Masyarakat Indonesia Dipertimbangkan Agar Siap Dihadapi Hujan Berat di Tengah Puncak Musim Hujan
Pada akhir Januari 2026, Puncak musim hujan tengah akan berlangsung sebagian besar wilayah di Indonesia. Menurut analisis dinamika atmosfer terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah di Indonesia diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026, yaitu di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara.
Gangguan atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan yang dapat menimbulkan potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhatian terhadap keadaan cuaca berikutnya dan mencari alternatif lain jika terdampak.
Selanjutnya, Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi banyak terjadi pada bulan November hingga Desember di Indonesia bagian barat. Sementara itu, wilayah Indonesia bagian selatan dan timur akan mengalami puncak musim hujan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026.
Durasi musim hujan 2025/2026 di Indonesia diprediksi bervariasi antara 4 dasarian (kurang dari 2 bulan) hingga lebih dari 33 dasarian. Sebagian besar wilayah di Sumatera diprediksi memiliki durasi musim hujan lebih dari 12 dasarian, sedangkan Jawa dapat mengalami durasi sekitar 19-27 dasarian.
Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur akan mengalami durasi musim hujan relatif pendek. Di Kalimantan, musim hujan dapat terjadi selama lebih dari 24 dasarian, di sementara Sulawesi memiliki variasi musim hujannya yang beragam mulai dari 4-9 dasarian hingga lebih dari 24 dasarian.
Adapun durasi musim hujan di Kepulauan Maluku dan Papua juga diprediksi memiliki variasi durasi dengan rentang yang cukup lebar, antara 13-30 dasarian.
Pada akhir Januari 2026, Puncak musim hujan tengah akan berlangsung sebagian besar wilayah di Indonesia. Menurut analisis dinamika atmosfer terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah di Indonesia diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026, yaitu di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara.
Gangguan atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan yang dapat menimbulkan potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhatian terhadap keadaan cuaca berikutnya dan mencari alternatif lain jika terdampak.
Selanjutnya, Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi banyak terjadi pada bulan November hingga Desember di Indonesia bagian barat. Sementara itu, wilayah Indonesia bagian selatan dan timur akan mengalami puncak musim hujan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026.
Durasi musim hujan 2025/2026 di Indonesia diprediksi bervariasi antara 4 dasarian (kurang dari 2 bulan) hingga lebih dari 33 dasarian. Sebagian besar wilayah di Sumatera diprediksi memiliki durasi musim hujan lebih dari 12 dasarian, sedangkan Jawa dapat mengalami durasi sekitar 19-27 dasarian.
Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur akan mengalami durasi musim hujan relatif pendek. Di Kalimantan, musim hujan dapat terjadi selama lebih dari 24 dasarian, di sementara Sulawesi memiliki variasi musim hujannya yang beragam mulai dari 4-9 dasarian hingga lebih dari 24 dasarian.
Adapun durasi musim hujan di Kepulauan Maluku dan Papua juga diprediksi memiliki variasi durasi dengan rentang yang cukup lebar, antara 13-30 dasarian.