Menlu: RI Gabung Board of Peace demi Kemerdekaan Palestina

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengatakan Indonesia telah bergabung dengan Dewan Perdamaian (BoP), sebuah lembaga yang dibentuk oleh Presiden AS, Donald Trump untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Menurut Sugiono, keputusan tersebut merupakan refleksi dari keinginan Indonesia terhadap kedaulatan dan kemerdekaan Palestina.

Sugiono menjelaskan bahwa pembentukan BoP memiliki tujuan untuk memperjuangkan solusi damai antara Palestina dan Israel. Namun, Sugiono mengatakan bahwa arah kompas Indonesia tetap berada di dalam solusi dua negara (two-state solution), meskipun proses mencapainya terus berlangsung selama puluhan tahun.

Sementara itu, Wamenlu Arif Havas Oegroseno membantah pendirian BoP yang hanya merupakan wajah dari kepentingan AS dan Israel. Menurutnya, BoP adalah hasil diskusi sejumlah negara Timur Tengah yang kemudian menjadi anggota lembaga tersebut.

Arif menjelaskan bahwa posisi Indonesia sebagai anggota BoP tidak sekadar bersifat pasif, melainkan aktif dalam menyuarakan kepentingan Indonesia untuk perdamaian Palestina. Ia juga menekankan bahwa Indonesia dapat menyampaikan keberatan apabila ada kebijakan atau usulan negara lain yang dinilai tidak sesuai.

Sementara itu, Arif Havas juga mempertanyakan efektivitas Dewan Keamanan PBB (DKPBB) yang telah terbentuk sejak era Perang Dunia Kedua. Ia mengatakan bahwa DKPBB belum mencapai titik berhasil dalam mendamaikan konflik antara Palestina dan Israel, apalagi setelah berdurian selama 70 tahun.
 
Gue pikir kalau gini penting banget Indonesia bergabung dengan BoP, tapi gue juga ragu-ragu kok. Apa sih tujuan gak bisa sama sama? Palestina vs Israel itu konflik yang abis banget, apa Indonesia jadi side yang benar atau salah? Gue pikir arah kompas Indonesia kan jujur berada di dua negara, tapi kalau begitu apakah gede ganjil? Dan siapa bilang Palestina bisa independent?
 
gak enak banget aja... kalau Indonesia ikut Dewan Perdamaian itu, apa maksudnya kembali ke perang lagi? jadi nggak ada solusi dua negara yang terus dipikirkan... tapi kan kita punya kompas yang jujur bahwa Palestina harus mendapatkan kedaulatan... tapi kalau demikian berarti kita ikut campuran dengan AS dan Israel, bukannya kita jadi tidak stabil lagi?
 
ada sih yang terpesona sama cerita ini 🤔. kalau asalnya Presiden AS Donald Trump membuat BoP untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina, tapi sekarang menteri luar negeri pun ikut bergabung dengan BoP. itu seperti menyerupai siapa yang dulu memanggil giliran 🤦‍♂️. dan kan di Indonesia aja already ada perjuangan kemerdekaan Timor, apa keuntungan nggak kalau Indonesia juga ikut 'menghormati' kemerdekaan Palestina? selain itu, saya juga ragu-ragu dengan Wamenlu Arif Havas Oegroseno yang bilang BoP hanya wajah dari kepentingan AS dan Israel. kan nggak boleh nggak nggak, kalau Indonesia ikut bergabung dulu, apa artinya? 🤷‍♂️
 
Gue penasaran apa yang dimaksud dengan "kedaulatan" sih? Jadi nggak Indonesia mau di paksa dengar, tapi lagi-lagi gue nggak paham apa yang dimaksud. Kalau boP itu buat apalagi? Nyambut gue bahwa Indonesia terus menjalin hubungan dengan Israel dan AS, tapi siapa tahu apa yang sebenarnya dimaksudkan. Mungkin gue hanya ngeluh sendiri kayaknya
 
gak percaya, kita Indonesia yang duluan bergabung dengan Dewan Perdamaian (BoP) seperti begitu, sementara arah kompas kita masih di dua negara solusi 🤯. Wamenlu Arif Havas bilangnya sih bukan cuma kepentingan AS dan Israel, tapi itu juga jadi salah satu alasan kita bergabung, kayak apa? 🤔. Tapi, kalau benar-benar ingin perdamaian Palestina, kita perlu fokus pada solusi yang benar, bukannya terus ngelilingi-lingui dengan negara-negara lain 🌐.
 
Gue sibuk nyari nafku di game online, nggak peduli apa kabar dunia 😴. Tapi kayaknya perlu diingat kalau Indonesia kini punya posisi di Dewan Perdamaian (BoP). Menteri Luar Negeri RI Sugiono bilang bahwa ini karena kita ingin kedaulatan dan kemerdekaan Palestina, apa lagi? 🤷‍♂️

Aku nggak tahu siapa yang benar-benar mengarahi BoP ini, tapi gue rasa ada sesuatu yang tidak enak di sini. Wamenlu Arif Havas Oegroseno bilang bahwa BoP hanya wajah dari kepentingan AS dan Israel, kayaknya tidak jelas siapa yang benar-benar menggerakinya 🤔.

Aku pikir ini bisa jadi kesempatan bagi Indonesia untuk lebih aktif dalam menyuarakan pendapat kita. Tapi gue juga nggak tahu siapa yang akan menjadi pelaku di sini, apakah itu AS, Israel, atau Palestina sendiri? 🤷‍♂️

Dan yang paling penting, apa itu BoP ini bisa jadi solusi untuk konflik Palestina dan Israel? Gue rasa masih jauh dari jawabannya 😅.
 
BoP ini apa sih? Indonesia ikut aja nggak punya keinginan sendiri, gini aja kepentingan AS & Israel loh... Menteri luar negeri ya udah salah sapaan sama AS, gini aja yang ada di dada mereka... Kalau sebenarnya Indonesia ingin perangkaian damai Palestina nih, kenapa harus ikut BoP yang hanya wajah dari kepentingan AS & Israel? Kita harus lihat dari mana kekuatan utama ini berasal dan apa itu yang benar-benar ingin dicapai.
 
Saya rasa pilihan Indonesia untuk bergabung dengan BoP ini kayaknya punya arti yang cukup kompleks. Sementara negara-negara lain seperti Timur Tengah sendiri belum bisa menemukan solusi damai, kita Indonesia already join boP. Itu kayakanya Indonesia mau menjadi contoh bagaimana caranya mencapai perdamaian di wilayah tersebut. Tapi apa arti dari itu? Maksudnya, kita Indonesia mau duduk di tengah-tengah konflik Palestina dan Israel, tapi apakah kita benar-benar siap untuk mengambil tindakan yang memadai?
 
🤔 Mau ngomongin soal ini apa? Indonesia gak perlu ngikut-ikuti kepentingan AS aja, kan? Saya pikir pentingnya Palestina itu bukan hanya sekedar tentang kedaulatan atau kemerdekaan, tapi juga tentang bagaimana kita bisa mendorong perdamaian dan kesepakatan yang seimbang. 🌎

Saya liat kalau ada banyak negara di Timur Tengah yang ikut dalam BoP, itu berarti ada sedikit keinginan untuk mencari solusi damai yang sesuai dengan semua pihak. Tapi, apa keberasaan masyarakat Indonesia saat ini? Apakah kita sudah siap untuk mengambil peran aktif dalam mendamaikan konflik Palestina dan Israel? 🤝

Saya rasa itu yang penting bukan soal apakah AS atau Israel memiliki interest dalam BoP atau tidak, tapi bagaimana kita bisa memastikan bahwa Indonesia tidak hanya bersifat penonton, tapi juga menjadi aktor yang efektif dalam mendamaikan konflik ini. 🤯
 
Makasih, aku pikir kalau Indonesia ikut Dewan Perdamaian (BoP) itu benar-benar penting ya. Tapi aku masih ragu-ragu, karena aku penasaran apa yang sebenarnya tujuannya? 🤔

Aku buat diagramnya seperti ini:


+---------------+
| Indonesia |
| ikut BoP |
| untuk damai |
+---------------+
|
| (Tujuan: Kemerdekaan Palestina)
v
+---------------+ +---------------+
| | | |
| Proses | | Diskusi |
| 2 Negara | | Timur Tengah |
| Solution | | (negara-negara)|
+---------------+ +---------------+

Aku pikir ada keberatan dari Wamenlu Arif Havas Oegroseno yang benar-benar harus di perhatikan. Ia bilang BoP hanya wajah kepentingan AS dan Israel, tapi aku masih ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di baliknya 🤷‍♂️
 
Boi, siapa yang percaya kalau Indonesia kan masuk ke Dewan Perdamaian itu? 🤔 Kalo asumsi benar, mesti punya tujuan yang jelas dan tidak terlalu dipengaruhi oleh luar negeri, kan? 🌎 Tapi apa sebenarnya itu Dewan Perdamaian itu? Apakah cuma sekedar wajah AS dan Israel untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina? 🤷‍♂️ Atau benar-benar ada tujuan yang jujur? 😊
 
aku masih ragu kalau boP benar-benar bergabung dengan Indonesia ya? nih, apa yang pasti sih Indonesia memiliki tujuan lain dari kesempatan ini, tapi gak ada jaminan apakah kemudian Indonesia akan bisa memperjuangkan kedaulatan Palestina nyata aja... dan gini juga yang bikin aku khawatir, kalau DKPBB belum pernah berhasil dalam mendamaikan konflik, siapa yang bilang boP bisa berbeda aja?
 
Gue pikir kaya gini si Menteri Luar Negeri nih, Indonesia mau bergabung dengan lembaga yang dibentuk oleh Presiden AS dan Israel untuk mendukung Palestina 🤔. Gue rasa ini masuk akal karena konflik Palestina dan Israel sudah terus berlangsung lama, tapi gue masih ragu apakah kita harus membiayai lembaga ini dengan uang negara kita nih. Dan yang paling gue bingung adalah Wamenlu Arif Havas bilang bahwa BoP hanya wajah dari kepentingan AS dan Israel, itu bukan jadi! 🙄 Gue juga rasa Menteri Luar Negeri ini harus lebih berhati-hati dalam mengumumkan keputusan seperti ini, karena gue rasa ini bisa membuat orang-orang Indonesia menjadi bingung. Saya masih ingin tahu apa yang sebenarnya diharapkan dari kehadiran Indonesia dalam BoP 🤷‍♂️.
 
kembali
Top