Menprin Ungkap Penyebab RI Bergantung pada Impor Patu Ubi Kayu

Jepang Jadi Ekselon 1 Impor Pati Ubi Kayu Nasional

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui, Indonesia masih bergantung pada impor pati ubi kayu untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Meskipun produksi domestik telah mencapai 79 persen pasar, terdapat masalah kualitas dan spesifikasi produk yang perlu diselesaikan.

"Jepang menjadi salah satu ekselon 1 impor pati ubi kayu nasional," kata Agus Gumiwang saat acara Business Matching Pati Ubi Kayu di Jakarta. "Industri dalam negeri masih kalah bersaing dengan produk impor. Jepang memiliki kemampuan teknologi yang lebih maju dan bisa menawarkan spesifikasi pati ubi kayu yang sesuai untuk kebutuhan industri."

Data perdagangan hingga November 2025 menunjukkan nilai impor pati ubi kayu mencapai $73,8 juta. Sementara itu, ekspor komoditas ini naik signifikan menjadi $18,7 juta.

Upaya pemerintah untuk mengatasi ketergantungan impor adalah melalui sinergi erat antara produsen dan industri pengguna. Kegiatan Business Matching diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri pati ubi kayu nasional.

"Industri dalam negeri harus melakukan diversifikasi atas spesifikasi yang diperlukan oleh industri pengguna," kata Agus Gumiwang. "Dengan demikian, industri pengguna mendapatkan jaminan pasokan bahan baku dengan kualitas yang sesuai langsung dari produsen lokal."

Menteri Perindustrian juga mengapresiasi langkah pelaku industri dan berharap tercipta sinergi yang kuat lewat business matching.
 
πŸ€” pati ubi kayu, apa lagi yang perlu diperhatikan? sebenarnya aku pikir masalahnya bukan soal teknologi, tapi lebih kepada strategi bisnis. kalau Jepang bisa menjadi ekselon 1 impor pati ubi kayu nasional, itu berarti mereka memiliki strategi bisnis yang tepat untuk memenangkan pasar ini. seperti bagaimana mereka menawarkan harga yang kompetitif, memiliki jaringan distribusi yang baik, atau bahkan memiliki inovasi teknologi yang bisa meningkatkan kualitas pati ubi kayu.

sebenarnya aku pikir pemerintah harus lebih fokus pada membangun industri pati ubi kayu nasional sendiri, bukan hanya bergantung pada impor. seperti apa strategi bisnis yang tepat untuk meningkatkan daya saing industri pati ubi kayu ini? bagaimana cara kita bisa menawarkan harga yang kompetitif dan memiliki jaringan distribusi yang baik di dalam negeri? itu yang perlu diperhatikan, bukan hanya soal teknologi. πŸ€“
 
Gak bisa banget sama Jepang, ya! Mereka udah jadi ekselon 1 impor pati ubi kayu nasional... Maksudnya, produksi domestik kita masih banyak kalah dengan impor dari Jepang πŸ˜‚. Kualitas dan spesifikasi produknya terlalu bagus, bahkan kompetitor kita di dalam negeri kurang bisa dipertahankan. Gak sabar nanti kita bisa membuat produksi sendiri yang lebih baik lagi! πŸ’ͺπŸΌπŸ‘
 
Kalau gini, Jepang jadiekselon 1 impor pati ubi kayu nasional ya! 🀯 Masih banyak masalah kualitas di Indonesia kan? πŸ€” Kita harus memperbaiki itu sih, bukan hanya tergantung pada impor. 🌎 Mau naik level industri kita sendiri deh, bukan selalu berbeli dari luar! πŸ’ͺ Industri dalam negeri harus berusaha lebih baik lagi, ya! πŸ“ˆ
 
Gue penasaran sih, apa caranya produksi domestik itu bisa meningkat lebih cepat kalau nggak ada perubahan seperti ini? Jepang punya teknologi yang lebih maju kayaknya, tapi gue rasa Indonesia juga punya keunggulan sendiri di bidang ini. Gue pikir jika kita fokus pada pengembangan teknologi dan penelitian serta R&D, nanti produksi domestik kita bisa meningkat jauh lebih cepat! πŸ€”πŸ’‘
 
Gue pikir gini, kalau kita masih bergantung pada impor pati ubi kayu, itu artinya kita belum siap banget untuk mengatasi kesulitan dalam industri ini πŸ˜•. Gue ingat saat gue kuliah, kita diharuskan belajar tentang produksi pati ubi kayu dan bagaimana cara meningkatkannya agar lebih kompetitif dengan impor. Nah, kini masih banyak yang tergantung pada impor, itu bukan mainan ya πŸ€”.

Gue juga penasaran, siapa-siap produsen dan industri pengguna dalam business matching ini? Gue harap mereka sudah siap untuk berbagi teknologi dan pengetahuan agar produksi pati ubi kayu kita bisa meningkat. Kita butuh waktu dan usaha lebih lama untuk mengatasi ketergantungan impor, tapi itu tidak boleh menyerah πŸ˜….
 
Gimana sih caranya pemerintah bisa langsung memilih Jepang sebagai salah satu ekselon 1 impor pati ubi kayu nasional? Tidak ada lagi pertimbangan lain dari produsen lokal ya? Belum ada program untuk meningkatkan teknologi dan kemampuan industri domestik? Mungkin pemerintah harus lebih serius dalam menyelamatkan industri ini agar tidak terus bergantung pada impor... πŸ’”
 
Jepang jadi ekselon 1 impor pati ubi kayu nasional, itu lumayan ngga? Kita masih bergantung pada impor kayaknya, padahal produksi di dalam negeri udah 79 persen ya... Mau bisa mengatasi ketergantungan impor itu kayakapa? Mesti ada cara biar domestik produksi pati ubi kayu lebih maju kayak Jepang yang punya teknologi dan spesifikasi yang bagus. Saya rasa kita harus melakukan beberapa hal biar industri dalam negeri bisa daya saing dengan impor kayaknya, misalnya bisa melakukan diversifikasi spesifikasi yang dibutuhkan oleh industri pengguna. Biar mereka mendapatkan jaminan pasokan bahan baku dengan kualitas yang bagus langsung dari produsen lokal aja...
 
Aku rasa kalau pemerintah lagi nanggung kayaknya, kalo tidak punya strategi yang tepat lagi impor pati ubi kayu. Jepang jadi ekselon 1 importernya, tapi kita masih harus impor dari luar negeri? Gua pikir Indonesia bisa buat sendiri di dalam negerinya, sih. Industri domestiknya sudah 79 persen, apa yang salah ya? Perlu konsultasi dengan ahli teknologi atau apa?
 
πŸ€” Gue rasa ini gak adem banget. Produksi ubi kayu kita udah banyak, tapi impor masih menjadi salah satu sumbernya? Kalau produksi udah 79 persen, kenapa kita masih bergantung pada import? πŸ€·β€β™‚οΈ

Dan yang paling gue takut, kehambatan kualitas produk dari industri domestik. Jepang udah jadi ekselon 1 impor ubi kayu nasional... apa itu artinya? Kita tidak bisa lagi terlalu berharap pada kemampuan industri kita sendiri πŸ€¦β€β™‚οΈ.

Mungkin kalau industri kita bisa lebih kompetitif, maka impor tidak akan menjadi permasalahan besar. Tapi sekarang gue rasa masih banyak hal yang harus diatasi sebelum itu bisa terlaksana πŸ’ͺ.
 
Gue pikir kontrak impor pati ubi kayu nasional ini bukan mainan, tapi ada ketergantungan Indonesia pada impor itu terlalu parah nih... Jepang bisa jadi ekselon 1 importernya tapi apa kalo kita Indonesia jadi semakin tergantung? Gue rasa perlu ada kebijakan yang lebih matang untuk meningkatkan produksi ubi kayu di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor. Jangan hanya fokus pada teknologi, tapi juga tentang peningkatan keefektifan sistem produksi kita sendiri...
 
Gue jadi penasaran nih, apa karna gue lihat Jepang jadi ekselon 1 impor pati ubi kayu nasional, tapi gue tahu Indonesia punya potensi besar dalam produksi pati ubi kayu sendiri. Kalo industri kita bisa meningkatkan kualitas dan spesifikasi produknya, pasti kaya bisa mengalahi impor Jepang. Tapi, apa yang diharapkan dari pemerintah? Gue rasa harus ada langkah-langkah yang lebih efektif untuk membantu industri kita meningkatkan kemampuan tersebut.
 
LOL, AKHIRNYA INDONESIA BISA MENJADI PRODUKSI PERTAMA PATI UBI KAYU NASIONAL! 🀩 SEBENARNYA, JEPANG BANGET NYA MENERIMA IMPOR PATI UBI KAYU INDONESIA. PERLU NYA? TAPI ADA ALASANNYA YG MASIH PRODUKSI DOMESTIK 79% PASAR... TAPI MASIH BANYAK MASALAH DENGAN KUALITAS DAN SPESIFIKASI PRODUK. MUSIH PRODUKSI INDONESIA SEMUA NYA DIBAWA TEROBOSAN! πŸ˜‚
 
hebatnya sih ya, Jepang bisa menjadi ekselon 1 impor pati ubi kayu nasional 😊. mungkin perlu kita konsultasikan dengan produsen lokal lain di Indonesia juga, jadi kita bisa memiliki spesifikasi pati ubi kayu yang sesuai untuk kebutuhan industri domestik. dan saya rasa ini salah satu contoh bagaimana negara maju seperti Jepang bisa membantu Indonesia meningkatkan kualitas industri kita 🀝. kalau kita bisa melihat keunggulan negara lain dengan cara positif, mungkin nanti kita bisa menemukan solusi yang lebih baik untuk masalah kualitas pati ubi kayu kita 😊.
 
Jepang punya teknologi maju kan? Maksudnya mereka bisa buat pati ubi kayu dengan spesifikasi apa aja? Jangan salah, kita Indonesia udah banyak produksi pati ubi kayu, tapi lagi-lagi kualitasnya belum sempurna. Makasih atas informasi, bro! πŸ€”πŸ“Š
 
Wah, pati ubi kayu kok masih banyak impor dari Jepang? Mungkin mereka punya teknologi yang lebih canggih di bidang itu πŸ€”. Saya pikir kita harus meningkatkan inovasi dan teknologi di Indonesia agar bisa bersaing dengan produk impor. Kalau produsen lokal bisa membuat pati ubi kayu dengan kualitas yang sama seperti impor, mungkin lebih baik lagi untuk industri pengguna πŸ€‘. Tapi, kalau Jepang kok masih banyak impor ke Indonesia, itu berarti mereka punya keragaman produk yang luas juga ya? Mungkin kita bisa belajar dari mereka tentang bagaimana meningkatkan inovasi dan produksi di bidang pati ubi kayu πŸ€“.
 
Gak sabar banget dengerinipun kalau Jepang masuk ke dalam daftar impor pati ubi kayu utama di Indonesia 🀩. Tapi, kita harus sadar bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki, seperti kualitas dan spesifikasi produk. Industry lokal masih jauh belakang industry impor, terutama karena teknologi yang digunakan lebih canggih. Maka dari itu, upaya pemerintah untuk meningkatkan sinergi antara produsen dan industri pengguna pati ubi kayu sangat penting πŸ“ˆ.

Tapi apa yang bisa kita lakukan sendiri? Kita harus meningkatkan kualitas produk lokal dan mencari pasar di luar negeri juga. Jangan cuma fokus pada impor, tapi juga harus memiliki visi untuk menjadi ekselon 1 dalam industri pati ubi kayu nasional 🌟. Dengan demikian, kita bisa mengurangi ketergantungan impor dan menjadi lebih mandirikan.
 
aku pikir ini semacam konspirasi ya... menteri perindustri itu bilang indonesia masih bergantung pada impor pati ubi kayu, tapi siapa yang tahu apa yang sebenarnya terjadi? mungkin ada orang suka memanfaatkan pasar kita ya... dan jepang menjadi salah satu "ekselon 1" impor pati ubi kayu nasional, makanya mereka bisa menawarkan spesifikasi yang lebih baik? toh bagaimana kalau kita tahu siapa-siapa yang benar-benar memiliki kekuasaan di balik industri ini? πŸ€‘πŸ€”
 
kembali
Top