MNC Energy Investments dan KPP Mining Meluncurkan Operasi Tambang dengan Upacara 'Tambal Batu', Membuat Proyek Berkontribusi pada Lingkungan
Hari ini, perusahaan yang didanai oleh IATA, PT Arthaco Prima Energy (APE) meluncurkan '1st Digging Ceremony' di tambang yang terletak di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Upacara tersebut menandai dimulainya tahap operasional pertambangan dan merupakan langkah penting dalam pencapaian target produksi batubara yang ambisius. Proyek ini didukung oleh kontraktor pertambangan PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING), unit bisnis United Tractors dan bagian dari Grup Astra.
Menurut Direktur Utama MNC Energy Investments, Suryo Eko Hadianto, 1st Digging Ceremony ini menunjukkan komitmen bersama antara IATA dan KPP Mining untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. "Proyek ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi operasional serta membuat dampak positif pada masyarakat sekitar", ujar beliau.
Dengan nilai kontrak sebesar Rp5 triliun dan periode kerja sama 5 tahun efektif, perjanjian kontraktor jasa pertambangan batubara ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan operasional IATA di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) APE. Sementara itu, Direktur Utama juga menekankan bahwa kolaborasi strategis dengan KPP Mining telah memperkuat fundamental teknis dan operational excellence IATA.
Dengan demikian, proyek ini diharapkan dapat membuat dampak positif pada lingkungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Hari ini, perusahaan yang didanai oleh IATA, PT Arthaco Prima Energy (APE) meluncurkan '1st Digging Ceremony' di tambang yang terletak di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Upacara tersebut menandai dimulainya tahap operasional pertambangan dan merupakan langkah penting dalam pencapaian target produksi batubara yang ambisius. Proyek ini didukung oleh kontraktor pertambangan PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING), unit bisnis United Tractors dan bagian dari Grup Astra.
Menurut Direktur Utama MNC Energy Investments, Suryo Eko Hadianto, 1st Digging Ceremony ini menunjukkan komitmen bersama antara IATA dan KPP Mining untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. "Proyek ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi operasional serta membuat dampak positif pada masyarakat sekitar", ujar beliau.
Dengan nilai kontrak sebesar Rp5 triliun dan periode kerja sama 5 tahun efektif, perjanjian kontraktor jasa pertambangan batubara ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan operasional IATA di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) APE. Sementara itu, Direktur Utama juga menekankan bahwa kolaborasi strategis dengan KPP Mining telah memperkuat fundamental teknis dan operational excellence IATA.
Dengan demikian, proyek ini diharapkan dapat membuat dampak positif pada lingkungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.