Nadiem Bantah Investasi Google sebagai Suap di Kasus Chromebook

Dakwaan korupsi terhadap Menteri Pendidikan Ristek Nadiem Anwar Makarim yang terkait proyek Chromebook akhirnya tumbun. Ternyata, jaksa tidak memiliki bukti yang cukup untuk menghubungkan dana investasi Google dengan suap. Menurut Nadiem, dana tersebut masuk bertahun-tahun sebelum ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan Ristek.

Nadiem berpendapat bahwa dakwaan jaksa adalah "kampungan kebenci'an" yang mencampuradukkan fakta-fakta tanpa memperhatikan korelasi dan lini masa yang jelas. Ia menegaskan bahwa Google hanya salah satu dari banyak raksasa dunia yang berinvestasi di GoTo, bukan investor tunggal yang paling diuntungkan.

Menurut Nadiem, dana investasi Google yang masuk pada periode 2020-2022 adalah hak prerogatif perusahaan untuk melakukan "top up" dan menghindari dilusi yang disebabkan oleh banyaknya investor lain. Sisanya Rp 600 miliar adalah keuntungan dari lisensi Chrome Device Management (CDM) yang sangat rendah dibandingkan dengan investasi Google.

Nadiem juga menyoroti bahwa Google tidak dapat melakukan "balas budi" dengan menyuntik dana investasi hampir 6 kali lipat dari total pendapatan yang mereka terima dari proyek ini. Ia menyimpulkan bahwa jaksa hanya mencoba mencampuradukkan fakta-fakta tanpa melihat korelasi dan lini masa yang jelas.

Kuasa Hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, juga menyatakan bahwa investasi Google ke PT AKAB adalah skema bisnis biasa dan tidak memiliki kaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.
 
πŸ€” Oke, nih threadnya jadi kayak apa? Jaksa tiba-tiba nendang Menteri Nadiem dengan dakwaan korupsi, tapi ternyata gak ada bukti yang cukup untuk nggabungkan dana investasi Google dengan suap. πŸ€‘ Nadiem bilang jaksa hanya mencampuradukkan fakta-fakta tanpa nonton korelasi dan lini masa yang jelas, kayaknya jaksa kehilangan fokus. πŸ™„

Nadiem juga bilang bahwa dana investasi Google adalah hak prerogatif perusahaan untuk melakukan top up, bukan investor tunggal yang paling diuntungkan. Sisanya Rp 600 miliar dari lisensi Chrome Device Management yang sangat rendah dibandingkan dengan investasi Google. πŸ“ˆ

Aku rasa Nadiem bilang halnya benar, tapi aku juga pikir ada sesuatu yang kurang jelas dalam kasus ini. Seperti apakah Google benar-benar tidak melakukan balas budi dengan menyuntik dana hampir 6 kali lipat dari total pendapatan? πŸ€‘ Tapi aku juga tahu bahwa Nadiem dan Ari Yusuf Amir bilang itu tidak ada kaitan dengan kasus dugaan korupsi. πŸ€”
 
🀯 gue pikir jaksa sapa-siapa yang lagi jual pikiran kayak gitu? siap punya bukti tapi rasanya tidak ada, dan sekarang lagi bilang dakwaan itu "kampungan kebenci'an" πŸ™„. Nadiem nggak salah, jaksa itu kayaknya cari cara untuk meminta duit dari siapa sifatnya. dana investasi google yang masuk sebelum ia menjabat sebagai menteri itu bukan hak prerogatif perusahaan, tapi karena ada banyak investor lain, gue rasa jaksa itu lagi cari cara untuk mengganti waktu dengan cara "top up" πŸ•°οΈ. dan apa lagi sih keuntungan dari lisensi cdm yang hanya Rp 600 miliar? kayaknya jaksa itu nggak pernah lihat akun niaga, gue rasa ada sesuatu yang tidak beres di sini πŸ€‘.
 
😀 Gak ada bukti yang cukup ya? Jaksa hanya mencoba membuang-buang waktu dengan memberitahu kita kalau mereka punya 'bukti' tapi ternyata gak ada. πŸ™„ Nadiem benar banget, jaksa hanya mencampuradukkan fakta-fakta tanpa memperhatikan korelasi dan lini masa yang jelas. Mereka seperti mau memaksa orang untuk tertipu dengan kata-kata yang tidak memiliki makna. πŸ™„ Dan kan Nadiem juga bilang kalau Google hanya salah satu dari banyak raksasa dunia yang berinvestasi di GoTo, bukan investor tunggal yang paling diuntungkan. Gak ada yang mengatakan bahwa mereka melakukan korupsi, tapi mereka hanya melakukan bisnis yang normal dan sah. πŸ€‘ Dan lagi, Nadiem bilang kalau Google tidak dapat melakukan "balas budi" dengan menyuntik dana investasi hampir 6 kali lipat dari total pendapatan yang mereka terima dari proyek ini. Maksudnya gak ada balasan yang tepat karena ada banyak investor lain juga. πŸ€·β€β™‚οΈ Dan yang paling penting, kuasa Hukum Nadiem bilang kalau investasi Google ke PT AKAB adalah skema bisnis biasa dan tidak memiliki kaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook. πŸ‘
 
kira-kira aja, saya suka makan nasi goreng dari warung di jalan, rasanya enak banget 🍜... tapi kalau lihat news ini, si Nadiem apa-apa kejutan? kayaknya dia benar-benar tidak melakukan korupsi, tapi jaksa malah tidak memiliki bukti yang cukup? kayaknya itu cerita film aja, "koruptor" bisa saja jujur... tapi apakah itu masuk akal? πŸ€”
 
Gue pikir jaksa kayaknya harus tahu lebih dulu siapa yang benar atau salah ya... tapi kalau benar-benar tidak ada bukti, maka gue setuju sama Nadiem nggak bisa dibawa tindak tangan karena korupsi. Tapi, gue masih curiga kayaknya... apa punya kaitan antara Google dan GoTo? Gue rasa ada sesuatu yang tidak beres di sini, tapi aku sendiri juga salah mengartikan fakta-fakta itu... gue pikir Nadiem kayaknya terlalu cepat untuk menolak dakwaan jaksa, tapi setuju dengan dia bahwa ada banyak hal yang tidak jelas di sini. Sampai-sampai gue malah ingin melihat laporan investasi Google lebih dekat...
 
Aku pikir jaksa malah yang salah nih... Nadiem benar-benar tidak melakukan apa-apa yang salah... Proyek Chromebook itu bagus banget untuk pendidikan di Indonesia, dan Google investasinya tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi... Aku yakin kalau Nadiem tidak ada tindakan korupsi, maka jaksa justru yang harus bersalah... πŸ™„πŸ‘Ž
 
aku pikir jaksa sebenarnya malu-maluan kalau bukti mereka nggak cukup sih, kayaknya harus nyoba lagi ya? nadiem anwar makarim jelas jujur dan tidak mau kalah dengan jaksa, tapi aku rasa nadiem benar-benar nggak melakukan apa-apa yang salah. dan google juga jangan dipaksa untuk balas budi dengan menyuntik dana investasi hampir 6 kali lipat dari total pendapatan yang mereka terima, itu kayaknya tidak adil sih πŸ€”πŸ’Έ
 
Makasih ya jaksa kan bilang kalau terlalu banyak faktor yang bikin kasusnya tidak jelas... tapi si Nadiem jawa banget, dia nggak bisa dijadikan target aja... tapi aku pikir gini, kalau Google saja investasi Rp 6 triliun padan dengan Rp 600 miliar keuntungan dari Chrome Device Management, itu kayak ngelamun ya... tapi si Nadiem bilang benar-benar, ada banyak investor lain yang masuk dan berbagi biaya yang sama, jadi gak ada satu investor tunggal aja yang paling diuntungkan... dan lagi-lagi, Google tidak bisa "balas budi" dengan menyuntik dana hampir 6 kali lipat dari pendapatan yang mereka terima... itu kayak ngelanggar hukum ya...
 
Gue pikir jaksa justru lupa bukti deh... siapa yang tau dana investasi Google itu masuk sebelum Nadiem jadi Menteri, tapi tidak ada bukti apa-apa... tapi aku pikir Nadiem benar, jaksa hanya mencampuradukkan fakta-fakta tanpa nalar... dan gue juga rasa Nadiem tidak harus khawatir karena ini hanyalah proyek bisnis normal aja... kalo ada yang merasa tidak adil, kalau jaksa bisa memberikan bukti nyata ya... tapi sekarang gue cuma berbagi pendapatnya aja 😊
 
hahaha... kira2 siapa yang benar si Nadiem πŸ˜‚. tapi tolong dibaca lagi ya, ada kabar kecil yang kurang kita tahu tentang investasi Google itu, misalnya siapa tujuannya si Google untuk menginvestasikan dana 6 kali lipat dari pendapatan proyek ini πŸ€‘. kalo dugaan korupsi tidak benar, kenapa jaksa harus tega saja membombus kasus ini tanpa bukti yang cukup? saya suka Nadiem yang jujur dan berani menentang jaksa, tapi kita harus tetap waspada dan lihat kebenaran di balik semuanya πŸ€”.
 
Aku pikir jaksa terlalu cepat mau menyeret Nadiem. Aku rasa mereka hanya ingin mengalih perhatian dari proyek Chromebook itu sendiri. Maksudnya, kalau mereka tidak bisa buktikan korupsi, maka kita harus kembali ke awal dan mempertanyakan semua yang telah dilakukan oleh pemerintah tentang proyek ini πŸ€”

Aku juga penasaran, mengapa Google hanya menjadi fokus dari jaksa? Jika ada yang salah, kemudian buktikan saja. Tapi jika tidak, maka kita harus lebih teliti dan tidak terburu-buru menyerang orang yang telah melakukan banyak hal baik untuk pendidikan di Indonesia πŸ™

Dan aku rasa Nadiem benar-benar tepat ketika ia mengatakan bahwa Google hanya salah satu dari banyak investor yang berpartisipasi dalam proyek ini. Jangan sampai kita membuat semuanya menjadi korupsi karena kekurangan bukti πŸ’Έ
 
Maksudnya, jaksa gak punya bukti yang jelas sih... Dana investasi Google masuk sebelum Nadiem jadi Menteri Pendidikan Ristek, tapi tidak ada hubungan sama sekali dengannya. Buah buahan dari proyek Chromebook itu bisa digunakan oleh siapa saja, gak hanya Google aja πŸ€”. Nadiem sabarnya, dia bilang bahwa dakwaan jaksa seperti "kampungan kebenci'an" yang mencampuradukkan fakta-fakta tanpa memperhatikan korelasi dan lini masa yang jelas. Aku setuju dengan Nadiem, gak perlu banyak spekulasi, kita harus fokus pada bukti-bukti yang sebenarnya 🀝.
 
aku pikir nadiem benar banget ari, dana investasi google itu tidak ada hubungannya langsung sama sekali dengan korupsi, tapi jaksa malah mencampur adukkan fakta-fakta seperti giliran siapa yang salah di sini πŸ™„. kalau kita lihat dari perspektif bisnis, skema investasi itu sebenarnya normal dan tidak ada kaitan sama sekali dengan proyek Chromebook yang nadiem jaga. tapi apa yang terpenting adalah jaksa harus memiliki bukti yang cukup untuk membuktikan dakwaan korupsi itu benar-benar adil, tapi sepertinya jaksa hanya mencoba membuang namek πŸ™…β€β™‚οΈ.
 
πŸ€” Rasanya jaksa ini sering lupa bahwa tangan-tangannya sendiri yang terlalu cepat dalam menetapkan tuduhan. Menteri Nadiem benar-benar tidak perlu takut akan dugaan korupsi, tapi dia justru harus berharap agar jaksa bisa fokus pada kasus-kasus yang sebenarnya dan tidak terburu-buru dalam menetapkan tuduhan. πŸ™„ Semua ini kayaknya gini: jaksa punya bukti? Tidak. Jaksa punya alasan? Ya. Dan di balik semua itu, ada menteri yang harus memahami kalau dia harus bekerja keras untuk menghadapi kasus-kasus seperti ini dengan lebih bijak dan tidak terburu-buru. 😊
 
Gue pikir jaksa yang bikin dakwaan ini sebenarnya sedang cari jalan keluar dari masalah keuangan mereka sendiri... πŸ€‘
Dengan kata lain, mereka mencari alasan untuk membawa Nadiem dan PT AKAB ke dalam kasus korupsi yang nggak perlu.
Gue pikir Google juga tidak benar-benar "dibohongi" dengan uang tambahan itu... tapi lebih like mereka berinvestasi dengan hati-hati, ya... πŸ€”
Dan apa sih dengan lisensi CDM yang "terkendur"? Gue pikir itu bukan masalah utama di sini...
 
Gw suka nih kalau jaksa-nya ini terus2 buat dakwaan korupsi tapi ternyata gak ada bukti yang cukup! Nadiem si Menteri itu benar-benar tidak perlu khawatir, dana investasi Google dari awal sudah masuk sebelum ia jadi Menteri. Sapa-siapa yang pikir korupsi ini bisa tumbun gak tahu apa-apa πŸ˜‚. Nadiem justru benar kalau jaksa-nya ini hanya mencampuradukkan fakta-fakta tanpa memperhatikan lini masa yang jelas. Google bukan investor tunggal yang paling diuntungkan, tapi salah satu dari banyak yang berinvestasi di GoTo πŸ€”. Dan dana investasi itu hanyalah "top up" dari perusahaan untuk menghindari dilusi yang disebabkan oleh banyaknya investor lain πŸ€‘.
 
Maksudnya kalau jaksa tadi ternyata tidak memiliki bukti yang cukup, nggak bisa disangkal lagi bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Tapi, pada saat yang sama, nggak bisa juga bilang kalau Nadiem benar-benar bebas dari penuduhan korupsi. Kan dia sendiri juga katakan kalau ada keuntungan yang besar dari proyek Chromebook itu, tapi dia bilang itu hanya "top up" dan tidak ada kaitan dengan dugaan korupsi. Saya pikir, kalau ada yang bisa saya lakukan adalah membantu Nadiem untuk menyortir fakta-fakta yang benar dan salah, sehingga kita bisa mengerti apa yang terjadi di balik proyek Chromebook itu.
 
Saya pikir jaksa terlalu cepat membuat tuduhan korupsi yang berpotensi menghancurkan reputasi Nadiem, tapi kemudian ternyata tidak ada bukti yang cukup... 😐 Mungkin harus lebih teliti dalam melakukan investigasi dulu sebelum membuat tuduhan. Dan siapa tahu, mungkin ada faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam kasus ini... πŸ€” Saya juga tidak paham mengapa Nadiem perlu "balas budi" dengan menyuntik dana investasi hampir 6 kali lipat dari total pendapatan yang mereka terima... itu seperti bermain main dengan uang negara... πŸ˜’
 
ini kabar gembira banget sih! finally ada klarifikasi tentang dugaan korupsi yang menimpa nadiem, si Menteri Pendidikan Ristek πŸ™Œ. aku rasa jaksa itu kayaknya tidak cukup bukti lagi, kan? dana investasi google tidak memiliki kaitan langsung dengan suap, dan kalau gini apa artinya? πŸ€”

aku juga setuju dengan nadiem, si Menteri itu benar-benar bingung mengapa jaksa gini kayaknya tidak bisa mencari bukti yang jelas. tapi aku rasa itu sudah menjadi bagian dari sistem hukum kita di indonesia, yang seringkali membuat korupsi lebih sulit dibuktikan πŸ€·β€β™‚οΈ.

aku juga suka penjelasan nadiem tentang investasi google dan perusahaan itu tidak memiliki kaitan dengan korupsi. kalau gini benar artinya, sih bahwa kita harus lebih berhati-hati dalam menganggap korupsi di indonesia, karena seringkali tidak ada bukti yang cukup πŸ€“.

dan aku juga senang dengan komentar dari kuasa hukum nadiem, si Ari Yusuf Amir. dia benar-benar menjabat sebagai penegak hukum, dan tidak gini kayaknya melakukan promosi pribadinya πŸ™.
 
kembali
Top