Pemprov DKI Jakarta akan melakukan normalisasi tiga sungai utama di wilayahnya untuk mengantisipasi banjir. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa proses ini telah diputuskan dan ditargetkan dilakukan pada tahun ini.
Tiga sungai yang akan menjadi fokus normalisasi adalah Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Cakung Lama. Penyempitan luas tiga sungai ini karena endapan sehingga aliran air di sana sulit mencapai lautan. Pramono menyatakan bahwa proses normalisasi harus dilakukan untuk mencegah banjir, sehingga akan berlangsung pada tahun 2026.
Saat ini genangan yang terbentuk di Jakarta telah surut, namun masih muncul di beberapa tempat. Meski demikian, Pramono meminta operasi modifikasi cuaca tetap dilakukan hingga 27 Januari 2026 karena peringatan dini cuaca kawasan Jakarta berlangsung hingga 28 Januari 2026.
Tidak ada informasi yang menyatakan akan adanya warga yang direlokasi selama proses normalisasi tersebut. Pramono hanya menyatakan bahwa semua upaya untuk mencegah banjir harus dilakukan, termasuk normalisasi sungai-sungai di Jakarta.
Tiga sungai yang akan menjadi fokus normalisasi adalah Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Cakung Lama. Penyempitan luas tiga sungai ini karena endapan sehingga aliran air di sana sulit mencapai lautan. Pramono menyatakan bahwa proses normalisasi harus dilakukan untuk mencegah banjir, sehingga akan berlangsung pada tahun 2026.
Saat ini genangan yang terbentuk di Jakarta telah surut, namun masih muncul di beberapa tempat. Meski demikian, Pramono meminta operasi modifikasi cuaca tetap dilakukan hingga 27 Januari 2026 karena peringatan dini cuaca kawasan Jakarta berlangsung hingga 28 Januari 2026.
Tidak ada informasi yang menyatakan akan adanya warga yang direlokasi selama proses normalisasi tersebut. Pramono hanya menyatakan bahwa semua upaya untuk mencegah banjir harus dilakukan, termasuk normalisasi sungai-sungai di Jakarta.