Berikut adalah analisis tentang perkiraan musim hujan di Indonesia sampai kapan tahun 2026. Menurut BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena La Nina lemah yang memprediksi bertahan hingga awal 2026, yang secara umum meningkatkan curah hujan di Indonesia.
Puncak musim hujan terjadi pada Januari 2026, terutama di Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua bagian selatan, dan sebagian Sulawesi Selatan. Wilayah ini akan dipengaruhi oleh hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Memasuki Februari 2026, hujan diperkirakan mulai berangsur berkurang di beberapa wilayah, khususnya di Sumatra bagian tengah dan utara seperti pesisir timur Aceh, Sumatra Utara, Riau, dan sebagian Jambi. Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara umumnya masih mengalami hujan, namun intensitasnya cenderung menurun.
BMKG juga mencatat bahwa di sejumlah wilayah Maluku dan Papua, musim hujan dapat berlangsung lebih panjang bahkan sepanjang tahun, sehingga potensi hujan tetap perlu diantisipasi. Meskipun intensitas hujan diprediksi menurun setelah Januari 2026, risiko bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor masih perlu diwaspadai hingga setidaknya Maret 2026.
Kementrian Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia menjelang akhir Januari 2026. Peningkatan ini terutama ditandai dengan hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Pergerakan sistem 97S ke arah barat dapat memicu penguatan pertemuan serta belokan angin dari pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara, yang dapat memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.
Puncak musim hujan terjadi pada Januari 2026, terutama di Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua bagian selatan, dan sebagian Sulawesi Selatan. Wilayah ini akan dipengaruhi oleh hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Memasuki Februari 2026, hujan diperkirakan mulai berangsur berkurang di beberapa wilayah, khususnya di Sumatra bagian tengah dan utara seperti pesisir timur Aceh, Sumatra Utara, Riau, dan sebagian Jambi. Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara umumnya masih mengalami hujan, namun intensitasnya cenderung menurun.
BMKG juga mencatat bahwa di sejumlah wilayah Maluku dan Papua, musim hujan dapat berlangsung lebih panjang bahkan sepanjang tahun, sehingga potensi hujan tetap perlu diantisipasi. Meskipun intensitas hujan diprediksi menurun setelah Januari 2026, risiko bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor masih perlu diwaspadai hingga setidaknya Maret 2026.
Kementrian Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia menjelang akhir Januari 2026. Peningkatan ini terutama ditandai dengan hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Pergerakan sistem 97S ke arah barat dapat memicu penguatan pertemuan serta belokan angin dari pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara, yang dapat memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.