Nadiem, mantan mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat menjelaskan mengenai pengadaan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) di era Muhadjir Effendy. Dia membandingkan proses pengadaan TIK di eranya sebagai menteri dengan di era Muhadjir.
Saat Nadiem masih menjabat sebagai mendikbud pada tahun 2019, dia menganggarkan pengadaan TIK sebesar Rp1,68 triliun. Sehingga saat Nadiem menjadi menteri, dia mengurangi pengadaan tersebut menjadi Rp763 miliar pada tahun 2020. Kondisi ini juga berlanjut hingga 2022 dengan anggaran TIK yang masih lebih rendah yaitu Rp1,567 triliun.
Nadiem sendiri menyatakan bahwa dia selalu menganggarkan pengadaan TIK lebih rendah dibandingkan nominal tersebut. Dia membandingkannya saat Muhadjir menjadi menteri pada tahun 2019.
Selain itu, Nadiem juga menjelaskan perbedaan antara Chromebook dan tablet Android. Dia bertanya kepada Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud 2017-2022, Gogot Suharwoto tentang kebijakan pengadaan 1,5 juta tablet di era Muhadjir.
Nadiem juga bertanya mengenai perangkat lunak dasar atau OS yang digunakan seluruh tablet tersebut. Gogot kemudian menyebut bahwa 1,5 juta tablet tersebut menggunakan Android.
Saat Nadiem masih menjabat sebagai mendikbud pada tahun 2019, dia menganggarkan pengadaan TIK sebesar Rp1,68 triliun. Sehingga saat Nadiem menjadi menteri, dia mengurangi pengadaan tersebut menjadi Rp763 miliar pada tahun 2020. Kondisi ini juga berlanjut hingga 2022 dengan anggaran TIK yang masih lebih rendah yaitu Rp1,567 triliun.
Nadiem sendiri menyatakan bahwa dia selalu menganggarkan pengadaan TIK lebih rendah dibandingkan nominal tersebut. Dia membandingkannya saat Muhadjir menjadi menteri pada tahun 2019.
Selain itu, Nadiem juga menjelaskan perbedaan antara Chromebook dan tablet Android. Dia bertanya kepada Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud 2017-2022, Gogot Suharwoto tentang kebijakan pengadaan 1,5 juta tablet di era Muhadjir.
Nadiem juga bertanya mengenai perangkat lunak dasar atau OS yang digunakan seluruh tablet tersebut. Gogot kemudian menyebut bahwa 1,5 juta tablet tersebut menggunakan Android.