Mundur dari Jadwal, Prabowo Teken Pakta Tarif AS Medio Februari

Presiden Indonesia Prabowo Subianto akan menandatangani dokumen final kesepakatan tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Tariff/ART) dengan Amerika Serikat (AS) pada pertengahan Februari 2026, bukan seperti yang ditargetkan pada pertengahan bulan ini. Meski tidak ada kendala teknis, mundurnya jadwal penandatanganan dokumen ART ini terjadi karena masih ada beberapa hal yang belum disepakati oleh pemerintah Indonesia dengan Perwakilan Dagang AS (USTR).

Pembaruan jadwal ini didapatkan dari Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. "Mungkin pertengahan Februari. Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi. Mungkin di minggu kedua bulan Februari," katanya kepada awak media.

Meski tidak ada kendala teknis, Prasetyo menjelaskan mundurnya jadwal penandatanganan dokumen ART ini terjadi karena masih ada beberapa hal yang belum disepakati oleh pemerintah Indonesia dengan Perwakilan Dagang AS. "Ya, tentunya kan masih ada beberapa yang kita cari titik temunya. Terutama untuk sebagaimana yang sudah pernah juga kami sampaikan, kita terus berusaha untuk bernegosiasi," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan tidak ada masalah yang terjadi dalam tahap finalisasi dokumen ART ini. Kendala yang jadi sebab mundurnya target penandatanganan dokumen ART hanya berasal dari penjadwalan. "Jadwal aja. Negosiasi sudah selesai," ucapnya.

Sementara itu, Indonesia masih tetap berusaha bernegosiasi untuk mendapatkan tarif 0 persen bagi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet dan kakao.
 
Wow 🤯, mundurnya jadwal penandatanganan dokumen ART ini gpp nih 😊. Bisa dipikirkan kalau sekarang sudah mulai Februari sudah berada di pertengahan bulan 😅. Sering terjadi gak? 🤔
 
Kira-kira apa yang bikin kerja sama AS nggak langsung sih? Pertengahan Februari deh, kayaknya kita harus sabar dan tekan negosiasi. Saya harap Prabowo Subianto bisa ngejut kawan.
 
Mungkin kalau ada kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika, harga banget nih! Merekalah yang akan banyak mendapatkan faedah dari kesepakatan ini, tapi kita, masyarakat Indonesia, cuma akan jadi pembayar biaya aja... 🤑🇺🇸 Nah, bisa dipastikan kalau harga bahan bakar dan makanan nanti naik drastis. Dan apa sih yang dihasilkan dari kesepakatan ini? Kita cuma akan menjadi konsument aja, tapi tidak ada manfaat bagi ekonomi Indonesia... 🤔
 
Gue rasa ini masuk akal kalau jadwal nge-negosiasikan ART dengan AS mundur ya, sekarang gue rasa negara kita masih banyak kesempatan untuk bernegosiasi lagi tentang tarif unggulan kayak gula aren, karet, dan kelapa sawit yang banyak di Indonesia. Kalau kita bisa mendapatkan tarif 0 persen itu akan sangat membantu ekonomi petani di tanah air.
 
Bisa-bisa aja nih, gini bisa tapi tidak jadi kan? Mungkin target penandatanganan dokumen ART ini kemarin sudah lama sih, kayaknya bukan berarti negosiasi gagal aja... Semoga di pertengahan Februari, kita sudah bisa menandatangani dokumen itu dengan baik! 🤞👍
 
Gue rasa ini bosen banget kalau kita harus menunggu lagi sampai pertengahan Februari aja 😩. Kita sudah sabar sekali sama kawan, tapi apa yang kita nanti lakuin? Kalau dokumen ART ini sudah selesai, kenapa kita harus menunggu lagi? 🤔 Gue rasa pemerintah harus lebih cepat dalam bernegosiasi agar kita bisa mendapatkan hasil yang baik dari dokumen ini. Yang jadi soalnya apakah ada masalah dengan komoditas unggulan kita ya? 🌴 Gue harap gencar-gencarnya juga pemerintah dalam mencari solusi ini agar kita bisa mendapatkan keuntungan yang sebenarnya kita perlukan 🤞
 
Hehe, nggak percaya dulu kalau kita bisa selesai negosiasi ART dengan AS, tapi ternyata masih ada beberapa hal yang belum dipasang. Mungkin Prabowo Subianto nggak ingin terlambat lagi, kan? 🤔 Sementara itu, kita harus sabar dan tahan menunggu. Kita sudah lama menunggu ini. Nanti kalinya, kita harap dapat mendapatkan tarif 0 persen untuk kelapa sawit, karet, dan kakao. Itu yang penting, ya! 🙏
 
kembali
Top