Jatuhnya standar hidup kelas menengah yang semakin sulit dicapai, mengingat kondisi ekonomi yang meningkat. Mereka bukanlah orang miskin yang memerlukan bantuan, melainkan tidak cukup kaya untuk memiliki rasa aman finansial. "Yang enggak bisa punya rumah itu kelas menengah," kata Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan spesialnya, Mens Rea.
Pandji menggambarkan kelas menengah sebagai kelompok yang terjebak dalam sistem yang serba tanggung. Tidak cukup miskin untuk mendapat bantuan, tetapi tidak cukup kaya untuk memiliki rasa aman finansial. Salah satu contoh paling kuat adalah persoalan kepemilikan rumah yang justru menjadi masalah eksklusif kelas menengah.
"Memiliki rumah adalah masalah eksklusif kelas menengah," kata Pandji. "Orang kaya nggak punya masalah ini, DPR nggak punya masalah ini, orang miskin juga nggak punya masalah ini karena ada program perumahan rakyat." Pada akhirnya, kata Pandji, "Yang enggak bisa punya rumah itu kelas menengah."
Fenomena harga rumah yang semakin meningkat juga membuat kelas menengah menjadi sangat krisis. Seperti slogan iklan perumahan yang sering kita dengar: "Hari Senin harga naik." Karena pada akhirnya, kata Pandji, "Rumah itu kebutuhan primer. Pantesan aja kita enggak bisa punya rumah, orang Senin harganya naik mulu."
Kegelisahan ini sejatinya tidak berdiri sendiri di Indonesia. Di berbagai negara, kelas menengah juga menghadapi tekanan yang sama. Oleh karena itu, penting untuk melihat apa sebenarnya standar atau ciri-ciri kelas menengah yang selama ini dijadikan tolok ukur.
Berikut adalah beberapa ciri-ciri dan standar kelas menengah yang perlu kamu ketahui:
1. Memiliki rumah sendiri.
2. Memiliki kendaraan pribadi.
Namun, menurut Pandji, keduanya justru menjadi standar yang sulit dicapai oleh kelas menengah saat ini. Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa standar hidup kelas menengah yang semakin sulit digapai, bukanlah hal yang bisa diubah dengan mudah.
Pandji menggambarkan kelas menengah sebagai kelompok yang terjebak dalam sistem yang serba tanggung. Tidak cukup miskin untuk mendapat bantuan, tetapi tidak cukup kaya untuk memiliki rasa aman finansial. Salah satu contoh paling kuat adalah persoalan kepemilikan rumah yang justru menjadi masalah eksklusif kelas menengah.
"Memiliki rumah adalah masalah eksklusif kelas menengah," kata Pandji. "Orang kaya nggak punya masalah ini, DPR nggak punya masalah ini, orang miskin juga nggak punya masalah ini karena ada program perumahan rakyat." Pada akhirnya, kata Pandji, "Yang enggak bisa punya rumah itu kelas menengah."
Fenomena harga rumah yang semakin meningkat juga membuat kelas menengah menjadi sangat krisis. Seperti slogan iklan perumahan yang sering kita dengar: "Hari Senin harga naik." Karena pada akhirnya, kata Pandji, "Rumah itu kebutuhan primer. Pantesan aja kita enggak bisa punya rumah, orang Senin harganya naik mulu."
Kegelisahan ini sejatinya tidak berdiri sendiri di Indonesia. Di berbagai negara, kelas menengah juga menghadapi tekanan yang sama. Oleh karena itu, penting untuk melihat apa sebenarnya standar atau ciri-ciri kelas menengah yang selama ini dijadikan tolok ukur.
Berikut adalah beberapa ciri-ciri dan standar kelas menengah yang perlu kamu ketahui:
1. Memiliki rumah sendiri.
2. Memiliki kendaraan pribadi.
Namun, menurut Pandji, keduanya justru menjadi standar yang sulit dicapai oleh kelas menengah saat ini. Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa standar hidup kelas menengah yang semakin sulit digapai, bukanlah hal yang bisa diubah dengan mudah.