Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mencari solusi untuk mengatasi banjir di kota ini. Menurut Gubernur Pramono Anung, Pemprov DKI akan melakukan normalisasi tiga sungai utama di Jakarta, yaitu Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Cakung Lama. Proses ini akan dilakukan untuk mengatasi penumpukan air yang menyebabkan banjir di kota.
Sumber daya alam di ketiga sungai itu telah semakin tidak stabil akibat endapan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, Sungai Cakung Lama yang sebelumnya memiliki luas 15-20 meter sekarang hanya 2 meter. Kondisi ini menyebabkan aliran air di ketiga sungai tersebut menjadi sulit untuk mencapai lautan.
Gubernur Pramono berharap proses normalisasi dapat segera dilaksanakan pada tahun 2026 ini, sehingga air tidak lagi mengalir ke laut. Ia juga menyatakan bahwa banjir di Jakarta saat ini sudah surut, namun masih terdapat genangan yang tak terlalu tinggi di Ibu Kota.
Namun, Gubernur Pramono tetap meminta peringatan cuaca kawasan Jakarta untuk tetap berlangsung hingga 27 Januari 2026. Dia juga menyatakan bahwa modifikasi cuaca akan disiapkan sampai tanggal tersebut agar siap menghadapi kemungkinan banjir di masa depan.
Sumber daya alam di ketiga sungai itu telah semakin tidak stabil akibat endapan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, Sungai Cakung Lama yang sebelumnya memiliki luas 15-20 meter sekarang hanya 2 meter. Kondisi ini menyebabkan aliran air di ketiga sungai tersebut menjadi sulit untuk mencapai lautan.
Gubernur Pramono berharap proses normalisasi dapat segera dilaksanakan pada tahun 2026 ini, sehingga air tidak lagi mengalir ke laut. Ia juga menyatakan bahwa banjir di Jakarta saat ini sudah surut, namun masih terdapat genangan yang tak terlalu tinggi di Ibu Kota.
Namun, Gubernur Pramono tetap meminta peringatan cuaca kawasan Jakarta untuk tetap berlangsung hingga 27 Januari 2026. Dia juga menyatakan bahwa modifikasi cuaca akan disiapkan sampai tanggal tersebut agar siap menghadapi kemungkinan banjir di masa depan.