Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengatakan ada ratusan ribu hektare hutan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang disalahgunakan. Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) sedang menyelidiki hal tersebut.
Menurutnya, sekitar 358 ribu hektare hutan di Aceh digunakan bukan untuk kepentingan seharusnya. Sementara itu, 884 ribu hektare hutan di Sumatera Utara juga disalahgunakan. Di Sumbar, ada 357 hektare hutan yang digunakan untuk kawasan tidak hutan.
"Kami sampaikan pula bahwa data tata guna lahan tingkat provinsi baik di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," kata Nusron di Rapat Kerja dengan Komisi II, Senayan, Jakarta Pusat.
Nusron menjelaskan bahwa banyak area hutan yang digunakan untuk kepentingan tambang. Dia juga menyebutkan bahwa ratusan hektare hutan yang disalahgunakan itu tengah diselidiki Satgas PKH sebagai penyebab terjadinya banjir di daerah tersebut.
"Salah satunya terlalu banyak adanya izin IPPKH untuk kepentingan tambang dan kepentingan-kepentingan non-kehutanan yang lain," imbuhnya.
Menurutnya, sekitar 358 ribu hektare hutan di Aceh digunakan bukan untuk kepentingan seharusnya. Sementara itu, 884 ribu hektare hutan di Sumatera Utara juga disalahgunakan. Di Sumbar, ada 357 hektare hutan yang digunakan untuk kawasan tidak hutan.
"Kami sampaikan pula bahwa data tata guna lahan tingkat provinsi baik di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," kata Nusron di Rapat Kerja dengan Komisi II, Senayan, Jakarta Pusat.
Nusron menjelaskan bahwa banyak area hutan yang digunakan untuk kepentingan tambang. Dia juga menyebutkan bahwa ratusan hektare hutan yang disalahgunakan itu tengah diselidiki Satgas PKH sebagai penyebab terjadinya banjir di daerah tersebut.
"Salah satunya terlalu banyak adanya izin IPPKH untuk kepentingan tambang dan kepentingan-kepentingan non-kehutanan yang lain," imbuhnya.