Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, tokoh yang bertemu Presiden Prabowo Subianto bukanlah oposisi partai politik. Menurutnya, mereka adalah para tokoh masyarakat dan cendekiawan yang terbuka untuk berdialog dengan presiden.
Pada pertemuan di kediaman Kartanegara, ada beberapa tokoh seperti peneliti BRIN Siti Zuhro dan eks Kabareskrim Susno Duadji. Mereka memberikan masukan kepada Presiden tentang sejumlah isu mulai pemilu hingga penegakan hukum.
Pras menyebutkan bahwa diskusi di pertemuan itu mencakup masalah kepemiluan, penegakan hukum, dan hal-hal lain yang terkait dengan kepentingan rakyat. Menurutnya, capaian program pemerintah dalam setahun lebih kepemimpinan berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan tokoh-tokoh yang mengeklaim sebagai oposisi pemerintah pada Jumat lalu. Ia menyebutkan bahwa pertemuan itu membahas tentang bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak.
Namun, Pras menegaskan bahwa tidak ada tokoh yang dikatakan sebagai oposisi di pertemuan itu. Menurutnya, mereka adalah para tokoh masyarakat dan cendekiawan yang terbuka untuk berdialog dengan presiden.
Pada pertemuan di kediaman Kartanegara, ada beberapa tokoh seperti peneliti BRIN Siti Zuhro dan eks Kabareskrim Susno Duadji. Mereka memberikan masukan kepada Presiden tentang sejumlah isu mulai pemilu hingga penegakan hukum.
Pras menyebutkan bahwa diskusi di pertemuan itu mencakup masalah kepemiluan, penegakan hukum, dan hal-hal lain yang terkait dengan kepentingan rakyat. Menurutnya, capaian program pemerintah dalam setahun lebih kepemimpinan berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan tokoh-tokoh yang mengeklaim sebagai oposisi pemerintah pada Jumat lalu. Ia menyebutkan bahwa pertemuan itu membahas tentang bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak.
Namun, Pras menegaskan bahwa tidak ada tokoh yang dikatakan sebagai oposisi di pertemuan itu. Menurutnya, mereka adalah para tokoh masyarakat dan cendekiawan yang terbuka untuk berdialog dengan presiden.