Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia akan menyumbangkan Rp1,28 triliun untuk pembangunan Palestina melalui iuran keanggotaan di Dewan Perdamaian (BOP). Namun, pertanyaannya adalah siapa yang bertanggung jawab atas dana tersebut?
Dalam pemaparannya di Kompleks Parlemen Jakarta Pusat, Sugiono mengatakan bahwa pembangunan Palestina tidak dapat dipisahkan dari konflik di Gaza. Ia juga menyebutkan bahwa iuran keanggotaan di BOP bukanlah biaya anggaran yang harus dibayar, melainkan merupakan "kontribusi sukarela".
Sugiono kemudian menegaskan bahwa ada beberapa keuntungan yang didapat oleh para anggota BOP, tetapi ia enggan menjelaskannya secara spesifik. Ia hanya menyebutkan bahwa menjadi anggota BOP membawa keuntungan dalam bentuk akses ke hak keanggotaan permanen.
Dalam pemaparannya di Kompleks Parlemen Jakarta Pusat, Sugiono mengatakan bahwa pembangunan Palestina tidak dapat dipisahkan dari konflik di Gaza. Ia juga menyebutkan bahwa iuran keanggotaan di BOP bukanlah biaya anggaran yang harus dibayar, melainkan merupakan "kontribusi sukarela".
Sugiono kemudian menegaskan bahwa ada beberapa keuntungan yang didapat oleh para anggota BOP, tetapi ia enggan menjelaskannya secara spesifik. Ia hanya menyebutkan bahwa menjadi anggota BOP membawa keuntungan dalam bentuk akses ke hak keanggotaan permanen.