Menlu Sugiono menjelaskan bahwa Traktat Keamanan Bersama antara Indonesia dan Australia tidak merupakan pakta militer, melainkan hasil konsultasi kedua negara. Menurutnya, perjanjian ini merupakan hasil dari penghormatan masing-masing pihak terhadap integritas wilayah dan kedaulatan masing-masing negara.
Yang menarik, Sugiono menjelaskan bahwa traktat ini bukanlah sesuatu yang baru. Dia mengatakan sudah ada traktat antara RI dan Australia yang ditandatangani PM Australia ke-24 Paul Keating dan Presiden ke-2 RI Soeharto pada Desember 1995.
Menurut Sugiono, perjanjian ini bukan merupakan pakta pertahanan atau pakta militer. Dia menyebut tidak ada kesepakatan ancaman terhadap salah satu negara adalah ancaman bersama. Dengan demikian, traktat ini bukanlah sesuatu yang baru dan modelnya juga kita mengambil dari apa yang disebut Lombok Treaty.
Kemudian Sugiono menjelaskan bahwa traktat ini berisi berbagai forum konsultasi bilateral maupun multilateral yang selama ini telah berjalan. Dia mengatakan kedua negara membangun ruang dialog rutin untuk saling bertukar pandangan soal situasi keamanan dan kepentingan strategis.
Menurut Sugiono, kolaborasi antarnegara menjadi semakin penting di tengah kondisi global saat ini. Dia mengatakan Indonesia dan Australia berharap memiliki pemahaman yang sama terhadap perkembangan global.
Yang menarik, Sugiono menjelaskan bahwa traktat ini bukanlah sesuatu yang baru. Dia mengatakan sudah ada traktat antara RI dan Australia yang ditandatangani PM Australia ke-24 Paul Keating dan Presiden ke-2 RI Soeharto pada Desember 1995.
Menurut Sugiono, perjanjian ini bukan merupakan pakta pertahanan atau pakta militer. Dia menyebut tidak ada kesepakatan ancaman terhadap salah satu negara adalah ancaman bersama. Dengan demikian, traktat ini bukanlah sesuatu yang baru dan modelnya juga kita mengambil dari apa yang disebut Lombok Treaty.
Kemudian Sugiono menjelaskan bahwa traktat ini berisi berbagai forum konsultasi bilateral maupun multilateral yang selama ini telah berjalan. Dia mengatakan kedua negara membangun ruang dialog rutin untuk saling bertukar pandangan soal situasi keamanan dan kepentingan strategis.
Menurut Sugiono, kolaborasi antarnegara menjadi semakin penting di tengah kondisi global saat ini. Dia mengatakan Indonesia dan Australia berharap memiliki pemahaman yang sama terhadap perkembangan global.