Rencana IPO Merdeka Gold di Hong Kong Dibangun atas Latar Belakang Peningkatan Harga Emas
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dikabarkan telah menunjuk bank investasi untuk mempersiapkan rencana pencatatan saham perdana di Bursa Hong Kong. Menurut sumber yang tidak ingin dikenal, perencanaan ini dilakukan di tengah peningkatan harga emas yang terus berlanjut.
Dalam proses ini, EMAS akan bekerja sama dengan Citic Securities, Morgan Stanley, dan UBS Group untuk membuat rencana IPO di Bursa Hong Kong. Namun, kedua perusahaan tersebut tidak memberikan komentar terkait rencana ini.
Sementara itu, perusahaan lain yang terkait juga tidak memberikan jawaban. Meskipun demikian, pernyataan rencana IPO Merdeka Gold di Hong Kong telah disebutkan sebelumnya oleh IFR.
Jika rencana IPO berhasil diselesaikan, ini akan menjadi kesepakatan langka dari perusahaan non-Cina yang memulai debutnya di pusat keuangan Asia. Bursa & Kliring Hong Kong telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan BEI untuk mengeksplorasi pencatatan lintas batas di kedua pasar pada 2023 lalu.
Perusahaan ini mengoperasikan tambang emas di Sulawesi, Indonesia, dengan cadangan bijih sebesar 190 juta ton yang mengandung sekitar 4,8 juta ons emas. Namun, dalam sembilan bulan pertama 2025, anak usaha Merdeka Copper Gold itu mengalami kerugian sebesar 22,3 juta dolar Amerika Serikat (AS).
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dikabarkan telah menunjuk bank investasi untuk mempersiapkan rencana pencatatan saham perdana di Bursa Hong Kong. Menurut sumber yang tidak ingin dikenal, perencanaan ini dilakukan di tengah peningkatan harga emas yang terus berlanjut.
Dalam proses ini, EMAS akan bekerja sama dengan Citic Securities, Morgan Stanley, dan UBS Group untuk membuat rencana IPO di Bursa Hong Kong. Namun, kedua perusahaan tersebut tidak memberikan komentar terkait rencana ini.
Sementara itu, perusahaan lain yang terkait juga tidak memberikan jawaban. Meskipun demikian, pernyataan rencana IPO Merdeka Gold di Hong Kong telah disebutkan sebelumnya oleh IFR.
Jika rencana IPO berhasil diselesaikan, ini akan menjadi kesepakatan langka dari perusahaan non-Cina yang memulai debutnya di pusat keuangan Asia. Bursa & Kliring Hong Kong telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan BEI untuk mengeksplorasi pencatatan lintas batas di kedua pasar pada 2023 lalu.
Perusahaan ini mengoperasikan tambang emas di Sulawesi, Indonesia, dengan cadangan bijih sebesar 190 juta ton yang mengandung sekitar 4,8 juta ons emas. Namun, dalam sembilan bulan pertama 2025, anak usaha Merdeka Copper Gold itu mengalami kerugian sebesar 22,3 juta dolar Amerika Serikat (AS).