Kemlu Ungkap Kendala Berkomunikasi dengan WNI di Iran, Jangan Darah Dinginkan
Menlu Sugiono mengakui bahwa pihaknya mengalami kendala komunikasi dengan warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Iran. Kendala ini mulai terjadi ketika krisis keamanan dan politik di Iran memanas. Meski ada kendala, namun Sugiono menjamin bahwa tidak ada WNI yang terdampak langsung atas kejadian tersebut.
"Komunikasi agak sulit ke Iran, tapi dari informasi terakhir yang saya terima, karena kebanyakan warga negara Indonesia di Iran itu adalah pelajar yang terkonsentrasi di Qom dan Isfahan, laporan yang sampai ke saya tidak banyak WNI yang terdampak," kata Sugiono.
Meski demikian, Sugiono meminta seluruh WNI di Iran untuk bersikap hati-hati dan terus waspada dalam setiap kegiatan sehari-hari. Dia meminta untuk seluruh WNI untuk menjauhi menghindari titik kerusuhan dan tempat yang rawan menjadi demonstrasi.
"Kita harus sampaikan kepada seluruh warga negara Indonesia yang ada di Iran untuk tetap waspada, perhatikan perkembangan situasi, menghindari tempat-tempat atau titik-titik demonstrasi," jelasnya.
Sugiono telah menginstruksikan kepada Duta Besar Indonesia untuk Iran untuk menyiapkan langkah kontingensi untuk menghadapi seluruh kondisi terburuk di tengah krisis politik dan keamanan di Iran. Dia juga sudah menyampaikan kepada Dubes kita di Teheran untuk mempersiapkan langkah-langkah jika sewaktu-waktu evakuasi itu perlu dilakukan.
Meski persiapan telah dilakukan, Sugiono tetap memandang bahwa proses evakuasi kepada seluruh WNI belum perlu dilakukan. Dia berharap para WNI tersebut melaksanakan instruksinya untuk berhati-hati dalam berkehidupan sehari-hari di Iran.
Menlu Sugiono mengakui bahwa pihaknya mengalami kendala komunikasi dengan warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Iran. Kendala ini mulai terjadi ketika krisis keamanan dan politik di Iran memanas. Meski ada kendala, namun Sugiono menjamin bahwa tidak ada WNI yang terdampak langsung atas kejadian tersebut.
"Komunikasi agak sulit ke Iran, tapi dari informasi terakhir yang saya terima, karena kebanyakan warga negara Indonesia di Iran itu adalah pelajar yang terkonsentrasi di Qom dan Isfahan, laporan yang sampai ke saya tidak banyak WNI yang terdampak," kata Sugiono.
Meski demikian, Sugiono meminta seluruh WNI di Iran untuk bersikap hati-hati dan terus waspada dalam setiap kegiatan sehari-hari. Dia meminta untuk seluruh WNI untuk menjauhi menghindari titik kerusuhan dan tempat yang rawan menjadi demonstrasi.
"Kita harus sampaikan kepada seluruh warga negara Indonesia yang ada di Iran untuk tetap waspada, perhatikan perkembangan situasi, menghindari tempat-tempat atau titik-titik demonstrasi," jelasnya.
Sugiono telah menginstruksikan kepada Duta Besar Indonesia untuk Iran untuk menyiapkan langkah kontingensi untuk menghadapi seluruh kondisi terburuk di tengah krisis politik dan keamanan di Iran. Dia juga sudah menyampaikan kepada Dubes kita di Teheran untuk mempersiapkan langkah-langkah jika sewaktu-waktu evakuasi itu perlu dilakukan.
Meski persiapan telah dilakukan, Sugiono tetap memandang bahwa proses evakuasi kepada seluruh WNI belum perlu dilakukan. Dia berharap para WNI tersebut melaksanakan instruksinya untuk berhati-hati dalam berkehidupan sehari-hari di Iran.