faktor Penarik, Meski Tidak Dikenal Jelas
Berkas Epstein Files yang mengungkap rahasia hubungan internasional Mendiang Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual sekaligus pengusaha keuangan, ternyata sangat terobsesi untuk menjalin kontak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS, nama Putin tercatat muncul hingga 1.005 kali.
Sesuai dengan laporan Viva, Epstein berupaya menjadi jembatan antara Barat dan Kremlin, menawarkan diri untuk menjelaskan dinamika politik Amerika Serikat khususnya kebangkitan Donald Trump sekaligus berjanji membantu membuka aliran investasi Barat ke Federasi Rusia. Ia juga memperkuat posisinya dengan mengatakan kepada Putin bahwa mereka dekat dan bahwa Epstein merupakan penasihat pendiri Microsoft, Bill Gates.
Namun, catatan yang ada dalam dokumen tersebut tidak memberikan bukti pasti bahwa pertemuan tatap muka antara Epstein dan Putin benar-benar pernah terjadi. Dalam emailnya kepada mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, Epstein menulis bahwa Thorbjรธrn Jagland yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Eropa dijadwalkan bertemu Putin di Sochi dan menanyakan apakah ia bisa ikut bertemu untuk menjelaskan bagaimana Rusia dapat menyusun kesepakatan guna mendorong investasi Barat.
Meski upaya lanjutan Epstein untuk menjadwalkan pertemuan pada 2014 dan 2018 tidak memberikan bukti pasti, namun menunjukkan bahwa ia sangat terobsesi dengan menjalin kontak dengan Presiden Putin. Dengan demikian, dugaan adanya hubungan 'intelijen' antara Epstein dan Rusia kembali memicu sorotan tajam terhadap dugaan kedekatannya dengan Moskow.
Berkas Epstein Files yang mengungkap rahasia hubungan internasional Mendiang Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual sekaligus pengusaha keuangan, ternyata sangat terobsesi untuk menjalin kontak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS, nama Putin tercatat muncul hingga 1.005 kali.
Sesuai dengan laporan Viva, Epstein berupaya menjadi jembatan antara Barat dan Kremlin, menawarkan diri untuk menjelaskan dinamika politik Amerika Serikat khususnya kebangkitan Donald Trump sekaligus berjanji membantu membuka aliran investasi Barat ke Federasi Rusia. Ia juga memperkuat posisinya dengan mengatakan kepada Putin bahwa mereka dekat dan bahwa Epstein merupakan penasihat pendiri Microsoft, Bill Gates.
Namun, catatan yang ada dalam dokumen tersebut tidak memberikan bukti pasti bahwa pertemuan tatap muka antara Epstein dan Putin benar-benar pernah terjadi. Dalam emailnya kepada mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, Epstein menulis bahwa Thorbjรธrn Jagland yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Eropa dijadwalkan bertemu Putin di Sochi dan menanyakan apakah ia bisa ikut bertemu untuk menjelaskan bagaimana Rusia dapat menyusun kesepakatan guna mendorong investasi Barat.
Meski upaya lanjutan Epstein untuk menjadwalkan pertemuan pada 2014 dan 2018 tidak memberikan bukti pasti, namun menunjukkan bahwa ia sangat terobsesi dengan menjalin kontak dengan Presiden Putin. Dengan demikian, dugaan adanya hubungan 'intelijen' antara Epstein dan Rusia kembali memicu sorotan tajam terhadap dugaan kedekatannya dengan Moskow.