Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menyebutkan bahwa berangkat dari iuran keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (BOP) sebesar 1 miliar dolar AS itu digunakan untuk pembangunan Palestina. Ia menegaskan bahwa ini bukan biaya anggaran sekedar, melainkan upaya untuk dapat menyelesaikan situasi di Gaza dan Palestina.
Sugiono memperjelas bahwa keuangan diawali dari iuran yang terkumpul para anggota BOP. Dia kemudian menantang asal muasal dana tersebut, mengatakan apakah yang membayar uang itu? Apa sumber dana ini? Dan di mana dana tersebut berasal.
Dia juga menjelaskan bahwa keuntungan dari peran Indonesia dalam BOP adalah adanya pengakuan sebagai anggota tetap Dewan Perdamaian. Namun, dia enggan menyebutkan apa saja keuntungan lainnya dari organisasi ini yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sugiono menegaskan bahwa tidak ada kewajiban untuk membayar biaya keanggotaan BOP. Meski demikian, dengan membayar iuran tersebut, Indonesia dapat menjadi anggota permanen di dalamnya.
Sugiono memperjelas bahwa keuangan diawali dari iuran yang terkumpul para anggota BOP. Dia kemudian menantang asal muasal dana tersebut, mengatakan apakah yang membayar uang itu? Apa sumber dana ini? Dan di mana dana tersebut berasal.
Dia juga menjelaskan bahwa keuntungan dari peran Indonesia dalam BOP adalah adanya pengakuan sebagai anggota tetap Dewan Perdamaian. Namun, dia enggan menyebutkan apa saja keuntungan lainnya dari organisasi ini yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sugiono menegaskan bahwa tidak ada kewajiban untuk membayar biaya keanggotaan BOP. Meski demikian, dengan membayar iuran tersebut, Indonesia dapat menjadi anggota permanen di dalamnya.