Mikhayla Shanum, 11 tahun, Atlet Termuda Indonesia di SEA Games 2025, Berpeluang Merebut Emas Skateboard. Bintang Baru Skateboard Indonesia, Beliau Menutup Babak Penyisihan dengan Skor 45,93
Kontingen Indonesia telah menunjukkan harapan yang tinggi dalam ajang SEA Games 2025 di Thailand. Salah satu cabang yang paling dinamis adalah skateboard, dimana atlet termuda Mikhayla Shanum dari Indonesia, berusia 11 tahun, berhasil menembus babak final dengan skor 45,93. Meskipun berada di posisi ketujuh dalam kontes penyisihan, performa eksplosif dan gaya bertanding yang berani membuatnya menjadi sorotan.
Bunga Cinta dari Indonesia juga memastikan langkah ke final dengan menempati peringkat kedua penyisihan dengan skor 68,31 poin. Namun, perlu diingat bahwa wakil Filipina Mazel Paris Alegado masih berada di posisi lead klasemen sementara lewat catatan 78,70 poin.
Kombinasi pengalaman Bunga dan potensi besar Mikhayla membuka kemungkinan ganda bagi Indonesia untuk pulang dengan hasil terbaik. Atlet skateboard termuda ini telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa di tingkat internasional.
Sementara itu, peluang nomor park putra terpaksa terhenti setelah Firdausy Nuzula Putra dan Farel Aldi Pamungkas finis di peringkat empat dan enam penyisihan. Namun, tim Indonesia masih memiliki harapan dengan dua skater papan atas Indonesia, Basral Graito Hutomo dan Sanggoe Darma Tanjung, yang akan menjadi tumpuan dalam nomor street.
Sanggoe membawa rekam jejak kuat sebagai peraih emas SEA Games 2019 Filipina dan perak Asian Games 2018. Basral juga merupakan nama yang dikenal dengan kemampuan skateboardingnya yang sangat baik, sehingga diharapkan dapat menjadi tambahan medali bagi Indonesia.
Dengan kehadiran talenta belia seperti Mikhayla yang mampu menembus final pada debutnya, masa depan skateboard Indonesia terlihat kian cerah. Ajang final mendatang akan menjadi panggung besar bagi sang atlet muda untuk mencetak sejarah dan membawa harapan bagi tim Indonesia.
Kontingen Indonesia telah menunjukkan harapan yang tinggi dalam ajang SEA Games 2025 di Thailand. Salah satu cabang yang paling dinamis adalah skateboard, dimana atlet termuda Mikhayla Shanum dari Indonesia, berusia 11 tahun, berhasil menembus babak final dengan skor 45,93. Meskipun berada di posisi ketujuh dalam kontes penyisihan, performa eksplosif dan gaya bertanding yang berani membuatnya menjadi sorotan.
Bunga Cinta dari Indonesia juga memastikan langkah ke final dengan menempati peringkat kedua penyisihan dengan skor 68,31 poin. Namun, perlu diingat bahwa wakil Filipina Mazel Paris Alegado masih berada di posisi lead klasemen sementara lewat catatan 78,70 poin.
Kombinasi pengalaman Bunga dan potensi besar Mikhayla membuka kemungkinan ganda bagi Indonesia untuk pulang dengan hasil terbaik. Atlet skateboard termuda ini telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa di tingkat internasional.
Sementara itu, peluang nomor park putra terpaksa terhenti setelah Firdausy Nuzula Putra dan Farel Aldi Pamungkas finis di peringkat empat dan enam penyisihan. Namun, tim Indonesia masih memiliki harapan dengan dua skater papan atas Indonesia, Basral Graito Hutomo dan Sanggoe Darma Tanjung, yang akan menjadi tumpuan dalam nomor street.
Sanggoe membawa rekam jejak kuat sebagai peraih emas SEA Games 2019 Filipina dan perak Asian Games 2018. Basral juga merupakan nama yang dikenal dengan kemampuan skateboardingnya yang sangat baik, sehingga diharapkan dapat menjadi tambahan medali bagi Indonesia.
Dengan kehadiran talenta belia seperti Mikhayla yang mampu menembus final pada debutnya, masa depan skateboard Indonesia terlihat kian cerah. Ajang final mendatang akan menjadi panggung besar bagi sang atlet muda untuk mencetak sejarah dan membawa harapan bagi tim Indonesia.