Pemerintah Jawa Tengah (Jateng) resmi merilis jadwal dan teknis pelaksanaan program mudik gratis Lebaran 2026, yang berfokus pada pendaftaran calon pemudik gratis. Program ini akan dibuka bertahap dengan target utama pekerja sektor informal dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Jelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang diprediksi jatuh pada pertengahan Maret 2026, program mudik gratis Jateng menjadi angin segar bagi para perantau asal Jawa Tengah di wilayah Jabodetabek. Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian koordinasi yang sudah dilakukan sejak awal tahun.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memimpin rapat koordinasi pada 7 Januari 2026 untuk memastikan kesiapan armada. Ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah yakni meminimalisir risiko kecelakaan di jalan raya.
Jadwal pendaftaran dibagi berdasar moda transportasi, yaitu bus dan kereta api. Calon pemudik harus mengingat adanya batas kuota dan mempersiapkan dokumen yang sah seperti KTP, KK, atau bukti pekerjaan yang sah.
Syarat utama mudik gratis Jateng 2026 mencakup: diutamakan bagi warga ber-KTP Jawa Tengah atau lahir di Jawa Tengah; pendaftaran bisa dilakukan secara individu atau kelompok; target utama adalah pekerja di sektor informal atau masyarakat dengan penghasilan bulanan maksimal setingkat UMR; penyandang disabilitas dan lansia dengan usia minimal 60 tahun; dan calon pemudik kereta api wajib melakukan perekaman pemindaian wajah.
Penyandatani program ini bebas dari pungutan liar dan gratifikasi. Untuk mempermudah akses bagi para calon pendaftar, Pemprov Jateng menyediakan dua kanal digital utama dan satu jalur luring, yaitu situs resmi PEDA MATENG di alamat pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id atau aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) di platform Playstore maupun Appstore.
Armada mudik gratis ini dijadwalkan berangkat beberapa hari sebelum puncak lebaran untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas.
Jelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang diprediksi jatuh pada pertengahan Maret 2026, program mudik gratis Jateng menjadi angin segar bagi para perantau asal Jawa Tengah di wilayah Jabodetabek. Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian koordinasi yang sudah dilakukan sejak awal tahun.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memimpin rapat koordinasi pada 7 Januari 2026 untuk memastikan kesiapan armada. Ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah yakni meminimalisir risiko kecelakaan di jalan raya.
Jadwal pendaftaran dibagi berdasar moda transportasi, yaitu bus dan kereta api. Calon pemudik harus mengingat adanya batas kuota dan mempersiapkan dokumen yang sah seperti KTP, KK, atau bukti pekerjaan yang sah.
Syarat utama mudik gratis Jateng 2026 mencakup: diutamakan bagi warga ber-KTP Jawa Tengah atau lahir di Jawa Tengah; pendaftaran bisa dilakukan secara individu atau kelompok; target utama adalah pekerja di sektor informal atau masyarakat dengan penghasilan bulanan maksimal setingkat UMR; penyandang disabilitas dan lansia dengan usia minimal 60 tahun; dan calon pemudik kereta api wajib melakukan perekaman pemindaian wajah.
Penyandatani program ini bebas dari pungutan liar dan gratifikasi. Untuk mempermudah akses bagi para calon pendaftar, Pemprov Jateng menyediakan dua kanal digital utama dan satu jalur luring, yaitu situs resmi PEDA MATENG di alamat pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id atau aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) di platform Playstore maupun Appstore.
Armada mudik gratis ini dijadwalkan berangkat beberapa hari sebelum puncak lebaran untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas.