Menteri PPPA: Haji Ramah Perempuan Cermin Negara yang Adil

"Kementerian PPPA: Haji Ramah Perempuan Membangun Cermin Negara yang Adil"

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan haji ramah perempuan pada musim haji tahun ini. Karena, haji ramah perempuan adalah cermin negara yang adil dan beradab.

Dalam sesi Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Arifatul mengatakan bahwa petugas haji perempuan tahun ini naik signifikan, mencapai 33 persen. Ini merupakan respons atas evaluasi besar-besaran pada musim haji 2025.

Arifatul mengaku menemukan banyak kebutuhan jemaah yang tidak tersentuh secara maksimal karena minimnya petugas perempuan saat itu. Namun, sekarang jumlah petugas perempuan telah menjadi yang terbesar selama sejarah penyelenggaraan haji di Indonesia.

"Jadi ini kebahagiaan luar biasa bagi saya khususnya sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelayanan," ujarnya. Arifatul juga menekankan bahwa pelayanan yang berangkat dari hati, empati, dan memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan, yang itu tidak bisa dilakukan oleh petugas laki-laki.

Di sisi lain, Arifatul mengusulkan agar tidak ada kamar yang isinya 100 persen lansia. Ia juga menekankan pentingnya strategis lintas kementerian/lembaga, komitmen kebijakan, dan implementasi lapangan yang berempati untuk mewujudkan haji ramah perempuan.

Dengan demikian, haji ramah perempuan bisa terwujud melalui kerja sama dan dedikasi dari seluruh pihak yang terkait. Ini adalah langkah yang penting untuk membangun cermin negara yang adil dan beradab.
 
ada aksi ini gak salah lah, memang wajib kita lakukan ya 😊. kaya gampangnya, menteri ini sengaja mengatakan bahwa haji ramah perempuan adalah "cermin negara yang adil" 🌟, tapi aku pikir benarnya aja, kalau tidak ada perempuan yang bisa berhaji, itu beda lagi ya 😂. kira-kira mau jadi cermin negara yang tidak adil dan tidak baik 🤦‍♀️.
 
Gue pikir gak ada masalah dengan hal ini, apa pun kejadian haji ramah perempuan ini, tapi gue rasa penting banget kalau kita fokus pada strategi lintas kementerian lembaga, karena sekarang masih banyak yang kalah dan tidak berespon.
 
oiye guys!! 🤗 saya penasaran banget apa yang bikin petugas haji perempuan tahun ini lebih banyak ya! 🤔 mungkin karena pemerintah sudah lebih sadar akan pentingnya mereka dalam menyelenggarakan haji ramah perempuan. saya rasa itu sangat bagus banget, karena saat musim haji biasanya banyak keterlambatan dan kesalahan, tapi dengan petugas perempuan yang lebih banyak, saya yakin bisa mengurangi masalah-masalah tersebut. 🙏 serta mungkin juga karena mereka lebih empati dengan kebutuhan jemaah perempuan, ya! 😊
 
ini masuk akal banget kalau pemerintah ingin meningkatkan petugas haji perempuan, karena khususnya mereka yang mengalami kesulitan saat musim haji lalu, misalnya keselamatan transportasi atau menyediakan fasilitas perawatan. tapi masih ada kabar baik lain, yaitu program ini juga memperkuat pemberdayaan perempuan di Indonesia, khususnya dalam hal ekonomi dan sosial.

dan yang penting, ini tidak hanya tentang petugas haji perempuan, tapi juga tentang mewujudkan cermin negara yang adil dan beradab, dengan memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan, seperti keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. yang jadi ini adalah langkah yang positif untuk Indonesia 🙏
 
Maksudnya kalau kengerian haji ramah perempuan itu benar-benar ada kemajuan, sih 🙌. 33 persen naiknya petugas perempuan itu bukan mainan. Mungkin sebelumnya banyak yang tidak bisa masuk ke dalam haji karena kurangnya petugas perempuan, tapi sekarang udah jadi yang terbesar. Itu juga bagus, karena kala ini kita harus memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan di antara umat Islam.
 
Gue pikir ini cara gue suka banget, ya! Menteri PPPA itu buat haji ramah perempuan nih, tapi apa yang bikin aku penasaran adalah bagaimana caranya mereka bisa menambah jumlah petugas perempuan dari 33% ke 100%! Aku pikir ini itu bisa dilakukan dengan baik jika ada strategi yang tepat dan semua kementerian/lembaga bekerja sama. Tapi, apa yang bikin aku penasaran adalah bagaimana caranya mereka bisa memastikan bahwa petugas perempuan tidak hanya sekedar "ramah" pada luar, tapi juga memiliki kemampuan dan pendidikan yang sesuai untuk melayani perempuan jemaah!
 
Saya senang sekali deh, pemerintah sudah bisa mengatasi masalah kekurangan petugas haji perempuan di musim haji tahun lalu. Sekarang ada banyak lagi perempuan yang bisa menjadi partisipan dalam hal ini. Saya pikir itu juga berdampak positif bagi perempuan di Indonesia, karena mereka memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya. Yang penting adalah kerja sama dan dedikasi dari semua pihak yang terkait, jadi kita bisa mewujudkan haji ramah perempuan yang memang serius.
 
aku pikir ini sangat keren banget, jumlah petugas haji perempuan naik drastis, kayaknya ini bukti bahwa pemerintah benar-benar peduli dengan perempuan. tapi aku rasa masih ada yang harus diubah, misalnya seperti strategi lintas kementerian/lembaga yang benar-benar efektif. kalau kerja sama dan dedikasi dari seluruh pihak itu bisa jadi kerja sama sejati, lalu apakah kita bisa banget mengejar cita-cita haji ramah perempuan? 🤔💖
 
aku pikir ini wajib dikerjakan oleh semua kementerian lembaga, jangan hanya PPPA saja 🤝🏼. jadi kerja sama antar pihak itu penting banget, tapi aku juga rasa tidak cukup banyak yang tahu tentang haji ramah perempuan, perlu dilakukan pendidikan dan sensibilisasi agar lebih banyak orang tahu dan peduli 🤓.
 
kembali
Top