Menprin Ungkap Penyebab RI Bergantung pada Impor Patu Ubi Kayu

Pemerintah tetap membutuhkan impor pati ubi kayu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Meski produksi domestik telah menguasai 79 persen pasar, masih ada persoalan kualitas dan spesifikasi produk yang perlu diselesaikan.

Berdasarkan data perdagangan, nilai impor pati ubi kayu Indonesia mencapai 73,8 juta dolar AS. Namun, ekspor komoditas ini naik signifikan menjadi 18,7 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa industri masih kalah bersaing dengan produk impor.

Untuk mengatasi ketergantungan impor, pemerintah mendorong sinergi lebih erat antara produsen dan industri pengguna. Salah satu upayanya adalah melalui mekanisme Neraca Komoditas (NK) dan kegiatan Business Matching. Tujuannya agar industri pengguna mendapat jaminan pasokan bahan baku dengan kualitas yang sesuai langsung dari produsen lokal.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi langkah pelaku industri dan berharap tercipta sinergi yang kuat lewat business matching. Dia berharap ini dapat memperkuat daya saing dan mendukung kemandirian industri nasional.
 
Pemerintah Indonesia semakin terjebak dalam kesalahpahaman ini... Mesti ada strategi yang lebih baik buat meningkatkan produksi ubi kayu sendiri, bukannya terus tergantung impor. Dulu aja 79 persen bisa dipasarkan sendiri, tapi kini masih ada masalah kualitas dan spesifikasi? Boleh jadi pemerintah harus ngebawa dulu para produsen kegiatan Business Matching dan Neraca Komoditas ini agar mereka punya kesempatan untuk menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif. Dan kalau industry pengguna sudah terjamin pasokan bahan baku, pasti bisa meningkatkan kualitas pemasaran sendiri... 🤔🌾
 
Kalau lihat gampang banget, impor pati ubi kayu masih banyak deh! Sih 79 persen pasarnya dihasilkan dari produksi domestik aja, tapi gak ada yang pasti kualitasnya. Jadi, pemerintah malah terus membutuhkan impor. Nanti apa lagi, kalau impor punya masalah? 🤔
 
🤔 aku pikir kalau pemerintah harus lebih agresif dalam mendorong produksi pati ubi kayu domestik, bukan hanya berbicara tentang sinergi antar produsen dan pengguna. gimana kalau ada program bantuan yang lebih besar untuk para petani ubi kayu kecil, sehingga mereka bisa meningkatkan kualitas produksinya? itu akan membantu meningkatkan kualitas impor dan mengurangi ketergantungan pada impor. 📈
 
Gini kalau kita lihat, Indonesia udah punya kemampuan untuk menghasilkan 79% pasar pati ubi kayu sendiri, tapi masih ada masalah kualitas dan spesifikasi produk yang belum terpecahkan 🤔. Kita harus fokus agar industri lokal bisa meningkatkan kualitasnya agar kompetitif dengan impor ya 😊. Menteri Perindustrian yang jujur, dia ingin menumbuhkan sinergi antara produsen dan pengguna, sehingga kita bisa mendapatkan pasokan bahan baku dengan kualitas yang baik langsung dari produsen lokal. Kita harus percaya diri dan mendukung industri lokal ya 💪
 
Maksudnya pemerintah masih punya kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk pati ubi kayu lokal. Kalau gak bisa, pasti kita akan terus import dari luar negeri. Nanti bagaimana caranya kalau harga naik? 🤔

Aku pikir penting juga banget membuat promosi produk lokal di pasar nasional, ngerasa kayaknya banyak orang yang tidak tahu bahwa pati ubi kayu produksi lokal sudah ada dan berkualitas. Mereka harus lebih serius dalam menyiapkan strategi promosi yang tepat, biar orang-orang bisa memperkenalkan produk lokal ini ke pasar. 💡
 
Gak bisa paham kenapa lagi impor pati ubi kayu? Udah cukup banyak produksi di dalam negeri, kan? 79 persen pasar apa itu? Makanya harus impor apa lagi? 🤔

Saya pikir salah satu masalahnya adalah harga. Pati ubi kayu yang impor jauh lebih murah dari hasil produksi domestik. Tapi mungkin ada hal lain yang membuat pemerintah tetap butuh impornya... Saya rasa perlu ada penelitian lebih lanjut tentang kualitas dan spesifikasi produk itu.
 
Gue pikir kalau produsen ubi kayu Indonesia harus lebih berinventif lagi, jangan hanya fokus pada meningkatkan pasar domestik aja. Gue tahu produksi mereka sudah banyak, tapi gue ragu apakah kualitasnya masih bagus? gimana caranya jika produsen lokal bisa memenuhi spesifikasi yang diharapkan oleh industri pengguna? mungkin perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut sebelum meningkatkan pasar impor. 🤔
 
Gue rasa pemerintah harus fokus pada hal lain nih, kalau produksi domestik udah banyak banget, tapi impor masih jadi opsi. Gue pikir gede naiknya harga di pasar bisa menjadi factor yang membuat produsen lokal sulit bersaing dengan impor. Kita harus ambil langkah untuk meningkatkan kualitas produk nasional terlebih dahulu sebelum membutuhkan impor lagi. 🤔
 
Gue pikir pemerintah udah salah cari strategi untuk meningkatkan produksi pati ubi kayu di Indonesia. Kalau udah 79 persen pasarnya dihasilkan dari produksi lokal, apa yang harus diperbaiki lagi? Ada masalah kualitas dan spesifikasi produk aja, kalau gak ada masalah itu apa, impor pati ubi kayu masih perlu dibutuhkan. Gue pikir lebih baik buat meningkatkan daya saing produk lokal ya.
 
Hmm, perlu diubah strategi ya? Dulu pemerintah lebih fokus pada meningkatkan produksi domestik, tapi sekarang juga harus mau mengakui bahwa ada produk impor yang lebih baik, ya? Misalnya pati ubi kayu, kalau serius ingin meningkatkan kualitasnya punya contoh di luar negeri aja. Saling berbagi informasi dan pengalaman bisa banget bermanfaat, apa kabar kalian teman-teman di industri pengguna?
 
Uih, aku pikir makin banyak impor bukan solusinya. Mau bikin negara mandiri ya? 🤔 Jika domestik bisa melakukannya dengan baik, mengapa harus bergantung pada luar negeri? Mau jaminan kualitas sama spesifikasi produk apa lagi? Tapi, aku setuju biar ada sinergi antara produsen dan pengguna industri. Semoga bisa meningkatkan daya saing Indonesia di pasar dunia 💪. Tapi, perlu diwaspadai juga biar tidak terjadi manipulasi dari luar. Aku masih ragu-ragu tentang ini... 😐
 
ya, impor pati ubi kayu pasti di butuhkan lagi nih... 79 persen produksi domestik itu luar biasa banget! tapi masih ada kekurangan yang harus diselesaikan, ya? seperti kualitas dan spesifikasi produk. kalau gini, kita tidak akan bisa kompeten dengan impor buat pasar nasional. dan ekspor komoditas ini kayaknya masih agak murang, 18,7 juta dolar AS itu tidak besar sekali. tapi jadi, pemerintah juga sedang mencari cara untuk mengatasi ketergantungan impor nih... melalui business matching dan Neraca Komoditas. semoga ini bisa membantu produsen lokal mendapatkan pasokan bahan bakunya sendiri dengan mutu yang baik, jadi kita bisa meningkatkan daya saing di pasar domestik.
 
Hmm... pati ubi kayu, kan serasa ada banyak lagi yang lebih enak... like ubi jalar? 🤔 Mau mencoba membuat ubi kayu di rumah ni? Belum pernah mencoba, tapi nih hasilnya berapa sih? 🍴 Saya suka ubi jalar lebih banget, kayaknya ubi kayu terlalu keras aja... 💪
 
kembali
Top