Muzani menegaskan pentingnya NU untuk menjadi pondasi kekuatan bangsa, dengan kata-kata yang jelas: "Negara perlu NU kuat. Kenapa negara perlu NU kuat? Kalau NU kuat, Indonesia akan kuat." Ia juga menyebutkan beberapa indikator kekuatan NU, yaitu ketika para jemaah memiliki dompet 'tebal', artinya mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar hidup. Selain itu, kekuatan NU juga dapat dilihat saat jemaah sehat, kenyang, dan memiliki pekerjaan.
Menurut Muzani, negara perlu NU kuat karena kekuatan NU berbanding lurus dengan kekuatan Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya kesejahteraan rakyat sebagai kunci utama bagi ketahanan nasional. Rakyat yang sehat, bekerja, dan memiliki pikiran yang jernih serta produktif itulah yang membuat negara kokoh.
Ajaran untuk mengejar kebaikan dunia dan akhirat merupakan nilai yang diwariskan oleh para ulama dan tokoh pesantren, menjadi dasar pengabdian NU kepada bangsa dan negara. Bagi Muzani, orientasi utama pengabdian NU bukanlah pengakuan manusia, melainkan rida Allah SWT.
Muzani juga menekankan pentingnya NU untuk terus mengambil peran dalam pengabdian kepada negara, tanpa terjebak pada pujian maupun celaan. Ia mendorong NU untuk menjadi lebih kuat dan mandiri dalam pengabdian kepada negara, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kekuatan bangsa.
Dalam kesimpulan, Muzani mengingatkan bahwa kekuatan NU berbanding lurus dengan kekuatan Indonesia, dan kesejahteraan rakyat merupakan kunci utama bagi ketahanan nasional.
Menurut Muzani, negara perlu NU kuat karena kekuatan NU berbanding lurus dengan kekuatan Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya kesejahteraan rakyat sebagai kunci utama bagi ketahanan nasional. Rakyat yang sehat, bekerja, dan memiliki pikiran yang jernih serta produktif itulah yang membuat negara kokoh.
Ajaran untuk mengejar kebaikan dunia dan akhirat merupakan nilai yang diwariskan oleh para ulama dan tokoh pesantren, menjadi dasar pengabdian NU kepada bangsa dan negara. Bagi Muzani, orientasi utama pengabdian NU bukanlah pengakuan manusia, melainkan rida Allah SWT.
Muzani juga menekankan pentingnya NU untuk terus mengambil peran dalam pengabdian kepada negara, tanpa terjebak pada pujian maupun celaan. Ia mendorong NU untuk menjadi lebih kuat dan mandiri dalam pengabdian kepada negara, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kekuatan bangsa.
Dalam kesimpulan, Muzani mengingatkan bahwa kekuatan NU berbanding lurus dengan kekuatan Indonesia, dan kesejahteraan rakyat merupakan kunci utama bagi ketahanan nasional.