Menlu Slowakia Tawarkan Bantuan Indonesia Pengembangan Teknologi Nuklir dengan Penuh Kapasitas
Pemerintah Slowakia melalui Menteri Luar Negeri, Juraj Blanár, telah menawarkan bantuan kepada Indonesia dalam pengembangan teknologi nuklir. Menurut Blanár, Slowakia memiliki lebih dari 60 tahun pengalaman dalam mengembangkan dan mengoperasikan stasiun tenaga nuklir.
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu), Sugiono, di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta Pusat, Blanár menekankan bahwa Slowakia siap untuk membagikan pengalamannya dalam mengembangkan energi nuklir.
"Saya ingin menyatakan bahwa kami memiliki lebih dari 60 tahun pengalaman membangun, mengoperasikan, dan juga menangani beberapa kecelakaan dan penghentian penggunaan stasiun tenaga nuklir," ujar Blanár dalam konferensi pers.
Blanár juga menawarkan bantuan Slowakia untuk Indonesia dalam hal pengembangan infrastruktur pengelolaan air limbah sampai sampah. Menurutnya, banyak tantangan dalam hal negara berkembang dalam infrastruktur tenaga listrik, pengelolaan air, pengelolaan air limbah, dan juga pengelolaan sampah yang sangat dibutuhkan tepat waktu di negara Indonesia.
Selain itu, Blanár juga membuka peluang kerja sama antara Slowakia dan Indonesia dalam sektor pendidikan, yaitu dengan bentuk pertukaran mahasiswa. Menurutnya, segalanya dimulai dengan pendidikan.
Pemerintah Slowakia melalui Menteri Luar Negeri, Juraj Blanár, telah menawarkan bantuan kepada Indonesia dalam pengembangan teknologi nuklir. Menurut Blanár, Slowakia memiliki lebih dari 60 tahun pengalaman dalam mengembangkan dan mengoperasikan stasiun tenaga nuklir.
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu), Sugiono, di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta Pusat, Blanár menekankan bahwa Slowakia siap untuk membagikan pengalamannya dalam mengembangkan energi nuklir.
"Saya ingin menyatakan bahwa kami memiliki lebih dari 60 tahun pengalaman membangun, mengoperasikan, dan juga menangani beberapa kecelakaan dan penghentian penggunaan stasiun tenaga nuklir," ujar Blanár dalam konferensi pers.
Blanár juga menawarkan bantuan Slowakia untuk Indonesia dalam hal pengembangan infrastruktur pengelolaan air limbah sampai sampah. Menurutnya, banyak tantangan dalam hal negara berkembang dalam infrastruktur tenaga listrik, pengelolaan air, pengelolaan air limbah, dan juga pengelolaan sampah yang sangat dibutuhkan tepat waktu di negara Indonesia.
Selain itu, Blanár juga membuka peluang kerja sama antara Slowakia dan Indonesia dalam sektor pendidikan, yaitu dengan bentuk pertukaran mahasiswa. Menurutnya, segalanya dimulai dengan pendidikan.