Momen KPK Kumpulkan Uang dalam Karung saat OTT Sudewo dkk

Pada hari Senin, 19 Januari 2026, dalam rangka operasi tindak tangan (OTT), tim KPK telah menangkap Bupati Pati, Sudewo, dan tiga orang lainnya yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Kasus ini mulai muncul pada akhir 2025 ketika Pemkab Pati mengumumkan akan membuka formasi jabatan perangkat desa pada Maret 2026.

Tim KPK menemukan uang Rp2,6 miliar dalam rangkaian OTT di Pati. Uang tersebut ditemukan dalam tiga buah karung berisi uang yang diserahkan oleh dua orang tersangka, Abdul Suyono dan Sumarjiono, kepada tim KPK.

Pemantauan kasus ini menunjukkan bahwa para tersangka telah meminta uang kepada para calon perangkat desa untuk memenuhi syarat memperoleh jabatan. Beberapa kepala desa yang terlibat dalam kasus ini telah mengumpulkan uang sebesar Rp2,6 miliar.

Dalam penangkapan tersebut, tim KPK menemukan bahwa para tersangka telah melanggar Pasal 12 Huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 dan Pasal 20 Huruf c KUHP.
 
wahh, ini kabar gembira sekali ya! akhirnya ada yang di tangkap karena korupsi, tapi kalau benar-benar ada uang Rp2,6 miliar siapa yang tahu pasti ada lagi yang juga ikut terlibat dengan korupsi, bukan? kiri kanan si Bupati Pati nanti bisa mengatakan apa lagi? dan coba bayangkan jika semua ini terjadi karena ingin mengambil alih kekuasaan di Pati, kalau gak jadi ottoh kita sih kena tangkap juga...
 
Kalau nggak salah, ini kasus yang gampang banget duduk sama kebenarannya, tapi aku masih punya ragu-ragu nih. Mereka bilang mereka sudah menangkap Bupati Pati dan ada uang Rp2,6 miliar, tapi apa sih asalnya uang itu? Apakah benar-benar diculik dari para calon perangkat desa atau cuma cari alasan sama pemerintah yang nanti gak ada koreksi? Aku ingin tahu lebih banyak lagi tentang kasus ini, tapi aku juga tidak ingin terlalu berlebihan ya 😊.
 
ini kasusnya terlalu panas... siapa bilang pemerasan dilarang? mungkin beberapa orang tidak faham bagaimana sistem kerja desa itu, tapi ini bukan jawaban yang baik. kita harus fokus pada solusi, seperti memperkuat kebijakan dan pelatihan bagi kepala desa agar mereka bisa berpikir sehat. dan apa yang terjadi dengan uang Rp2,6 miliar itu? kita tidak tahu apa yang dimaksud dengan "memenuhi syarat" untuk mendapatkan jabatan. kita harus jujur dengan diri sendiri bahwa ini adalah kesalahan besar.
 
Gue bayangkan kalau gak ada orang yang punya hobi ngumpul ngedit foto di Instagram 😂 jadi kalau ada yang diperas nggak sabar-sabaran aja masuk kesangkaan kan? tapi sepertinya kasus ini lebih berhubungan dengan keseharian masyarakat desa di Pati, apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari hal-hal seperti ini pada masa depan 🤔 salah satu solusi pasti perlu ada program pendidikan tentang etika dan integritas bagi para calon perangkat desa dan pembuat kebijakan juga harus ada.
 
Siapa tahu aja kasus ini bukan berita buruk yang terjadi, tapi juga pelajaran bagi kita semua. Mereka bilang ada uang Rp2,6 miliar, tapi siapa nih yang serasa terkena kasus ini? Kepala desa dan calon perangkat desa, ya kan. Dan apa yang di cari sebenarnya, sih uang aja. Maka dari itu kita harus lebih fokus pada hal yang benar-benar penting, seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan desa.
 
Mana nih, kasus ini terus mengejutkan banget! Seperti gini, kalau kita nggak hati-hati, uang belanja kita bisa digunakan untuk memenuhi syarat memperoleh jabatan? Makasih kepada tim KPK yang selalu berjuang untuk membuat Indonesia lebih jujur dan transparan. Saya rasa kalau para kepala desa yang terlibat ini, mereka harusnya perlu dihadapkan ke pengadilan dan dijadikan contoh bagi yang lain. Dan siapa tahu, mungkin ini bisa membuat kita semua berpikir lebih baik tentang cara mengurus uang pribadi kita, jangan sampai kita jadi seperti mereka... 🤑😒
 
Pembacaan kasus Bupati Pati ini benar-benar membuat aku merasa sedih, tapi juga memberikan kesempatan bagi kita untuk berdiskusi tentang bagaimana kinerja Pemerintahan Kabupaten Pati sebenarnya. Apakah mereka sudah melakukan evaluasi yang baik terhadap sistem jabatan perangkat desa di kabupatennya? Mungkin ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetap waspada dan mengawasi agar tidak ada lagi kasus seperti ini. Kita harus lebih peduli dengan pelayanan publik, jangan hanya fokus pada birokrasi yang rumit.
 
ini kasusnya ganti ganti siapa yang jadi korup, tapi kalau aku lihat dari situasi ini, mungkin ada beberapa factor penyebabnya. pertama kalinya, karena kurangnya edukasi tentang pentingnya integritas dan etika kerja di lingkungan pemerintahan. kedua, karena tidak adanya kontrol yang ketat terhadap proses seleksi perangkat desa sehingga ada ruang untuk manipulasi. akhirnya, karena kekurangan transparansi dalam pengelolaan keuangan pemerintah.
 
Siapa tahu kasus ini nanti bisa menjadi contoh bagi para pengusaha kecil yang ingin mendirikan bisnis di daerah, tapi harus berhati-hati dulu ya... kadang kala korupsi dan penipuan jadi semakin umum ya, kita harus jaga agar hal ini tidak terjadi lagi.
 
Kalau lihat, kasus Bupati Sudewo ini memang bikin curiga banget! Mencari uang dari para calon perangkat desa sih? Itu tidak adil sama sekali! Yang penting adalah mereka harus bisa memenuhi syarat untuk jadi perangkat desa, tapi bukan dengan cara diculik uang dari orang lain.

Saya rasa ini kasus yang sangat memalukan bagi Kabupaten Pati. Mereka harus jujur tentang apa-apa yang terjadi di dalam pemerintahannya. Dan siapa nanti yang bertanggung jawab? Itu yang harus dipikirkan selanjutnya.

Aku rasa ini juga bisa bikin perubahan di dalam sistem pemerintahan desa kita. Jangan semua orang boleh mencari keuntungan dari pekerjaan mereka. Semoga kasus ini bisa jadi pelajaran berharga bagi mereka yang terlibat dan masyarakat Pati.
 
Maksudnya kalau mereka menangkap Bupati Pati dan orang lainnya, tapi apa nih hasil dari kasus ini? Apakah benar-benar semua orang yang terlibat tidak jujur? Saya nggak paham siapa Abdul Suyono dan Sumarjiono, mungkin mereka adalah orang yang suka membuang uang ke tempat-tempat yang tidak penting, seperti di sungai atau di hutan. Menurut saya, kalau ingin menghindari kesalahan, kita harus selalu berhati-hati saat mencoba mendapatkan sesuatu yang tak terduga... 🤑🏞️
 
Kasus ini benar-benar membuat kita bingung 🤔, siapa yang bilang kalau uang itu dari orang tersangka ya? Mungkin ada yang salah di dalam proses pembukaan formasi jabatan perangkat desa nih... Maksudnya, apakah ada yang salah dengan cara Pemkab Pati membuat format ini? Banyak yang ngerasa tidak adil, tapi kita harus berbicara dan menyelesaikan masalah ini secara rahasia 💬.
 
Pagi kaya, aku pikir kalau kasus ini gampang, kalau kalau memang benar. Tapi aku rasa ada sesuatu yang tidak beres, ya. Pemkab Pati bikin opsi jabatan perangkat desa di Maret 2026? Aku pikir itu cerita konyol. Dan sekarang tim KPK menemukan uang Rp2,6 miliar dalam rangka OTT? Benar-benar terlalu mudah. Aku rasa ada yang salah di balik semuanya.
 
Maksudnya ini kan, kasus perebutan uang yang berlebihan di daerah Pati? Semua orang tahu kalau kapan kapan ada masalah ini, tapi apa yang bisa dilakukan si Bupati Sudewo aja? Dia jadi korban dari sistem korupsi yang sudah lama ada. Dan sekarang, KPK punya target, mending fokus pada hal-hal penting seperti pengelolaan anggaran kelas desa ya... 🤔
 
Maksudnya kasus ini benar-benar melibatkan para calon perangkat desa? Bagaimana kalau mereka tidak tahu apa-apa, cuma ikut-ikutan saja sih? Dan bagaimana jika mereka itu bukan dari Pati aja, tapi juga dari daerah lain?
 
ini kasusnya, jadi ada Bupati Pati yang duduk di atas uang Rp2,6 miliar itu... apa artinya? apa dia cari uang tersebut untuk apa? memang benar bahwa dalam operasi OTT, tim KPK menemukan uang tersebut, tapi ini membuat kami bertanya-tanya bagaimana kebijakan yang tidak baik dari Pemkab Pati sebelumnya, yaitu membuka formasi jabatan perangkat desa pada Maret 2026... apakah itu untuk memenuhi kebutuhan uang dan biaya operasional? jadi ini bukan hanya tentang Bupati Sudewo yang terlibat dalam kasus tersebut, tapi juga tentang sistem pemerintahan yang tidak beres di Pati...
 
kembali
Top