Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, meresmikan 18 kantor imigrasi baru di seluruh Indonesia, termasuk di daerah-daerah yang belum pernah memiliki kantor imigrasi sebelumnya. Resmi dilaksanakan pada hari yang sama dengan peringatan Hari Bakti Imigrasi (HBI) ke-76.
Menurut Agus, penambahan kantor imigrasi ini bertujuan untuk semakin mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat. Saat ini, satu kantor imigrasi hanya dapat melayani beberapa kota dan kabupaten, sehingga akses pelayanan dinilai belum optimal.
"Dengan adanya kantor imigrasi baru ini, pelayanan keimigrasian di daerah diharapkan menjadi lebih dekat, cepat, dan mudah dijangkau masyarakat," kata Agus saat peresmian HBI ke-76 di Kampus Politeknik Imigrasi (Poltekim), Kota Tangerang, Banten.
Selanjutnya, Menteri Imigrasi ingin setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki kantor imigrasi sendiri. Agus menargetkan langkah ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan keimigrasian.
"Harapannya nanti seluruh kabupaten/kota di Indonesia ada kantor imigrasi sehingga lebih memudahkan masyarakat yang memerlukan pelayanan imigrasi," ujarnya.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Agus berharap penambahan jumlah kantor imigrasi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 realisasi PNBP mencapai Rp10,45 triliun atau tumbuh sebesar 16,08 persen.
"Target penerimaan PNBP sebesar Rp8,5 triliun. Dengan penambahan kantor imigrasi, mudah-mudahan penerimaan PNBP dapat terus meningkat," ujarnya.
Pemerintah Indonesia juga meresmikan 18 kantor imigrasi baru di berbagai daerah, termasuk Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali di Provinsi Sulawesi Tengah dan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blora di Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Agus, penambahan kantor imigrasi ini bertujuan untuk semakin mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat. Saat ini, satu kantor imigrasi hanya dapat melayani beberapa kota dan kabupaten, sehingga akses pelayanan dinilai belum optimal.
"Dengan adanya kantor imigrasi baru ini, pelayanan keimigrasian di daerah diharapkan menjadi lebih dekat, cepat, dan mudah dijangkau masyarakat," kata Agus saat peresmian HBI ke-76 di Kampus Politeknik Imigrasi (Poltekim), Kota Tangerang, Banten.
Selanjutnya, Menteri Imigrasi ingin setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki kantor imigrasi sendiri. Agus menargetkan langkah ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan keimigrasian.
"Harapannya nanti seluruh kabupaten/kota di Indonesia ada kantor imigrasi sehingga lebih memudahkan masyarakat yang memerlukan pelayanan imigrasi," ujarnya.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Agus berharap penambahan jumlah kantor imigrasi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 realisasi PNBP mencapai Rp10,45 triliun atau tumbuh sebesar 16,08 persen.
"Target penerimaan PNBP sebesar Rp8,5 triliun. Dengan penambahan kantor imigrasi, mudah-mudahan penerimaan PNBP dapat terus meningkat," ujarnya.
Pemerintah Indonesia juga meresmikan 18 kantor imigrasi baru di berbagai daerah, termasuk Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali di Provinsi Sulawesi Tengah dan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blora di Provinsi Jawa Tengah.