Nadiem Singgung Kebijakan Pengadaan Tablet di Era Muhadjir

Makasih banget sih atas kabar kalau Presiden Jokowi benar-benar tidak setuju dengan kata-kata Muhadjir Effendy tentang pengadaan Chromebook 🤔. Saya pikir itu bukan tentang politis, tapi tentang kepentingan anak-anak bangsa Indonesia aja. Siapa sih yang ingin anak-anak kita tetap kalah di bidang teknologi dengan negara-negara lain? 😊

Gimana kalau kita fokus pada hal positif ya? Kita bisa jadi contoh bagi negara-negara lain bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi yang berkualitas. Saya senang banget kalau Presiden Jokowi bisa melindungi kepentingan anak-anak bangsaku seperti itu 🙏.

Tapi, aku rasa masih ada hal lain yang perlu dipikirkan ya... Seperti bagaimana kita bisa membuat Chromebook tersebut secara lokal dan tidak terlalu bergantung pada impor dari luar negeri. Kita bisa bikin lebih banyak pabrik di Indonesia aja! 💪
 
Saya pikir kalau nanti pengguna sekolah pasti nggak mau beli komputer sendiri, kayak gini chromebook sih mahal banget dan perlu dibilang. Makarim udah bilang sapaan Muhadjir, tapi apa ada yang benar ya? Saya bayangkan kalau nanti semua sekolah terpaksa menerima akses chromebook, tentu bakal membuat semuanya sulit. Saya rasa pengguna sekolah lebih nyaman jika bisa memilih sendiri komputer atau perangkat yang diinginkan.

Saya juga khawatir kalau pengadaan chromebook ini tidak akan membantu siswa secara total. Tapi mungkin saja ini salah strategi, dan kita harus melihat dari sudut pandang apakah ini bisa menyelesaikan masalah akses pendidikan yang ada sekarang. Saya harap Makarim udah baca ulur pungkasannya sebelum memutuskan.
 
🤔 aku penasaran apa yang bikin Muhadjir Effendy bilang hal yang salah dulu kayaknya. sekarang dia buat terbalik, kayak bule beli Chromebook sih... 🤑 tapi aku pikir sih pengadaan Chromebook itu udah done, sampe paling 2 tahun lalu aja. apalagi kalau govt sudah setuju dulu, kayaknya harus dijalankan. tapi aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik layar... 🤷‍♂️ mungkin ada yang ngeluarin kejutan lagi? aku harap Muhadjir Effendy bisa memberikan klarifikasi lebih jelas, biar kita bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi.
 
Kamu nggak percaya kan kalau beliau nadiem itu sengaja bikin keributan sih, kayaknya nih buat jaganan ya. MuhajirEffy aja sengaja bilang bahwa pengadaan chromebook di sekolah itu tidak pasti, tapi Nadiem Malah ngeluarin kalimat yang capek, seperti "itu bukan keputusan kami". Kenapa aku pikir demikian? Karena beliau tahu kalau Chromebook itu penting banget untuk pendidikan digital masa depan kita 🤔. Jika nadiem malah membatalkan aja, kayaknya biaya yang keluar dari anggaran sekolah itu justru makin besar dan itu akan menimpa banyak korban ya 😬. Aku pikir Nadiem Malah harus berbicara lebih terbuka dan jujur, bukan ngeluarin kalimat yang capek kayaknya 🤷‍♂️.
 
Aku pikir kira-kira kabar ini benar-benar penting buat sekolah-sekolah di Indonesia. Karena nanti sekolah bisa mendapatkan komputer baru yang lebih canggih seperti chromebook, itu akan sangat membantu anak-anak kita dalam belajar di masa depan. Aku senang sekali karena pemerintah telah memutuskan untuk memberikan pengadaan komputer baru ini.

Aku pikir Makarim benar-benar tidak perlu khawatir tentang hal ini. Karena sekarang kita sudah punya program yang cukup baik untuk mendistribusikan akses internet dan pendidikan kepada anak-anak di Indonesia. Jadi, aku rasa sekolah-sekolah tidak perlu khawatir tentang biaya untuk membeli komputer sendiri.

Aku harap pemerintah dapat terus mendukung program-program pendidikan yang baik ini. Dan juga harap semua orang tua dan guru di Indonesia dapat bekerja sama untuk membantu anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang lebih baik di masa depan 💻📚
 
Hak cipta siapa nih? Makarim ini memang kayaknya udah terlalu banyak jodoh. Muhadjir Effendy ya nge tweet tentang pengadaan chromebook di sekolah, tapi gini kalau Makarim melarangnya itu apa? Apakah dia bilang bahwa anak-anak Indonesia tidak bisa belajar dengan laptop?

Aku pikir ini hanya cara Makarim untuk menghindari kontroversi. Ia cuma ingin nggak dipaksa bicara tentang isu lain yang lebih serius, jadi ia langsung melarangnya. Tapi siapa nanti yang benar? Muhadjir Effendy atau Makarim?

Dan yang paling berkesan lagi, ini semua ngajadikannya untuk mendorong penjualan chromebook yang lebih banyak. Siapa bilang kalau anak-anak Indonesia tidak bisa belajar dengan laptop? Kalau begitu, tolong lah mereka dulu dengan memberikan akses internet dan komputer. Tapi aku rasa Makarim ini hanya ingin memperoleh uang dari penjualan chromebook.

Aku cuma berpikir bahwa Makarim ini kurang bijak dalam menghadapi masalah. Ia harus lebih bijaksana dalam membuat keputusan yang tidak akan mengecewakan para warga.
 
Saya kayaknya jatuh kena dengan kalau Nadiem Makarim itu bilang dia tidak setuju dengan pernyataan Muhadjir Effendy soal pengadaan chromebook. Saya pikir itu karena Nadiem itu masih mantap dengan keputusannya itu, dia tidak mau berubah atau terbuka untuk pendapat orang lain. Tapi, yang penting adalah pengadaan chromebook itu bisa membantu siswa-siswi di Indonesia, terutama di daerah-daerah pedesaan yang kurang akses teknologi. Saya rasa kalau kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan, kita harus bersedia berinovasi dan mencoba hal-hal baru. Jadi, saya tidak setuju dengan Nadiem yang bilang dia tidak mendukung pernyataan Muhadjir Effendy 😐.

Saya ingat kalau ada beberapa orang kritikus pendidikan yang bilang system pendidikan kita masih banyak kesalahan, mulai dari kurangnya fasilitas, kurangnya sumber daya, dan kurangnya komitmen dari pihak sekolah. Jadi, jika pengadaan chromebook bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan, saya rasa itu wajar banget 😊.
 
Kalau mau tahu benar-benar tentang pengadaan chromebook itu, saya pikir tidak perlu diadakan debat yang banyak. Mungkin karena kalau kamu beli chromebook itu, kamu akan puas dan tidak lagi nge-debate. Tapi apa ya, kalau Muhadjir Effendy bilang itu ada korupsi, toh saya setuju aja. Kalau memang ada, maka harus diadakan pengecekan yang serius dan jangan biarkan terus terjadi. Saya pikir pemerintah sudah cukup banyak mengelabui kita semua dengan pernyataan yang tidak jelas. Tapi sayangnya, masih banyak orang yang tidak percaya kebenaran itu. Saya rasa kalau ingin benar-benar memberi jawaban atas pengadaan chromebook, pemerintah harus buka bukti dan tidak lagi menyembunyikan hal-hal yang tidak baik. Jadi, saya harap bisa dilihat pengecekan yang serius tentang pengadaan itu, biar kita semua bisa berpihak kebenaran 💯
 
Maksud apa sih kalau pemerintah membeli chromebook? Bagus aja kalo ngeluarin biaya pendidikan buat anak-anak. Tapi, aku pikir apa yang salah dengan laptop biasa? Kenapa harus chromebook? Udah ada laptop Yamaha dan HP juga bisa dipakai ngajar kan? Aku malas banget membeli laptop baru lagi. Apakah chromebook benar-benar lebih bagus daripada laptop biasa? Tapi, aku tidak terlalu paham tentang teknologi, apa yang aku tahu hanyalah chromebook itu bisa digunakan untuk internet dan apa-apa lagi?

Aku ingat sekali sih kenapa chromebook dipilih, karena harga murah kan? Tapi, mau ngeluarin biaya pendidikan lebih mahal lagi. Aku rasa pemerintah harus mempertimbangkan lebih baik tentang prioritasnya, apakah mereka benar-benar yakin bahwa chromebook dapat membantu anak-anak belajar lebih baik? Aku masih ragu-ragu tentang hal ini...
 
Makasih ya, ternyata Nadiem Makarim jujur lagi. Kalau Muhadjir Effendy bilang ada kontrak tertulis, tapi ternyata tidak ada, itu lumayan bikin kerumunan ya. Saya pikir kalau gini jangan terjadi lagi, minimal di luar negeri atau kancah internasional.

Tapi, apa yang paling penting adalah prosesnya bagaimana bisa seperti ini? Apakah ada kesalahan dalam pengadaan itu sendiri? Atau mungkin ada masalah komunikasi antara departemen yang bertanggung jawab? Saya rasa perlu dilakukan analisis lebih lanjut, apa yang salah dengan sistem pengadaan di Indonesia. Ternyata banyak hal yang bisa jadi kesalahan sederhana yang tidak terdeteksi oleh petugasnya.

Saya harap kerja sama antara departemen dan pemerintah menjadi lebih baik, agar seperti ini tidak terjadi lagi dan proyek-proyek penting bisa berjalan dengan lancar.
 
aku kira pernyataan Muhadjir Effendy tentang pengadaan Chromebook itu kayaknya terlalu serius, nggak usah memikirkan halusinasi ya... aku rasa kalau giliran dia ikut komentari aja, bukan pihak Nadiem Makarim yang harus dibantah. tapi kamu tahu siapa yang benar-benar salah? itu adalah Bapak Golkar sendiri yang selalu kalah dalam perebutan kekuasaan di DPD, nggak peduli aja. aku rasa kalau kita fokus pada isu yang sebenarnya perlu dipecahkan, seperti masalah pendidikan dan penanganan pandemi, aja sih... tapi toh aku juga suka dengan tagar #Chromebook, kayaknya bisa membantu anak-anak di desa-desa kecil untuk belajar di era digital ya 💻📚
 
kembali
Top