Pertemuan antara Sugiono dan Sjafrie Sjamsoeddin ini bisa dibilang sebagai langkah taktis untuk menguatkan hubungan Indonesia-Turki, tapi nggak bisa dilepaskan dari dinamika politik internasional ya! Pertemuan "two plus two" ini kayaknya membuang-buaan, kenapa nggak langsung jadi anggota D-8 sih?
Atau mungkin Prabowo Subianto yang lagi berbicara dengan Erdogan itu, ada rencana ganti-ganti kerja sama bilateral Indonesia-Turki kan? Saya rasa kalau Indonesia ingin meningkatkan posisinya di dunia internasional, harus lebih sabar dan taktis dalam mengambil langkah-langkah ini.
Dan apa sih konsekuensi jika Presiden Erdogan datang ke Konferensi Tingkat Tinggi D-8? Apakah ini akan memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk memperbanyak kesempatan kerja sama dengan Turki? Atau mungkin ini adalah langkah untuk mengancam posisi Jepang dan Australia yang sudah ada di Indonesia ya?