Nadiem Makarim Bantah Pertemuan Tertutup dengan Google: Narasinya Seolah Pemufakatan Jahat

Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook ternyata tidak terkait dengan tudingan adanya pertemuan tertutup dan pemufakatan jahat dengan Google. Nadiem Anwar Makarim, terdakwa dalam kasus tersebut, membantah tuduhan tersebut.

Ia menegaskan bahwa semua pertemuan dilakukan secara terbuka dan tercatat, bahkan melibatkan banyak pihak. "Pertemuan dengan Google yang terbuka dicatat secara formal dengan berbagai pihak itu dibilang seolah-olah seperti ada pertemuan atau mufakat yang jahat padahal itu transparan dan terbuka," kata Nadiem kepada wartawan.

Ternyata, pertemuannya dengan Google di tahun 2020 hanya terjadi dua hingga tiga kali. Bahkan, Nadiem mengaku lebih sering bertemu kompetitor Google. Dalam tahun yang sama, Nadiem menyebut bertemu Microsoft sebanyak empat kali dan Apple dua kali.

"Jadinya ini adalah suatu narasi yang seolah-olah saya bertemu itu sesuatu hal yang jahat padahal saya lebih banyak ketemu Microsoft daripada Google," sambung dia. Sementara itu, soal pemilihan Chrome OS, Nadiem menegaskan kebijakan itu diambil dengan pertimbangan panjang. Menurutnya, Chrome OS lebih murah dibanding Windows.

Dia menjelaskan, lisensi Chrome OS hanya sekitar USD 30 per laptop untuk seumur hidup. Sementara lisensi Windows minimal USD 50. Sehingga penggunaan Chrome OS dinilai tetap lebih hemat. "Jadi bagaimanapun Chrome OS kebijakan itu menghemat anggaran yang sangat besar," ucap dia.
 
Gue pikir kasus korupsi itu memang menarik, tapi sekarang gue pikir tidak ada yang salah sama sekali dengan Nadiem 😅. Tapi, lalu gue pikir siapa yang salah nih? 🤔 Kalau kita lihat, pertemuan dengan Google itu memang terbuka dan ada catatan, tapi kalau kita bandingkan dengan kompetitor lain seperti Microsoft dan Apple, ternyata Nadiem lebih sering bertemu dengan mereka daripada Google 😂. Dan gue pikir siapa yang salah nih? 🙄 Sementara itu, gue pikir Chrome OS itu sebenarnya bukan main mahal untuk lisensinya, tapi kalau kita lihat dari segi harga laptop sendiri, gue pikir itu bisa menjadi pertimbangan 👀. Tapi, lalu gue pikir siapa yang benar nih? 😂
 
Maaf, aku pikir kalau ini sama sekali tidak terkait dengan korupsi lho... 🤔 Pertemuan dengen Google bukanlah korupsi, tapi lebih seperti... pertemuan bisnis ya? 📈 Nadiem jelas-jelas tidak melakukan apa-apa yang salah. Ia hanya berbicara tentang kebijakan Chrome OS dan bagaimana itu bisa menghemat anggaran yang besar. Tapi apa itu arti dari itu semua? Mungkin kita harus pertimbangkan kalau korupsi bukanlah sekedar tentang uang, tapi juga tentang informasi dan kesalahpahaman. 😊
 
Umm, siapa bilang nanti korupsi deh? Kalau nggak bener, toh Nadiem udah banyak bertemu kompetitor Google, apa lagi? 😂 Udah 4 kali dengan Microsoft dan 2 kali dengan Apple, eh bisa dikatakan ada pemufakatan jahat dengar? 🤣 Dan kalau Chrome OS lebih murah, kayaknya tidak ada masalah sama sekali, kan? 💸 Maksudnya, Nadiem udah bilang sebenarnya apa yang terjadi, tapi siapa tahu gak ada yang mau mendengar, ya? 😒
 
Maksudnya siapa nih yang kalah ini? 🤔 Ternyata Nadiem tidak membohongi kita, tapi apa yang jelas adalah ada orang yang berniat menjebaknya dari belakang. Saya pikir Google dan Microsoft malah yang harus dibicarakan di sini, karena mereka siapa nih yang membuat Chrome OS dan Windows itu... 🤷‍♂️ Dan lisensi Chrome OS cuma USD 30 aja, tapi kita masih takut dibilang membohongi kita karena Nadiem terdakwa? Biarlah kita lihat siapa yang benar-benar ingin memberikan informasi yang jujur. Saya suka Nadiem yang ini, dia berani melawan para penipu itu... 💪
 
Pernah pikir, kalau di Indonesia punya budget sekali untuk membeli laptop dan Google tidak mau jual Chrome OS kepada mereka? Mungkin ini salah satu alasan mengapa Nadiem harus bertemu dengan Google lebih dari sekali. Dan kalau tidak ada hubungan baik dengan Google, apa yang pasti, adalah Microsoft dan Apple akan lebih suka kerja sama dengannya karena di Indonesia punya budget untuk membeli Windows dan macOS. Tapi kita harus ingat, ini bukan hanya tentang perusahaan tapi juga tentang pemerintah di Indonesia. Apa tujuan dari Chrome OS itu? Maksudnya adalah bagaimana teknologi bisa membantu pemerintah dan rakyat di Indonesia.
 
Hmm, kayaknya kasus ini terlalu panas dan tidak perlu begitu serius lagi. Nadiem memang tidak melakukan apa-apa yang salah, tapi sih ada tudingan tertutup yang bikin gugup aja. Dan soal Chrome OS, benar-benar Google memilih lisensi yang lebih murah, jadi gak bisa disebut korupsi kok 🤔. Nadiem sengaja memilih Chrome OS karena itu lebih hemat, bukan karena ada konflik dengan Google. Mungkin kasus ini perlu lebih banyak klarin dan transparan aja, biar semua orang paham sebenarnya apa yang terjadi 💡
 
kembali
Top