Pemerintah Indonesia (RI) dan Australia telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka memperkuat kerja sama investasi, yang merupakan hasil kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese ke Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat profesionalisme dan produktivitas sumber daya manusia serta mendukung transformasi ekonomi nasional yang berdaya saing global.
Menurut CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, MoU ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk melangkah lebih jauh dalam membangun kemitraan ekonomi yang saling menguatkan dan berorientasi jangka panjang. Hal ini membuka akses yang lebih luas ke ekosistem investasi global, memperkuat kepercayaan, serta menciptakan peluang nyata bagi pengembangan proyek-proyek strategis ke depan.
"Kami memandang kerja sama ini sebagai langkah forward looking untuk mendorong investasi berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi nasional, dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat global," ujar Rosan.
MoU kedua negara menetapkan kerangka dan mekanisme kolaborasi yang terstruktur untuk mendorong pertumbuhan hubungan investasi Indonesia dan Australia secara berkelanjutan. Kolaborasi dilakukan melalui penguatan kemitraan dengan lembaga pendanaan dan institusi investasi Australia, guna memperluas akses pembiayaan dan memperdalam aliran investasi bilateral.
Selain itu, kedua negara juga akan mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan investasi dua arah pada berbagai sektor prioritas, termasuk infrastruktur, iklim, energi, pertambangan, kesehatan, digital, serta pangan dan agribisnis. Indonesia dan Australia juga akan menjajaki berbagai pengaturan dan skema pendanaan yang dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang menjadi kepentingan bersama.
Pemerintah RI dan Australia juga telah membentuk Kelompok Kerja (Working Group) untuk mengimplementasikan ruang lingkup kolaborasi, dengan rencana untuk mengadakan pertemuan secara reguler guna memastikan kemajuan implementasi kerja sama. Langkah ini sejalan dengan kebijakan strategis kedua negara, diantaranya Invested: Australiaβs Southeast Asia Economic Strategy to 2040, IndonesiaβAustralia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), serta Visi Indonesia Emas 2045.
Menurut CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, MoU ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk melangkah lebih jauh dalam membangun kemitraan ekonomi yang saling menguatkan dan berorientasi jangka panjang. Hal ini membuka akses yang lebih luas ke ekosistem investasi global, memperkuat kepercayaan, serta menciptakan peluang nyata bagi pengembangan proyek-proyek strategis ke depan.
"Kami memandang kerja sama ini sebagai langkah forward looking untuk mendorong investasi berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi nasional, dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat global," ujar Rosan.
MoU kedua negara menetapkan kerangka dan mekanisme kolaborasi yang terstruktur untuk mendorong pertumbuhan hubungan investasi Indonesia dan Australia secara berkelanjutan. Kolaborasi dilakukan melalui penguatan kemitraan dengan lembaga pendanaan dan institusi investasi Australia, guna memperluas akses pembiayaan dan memperdalam aliran investasi bilateral.
Selain itu, kedua negara juga akan mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan investasi dua arah pada berbagai sektor prioritas, termasuk infrastruktur, iklim, energi, pertambangan, kesehatan, digital, serta pangan dan agribisnis. Indonesia dan Australia juga akan menjajaki berbagai pengaturan dan skema pendanaan yang dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang menjadi kepentingan bersama.
Pemerintah RI dan Australia juga telah membentuk Kelompok Kerja (Working Group) untuk mengimplementasikan ruang lingkup kolaborasi, dengan rencana untuk mengadakan pertemuan secara reguler guna memastikan kemajuan implementasi kerja sama. Langkah ini sejalan dengan kebijakan strategis kedua negara, diantaranya Invested: Australiaβs Southeast Asia Economic Strategy to 2040, IndonesiaβAustralia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), serta Visi Indonesia Emas 2045.