Menlu dan Menhan RI akan bertemu dengan Erdogan di Ankara, Turki pada Sabtu (10/1/2026) malam ini. Keduanya juga telah menghadiri pertemuan dua plus dua Indonesia-Turki di tingkat menlu dan menhan besok, Jumat (9/1/2026). Menurut Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mereka akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul pada tanggal 10 Januari.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) antara Presiden Prabowo Subianto dan Erdogan di Bogor, Jawa Barat, pada Februari 2025 lalu. Menlu dan menhan RI akan membahas kerja sama bilateral Indonesia-Turki di sejumlah bidang seperti keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, hingga energi.
Selain itu, mereka juga akan menjelajahi isu-isu regional, Timur Tengah, Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik. Pertemuan dua plus dua Indonesia-Turki ini merupakan pertemuan perdana di tingkat menlu dan menhan untuk kedua negara.
Menurut Yvonne, Indonesia hanya memiliki mekanisme pertemuan dua plus dua dengan beberapa negara saja, seperti Australia, Jepang, RRT, dan Prancis. Dengan demikian, pertemuan ini merupakan kesempatan baru bagi Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan RI untuk mengembangkan kerja sama bilateral dengan Turki.
Pertemuan ini juga disambut dengan undangan langsung kepada Presiden Erdogan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing 8 Countries (D-8) yang akan digelar di Indonesia pada April 2026 mendatang.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) antara Presiden Prabowo Subianto dan Erdogan di Bogor, Jawa Barat, pada Februari 2025 lalu. Menlu dan menhan RI akan membahas kerja sama bilateral Indonesia-Turki di sejumlah bidang seperti keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, hingga energi.
Selain itu, mereka juga akan menjelajahi isu-isu regional, Timur Tengah, Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik. Pertemuan dua plus dua Indonesia-Turki ini merupakan pertemuan perdana di tingkat menlu dan menhan untuk kedua negara.
Menurut Yvonne, Indonesia hanya memiliki mekanisme pertemuan dua plus dua dengan beberapa negara saja, seperti Australia, Jepang, RRT, dan Prancis. Dengan demikian, pertemuan ini merupakan kesempatan baru bagi Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan RI untuk mengembangkan kerja sama bilateral dengan Turki.
Pertemuan ini juga disambut dengan undangan langsung kepada Presiden Erdogan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing 8 Countries (D-8) yang akan digelar di Indonesia pada April 2026 mendatang.