Menlu Klaim Iuran Dewan Perdamaian untuk Bangun Palestina

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia akan menyumbangkan Rp1,28 triliun untuk pembangunan Palestina melalui iuran keanggotaan di Dewan Perdamaian (BOP). Namun, pertanyaannya adalah siapa yang bertanggung jawab atas dana tersebut?

Dalam pemaparannya di Kompleks Parlemen Jakarta Pusat, Sugiono mengatakan bahwa pembangunan Palestina tidak dapat dipisahkan dari konflik di Gaza. Ia juga menyebutkan bahwa iuran keanggotaan di BOP bukanlah biaya anggaran yang harus dibayar, melainkan merupakan "kontribusi sukarela".

Sugiono kemudian menegaskan bahwa ada beberapa keuntungan yang didapat oleh para anggota BOP, tetapi ia enggan menjelaskannya secara spesifik. Ia hanya menyebutkan bahwa menjadi anggota BOP membawa keuntungan dalam bentuk akses ke hak keanggotaan permanen.
 
Gue rasa gini si Menteri Luar Negeri, dia mau donasi uang kita untuk Palestina, tapi gue penasaran siapa yang bakal menerima dana itu? Apakah ada catatan atau akuntabilitas yang jelas tentang penggunaan dana tersebut? Gue khawatir kalau dana itu tidak digunakan secara efektif dan jadi korupsi... 😕
 
Gue rasa kalau Indonesia gak perlu terlibat banyak dana dulu, kalau punya niat untuk bantu Palestina, gue bisa bantu dulu ya di negara sendiri 🤗. Apa keuntungan dari iuran keanggotaan BOP itu? Gue rasa ada yang kurang jelas, apakah ada uang tambahan lagi atau apa? Gue nggak bisa terlalu percaya kalau kontribusi sukarela itu berarti kita gak perlu bayar biaya anggaran juga 🤔.
 
Gue penasaran siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas dana Rp1,28 triliun itu 🤔. Jika hanya "kontribusi sukarela", maka siapa yang akan membagi dan mengelola uang itu? 🤑 Kalau begitu, gue rasa kita harus tahu lebih banyak tentang bagaimana dana tersebut digunakan dan siapa yang nantinya akan bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan dalam penggunaan dana itu 😊.
 
Saya rasa kayaknya kita harus berhati-hati kalo ngerasa ada seseorang yang "minta bantuan" tanpa pastikan siapa yang bertanggung jawab atas dana tersebut. Rp1,28 triliun itu banyak banget, dan aku ingin tahu siapa yang akan menerima dana itu dan bagaimana caranya mereka ngerjain proyek-proyek pembangunan di Palestina. Kalau jadi seperti itu, aku khawatir ada kesempatan untuk korupsi dan tidak efisien.
 
Gue pikir gini, kalau Indonesia mau donasikan Rp1,28 triliun untuk Palestina, maka kita harus tahu siapa yang bertanggung jawab atas uang tersebut, ya? Jangan jadi biar gue keberatan aja, tapi gue ingin tahu. Apakah itu uang negara atau uang swadaya keseharian? Kita tidak bisa tahu apa yang terjadi dengan uang tersebut di Palestina, apalagi kalau ada birokrasi yang membuang-buang uang kita.
 
aku pikir gini, kalau Indonesia mau sumbang Rp1,28 triliun untuk Palestina, kita harus tahu siapa yang bertanggung jawab atas uang tersebut, gak? kan kayaknya ada kesalahpahaman di sini. apalagi ketika Sugiono bilang iuran keanggotaan bukan biaya anggaran, tapi kontribusi sukarela... itu kalau benar, maka kenapa kita harus khawatir dengan dana tersebut? yang penting adalah Palestina bisa mendapatkan bantuan untuk mereka yang membutuhkannya. tapi kita harus pastikan dana tersebut digunakan dengan bijak dan tidak menjadi sumber konflik lagi 🤔💸
 
Dikira-dikir aja siapa yang bertanggung jawab atas dana itu 😕. Kalau bukan dari dana negara, maka dari mana dulu? Maka bisa dipahamin juga kalau ada kekhawatiran. Saya senang Indonesia mau membantu Palestina, tapi kita harus bijak banget ngelakukan ini 🤔. Tapi, yang penting adalah Indonesia bisa terus memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan 💖. Kita juga harus mengikuti prosesnya dengan teliti agar semua sesuai dengan tujuan baik bagi Palestina maupun Indonesia 😊.
 
Gue paham kan kalau Indonesia ingin berkontribusi terhadap perdamaian dunia, tapi gue masih ragu-ragu dengan cara ini. Apa sih yang salah dengan cara ini? Kita justru menyerah dana kita kepada orang lain tanpa tahu pasti bagaimana aksi mereka itu. Dan siapa lagi yang bertanggung jawab kalau ada kesalahan di there? Gue tidak percaya kalau ini cuma sekedar kontribusi sukarela, tapi gue akan menunggu jelasnya sih 🤔.
 
Aku pikir minta klarifikasi dari Sugiono siapa yang benar-benar akan menerima Rp1,28 triliun itu? Apakah itu dari pemerintah, apa lagi? Aku tidak percaya kalau iuran keanggotaan bisa dianggap sebagai "kontribusi sukarela" kalau tidak ada kewajiban yang jelas. Maksudnya, siapa yang akan bertanggung jawab atas dana tersebut kalau ada kesalahan atau penyalahgunaan? Aku khawatir kalau ini hanya untuk menutupi kekurangan dalam pemerintahan kita.
 
Aku rasa siapa yang bertanggung jawab atas dana tersebut kayaknya harus dijawab dengan jelas. Menteri Luar Negeri RI nggak bisa hanya ngatakan kontribusi sukarela dan keuntungan akses hak keanggotaan permanen saja, kalau tidak ada rincian tentang siapa yang akan menerima dana itu dan bagaimana dana itu akan digunakan. Mending jujur dulu, siapa yang bertanggung jawab atas Rp1,28 triliun ini? 🤔
 
kira-kira apa yang diharapkan kita dari penggantian dana itu, siapa lagi yang akan mengurus keuangan tersebut? rasanya kayaknya ada kerumunan tidak jelas tentang hal ini 😐. mungkin perlu dilakukan penjelasan lebih lanjut agar semua orang bisa paham apa yang sebenarnya terjadi dengan uang itu 🤑.
 
Makasih diberitahu tentang dana yang akan dikirimkan ke Palestina. Saya rasa tidak jelas tentang cara kerja nih, siapa yang ngetransaksiono dana tersebut? Ada yang tahu lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan "kontribusi sukarela"? Saya senang bahwa Indonesia ingin membantu, tapi kita harus pastikan dana tersebut digunakan dengan bijak dan tidak ada korupsi.
 
Apa yang ngebakar ngerasa kira-kira ini, siapa yang ngetransfer Rp1,28 triliun untuk Palestina? Tapi nggak ada jawabannya deh... Mungkin kalau kita ambil keuntungan dari akses hak keanggotaan permanen, itu bukan salah satu pilihan yang bisa dibayangkan kan? Kalo akses ke hak keanggotaan permanent itu apa, siapa yang ngetransfer biaya itu? Jadi, nggak ada jawabannya deh...
 
Wah, gini sih, jadi kita harus bayar Rp1,28 triliun demi Palestina kan? Tapi siapa yang nggak tahu siapa sih mereka yang bertanggung jawab atas dana tersebut? Sepertinya ada masalah keuangan di sini 😂. Dan apa arti akses ke hak keanggotaan permanen itu? Maksudnya kita bisa makan nasi putih gratis di Gaza? 😜. Tapi seriously, gini sih caranya Indonesia bisa terlibat dalam konflik di Gaza tanpa ada yang jelas tentang biaya dan keuntungan?
 
kembali
Top