Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman memulai karier kepelatihannya sejak usia remaja, saat masih berusia 17 tahun. Ia mengakui bahwa fondasi kepelatihan tersebut dibangun melalui proses yang panjang dan keras, bukan popularitas sebagai mantan pemain bintang.
Herdman menyebut dirinya memiliki kepribadian obsesif, karena komitmen dan gairah terhadap dunia pembinaan menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam perjalannya. Meskipun demikian, ia beranggapan bahwa komitmen tersebut membawanya dari Inggris ke Selandia Baru, ke Kanada, dan akhirnya ke Indonesia.
Perjalanan internasional Herdman dimulai ketika ia menangani tim nasional putri Selandia Baru. Ia berhasil meloloskan tim ke Piala Dunia Putri 2007 dan 2011, serta Olimpiade Beijing 2008. Capaian tersebut menjadi pintu masuk bagi reputasinya di level global.
Prestasi bersama Selandia Baru kemudian mengantarkannya ke tim nasional putri Kanada, dimana ia mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk medali perunggu Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016, serta medali emas Pan American Games 2011. Ia juga memimpin Kanada sebagai tuan rumah Piala Dunia Putri 2015.
Keberhasilan di sektor sepak bola putri membuka babak baru dalam kariernya. Ia dipercaya menangani tim nasional putra Kanada pada awal 2018, generasi yang diperkuat pemain-pemain seperti Alphonso Davies dan Jonathan David.
Sekarang, Herdman memulai tantangan baru bersama Indonesia, yang ia menyebut sebagai lingkungan yang menarik, terutama karena adanya rasa kesiapan untuk melangkah lebih jauh dalam peta sepak bola internasional.
Herdman menyebut dirinya memiliki kepribadian obsesif, karena komitmen dan gairah terhadap dunia pembinaan menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam perjalannya. Meskipun demikian, ia beranggapan bahwa komitmen tersebut membawanya dari Inggris ke Selandia Baru, ke Kanada, dan akhirnya ke Indonesia.
Perjalanan internasional Herdman dimulai ketika ia menangani tim nasional putri Selandia Baru. Ia berhasil meloloskan tim ke Piala Dunia Putri 2007 dan 2011, serta Olimpiade Beijing 2008. Capaian tersebut menjadi pintu masuk bagi reputasinya di level global.
Prestasi bersama Selandia Baru kemudian mengantarkannya ke tim nasional putri Kanada, dimana ia mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk medali perunggu Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016, serta medali emas Pan American Games 2011. Ia juga memimpin Kanada sebagai tuan rumah Piala Dunia Putri 2015.
Keberhasilan di sektor sepak bola putri membuka babak baru dalam kariernya. Ia dipercaya menangani tim nasional putra Kanada pada awal 2018, generasi yang diperkuat pemain-pemain seperti Alphonso Davies dan Jonathan David.
Sekarang, Herdman memulai tantangan baru bersama Indonesia, yang ia menyebut sebagai lingkungan yang menarik, terutama karena adanya rasa kesiapan untuk melangkah lebih jauh dalam peta sepak bola internasional.