Menkeu Purbaya evaluasi anggaran MBG pekan depan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa dia akan mengevaluasi rencana anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan dana terserap secara optimal. Anggaran MBG tahun ini masih dialokasikan sebesar Rp335 triliun, namun Purbaya akan meninjau kembali rencana tersebut untuk menghindari "double counting".

Dalam pertemuan dengan wartawan, Purbaya menjelaskan bahwa program MBG telah mencapai penyerapan anggaran sebesar Rp51,5 triliun per 31 Desember 2025, yang merupakan 72,5 persen dari total pagu. Anggaran tersebut disalurkan untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil/menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan.

Namun, Purbaya masih memperkirakan bahwa penyerapan anggaran program MBG tahun ini tidak akan terserap secara penuh, dengan proyeksi penyerapan setidaknya berkisar Rp200 triliun. Dia juga menekankan bahwa program MBG adalah program yang bermanfaat dan akan dukung oleh pemerintah untuk menjalankannya secara maksimal.

Purbaya juga menyatakan bahwa belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga hanya sebesar Rp268 triliun, sementara sisanya dicadangkan. Dia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran untuk program-program sosial seperti MBG.

Kinerja program MBG masih di bawah target, dengan penyerapan hanya 56,13 juta dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi. Namun, Purbaya tetap optimis bahwa program ini dapat mencapai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
 
aku pikir mbg tahun ini nggak bisa dipastikan bakal terpenuhi aja, gini punya kinerja 56,13 juta dari target 82,9 juta, itu artinya masih banyak yang gagal masuk program. tapi aku juga rasa mbg penting banget, terutama buat anak-anak dan ibu hamil/menyusui. kalau bisa mampu optimalkan penggunaan anggaran, itu akan lebih baik lagi. aku harap pemerintah bisa jadi lebih proaktif dalam monitoring program-program sosial seperti mbg
 
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum maksimal dalam penyerapan anggaran 🤔. Menurutku, pemerintah harus lebih teliti dalam penggunaan dana dan memastikan bahwa program ini tidak berakhir dengan "double counting" atau penyalahan anggaran. Sementara itu, kinerja program MBG masih di bawah target, yaitu hanya 56,13 juta dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi. Aku pikir ini adalah kesempatan untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan anggaran dan memastikan bahwa program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara maksimal 💸.
 
Mau ngobrol soal MBG sih, ternyata masih ada masalah sama aja... 72,5 persen dari anggaran yang disalurkan kini hanya terserap sebesar Rp51,5 triliun... kan targetnya lebih dari Rp200 triliun? Itu artinya masih banyak lagi biaya yang harus dihadapi, misalnya biaya transportasi, pengadaan makanan, dll. Dan kalau tidak beres maka ada risiko double counting, sih apa itu? Sepertinya program ini masih perlu diperhatikan agar efisiensi bisa meningkat.
 
aku senang banget program MBG ini aku ngerasa bakal membantu banyak anak-anak kaya gampangnya 💖, tapi aku penasaran mengapa kinerja program ini masih jauh dari target apa yang salah dengannya? 😕 aku pikir mungkin perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut agar bisa meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran. aku juga curuus banget ingin tahu bagaimana program ini bakal dijalankan nanti, semoga bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat 🤞
 
Gue think, apa artinya kinerja program MBG masih bawah target? Tapi, kita harus ingat, program ini masih baru banget! Kita harus berikan kesempatan yang lebih banyak lagi untuk program ini agar bisa menunjukkan kinerjanya. Dan juga, kita harus serius dalam penggunaan anggaran, jangan hanya masukin uang tanpa adanya manfaat nyata. Gue pikir, program MBG adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan itu yang penting! 🤝
 
Pernah bayangin kalo ulekan keuangan negara sampe buang begitu banyak uang sama aja? Skenario seperti MBG yang banyak uang tapi kinerjanya gak bagus, apa lagi kalau adaDouble counting... Semua itu bikin pemerintah jadi nggak percaya sama kebijakan-kebijakannya sendiri

Mungkin ada cara lain buat mengevaluasi program MBG, sementara dia masih teruskan uang kalo gak ada hasil yang nyata... Kalau mau optimalisasi biaya saja, tapi kinerjanya tetap gak enak, apa lagi kalau ada keterlibatan korupsi

Pernah bayangin kalau program MBG itu bisa jadi lebih efektif jika diarahkan untuk pengembangan infrastruktur masing-masing wilayah, bukannya hanya biaya saja... Tapi, nggak tahu apakah pemerintah punya rencana yang lebih matang...
 
ini cerita sgt gampang aja ngomong soal program makan bergizi gratis mbg. saya pikir pemerintah sudah lama banget tidak mengevaluasi keefektifan program ini, jadi aku penasaran siapa yang akan meninjau ulang rencana anggaran mbg. Rp335 triliun nggak terlalu banyak, tapi kalau dijadikan "double counting" itu artinya sisa dana masih ada yang dicadangkan, emang bagus kan? tapi kinerja program mbg masih di bawah target, itu jadi pertanyaan siapa yang salah, pemerintah atau program ini sendiri?
 
Gak sabar banget ya! MBG tahun lalu sudah tidak bisa dipercaya lagi, kan? Tapi menurut Purbaya ini, masih ada peluang untuk kinerja program ini bisa meningkat. Saya rasa pemerintah harus fokus pada efisiensi penggunaan anggaran, jadi bukan cuma biayanya yang dibantu, tapi bagaimana keefektifitasnya dalam memberikan makan bergizi gratis kepada siapa pun yang membutuhkannya. Gak ada gunanya menabung dulu, kan? Jika program ini bisa benar-benar membantunya orang banyak, maka itu adalah keberhasilan besar!
 
Pengelolaan program MBG itu gini ya... Anggaran Rp335 triliun tapi masih ada yang dikadangkan? Artinya, gini aja kalau kalian mau ngelapin dana buat hal lain. Masih banyak yang terutang, bisa dikecilkan pengeluaran program ini juga. Saya pikir target hanya 56 juta penerima pun udah cukup mah, tapi mungkin ada kekurangan lagi apa?
 
Bodoh lah, apa lagi kejadian ini? Menteri Keuangan punya pekerjaan yang berat banget, harus ngevaluasi rencana anggaran MBG dan apa lagi ada yang salah... Nah, aku pikir kalau program MBG ini hanya bagian dari skema untuk memanfaatkan dana negara. Kita tahu aja bahwa pemerintah selalu ingin menghemat biaya, tapi sepertinya ini bukan tentang kebaikan hati, tapi tentang cara mereka bisa menghemat uang negara... Dan kalau kita lihat aja, penyerapan anggaran ini hanya sekitar 72,5% dari total pagu, itu berarti ada banyak dana yang masih dicadangkan... Aku tidak percaya kalau program ini benar-benar untuk kebaikan masyarakat. 🤔💸
 
Saya ngerasa sedang belanja di pasar kebun apel di daerah Sragen, Jawa Tengah, kemarin. Ada keduanya yang jual buah apel murah-murah sekali, tapi gak tahu siapa yang benar-benar murah. Saya pikir pasti ada salah satu yang lempar apel ke luar meja buangannya biar bisa ditawar secara online 😂. Kalo saya nanti kesana lagi, saya akan meminta informasinya dari penjual apel itu.

Saya ngerasa juga perlu memeriksa kembali aplikasi Makan Bergizi Gratis itu apakah benar-benar sudah bisa mengirimkan pesanan makanan bergizi ke rumah atau tidak. Saya suka makanan bergizi, tapi saya pikir harus ada cara yang lebih mudah dan efisien untuk memesannya, bukan harus repot-repot datang langsung ke tempat pengelola program itu 😅.
 
aku pikir masih ada kesempatan bagus untuk penyerapan anggaran MBG tahun ini, misalnya karena banyak sekolah yang belum mendapatkan fasilitas atau sumber daya yang memadai untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis dengan optimal 🤔. tapi aku setuju bahwa diperlukan evaluasi yang matang dan teliti agar anggaran tidak double counting ya 😊. aku harap pemerintah dapat memberikan solusi yang efektif dan membuat penyerapan anggaran tahun ini tidak terlambat, biar semua siswa muda bisa mendapatkan makan bergizi gratis yang memadai 🍴👍.
 
Kalau ngerasa program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih jorok, aku pikir birokrasi kok terlalu banyak menghalangi dana untuk hal-hal penting seperti itu. Siapa tahu kalau kalau bukan karena lembaga-lembaga mikrov dan birokrasi yang 'berjuang' maka program MBG bisa berjalan dengan lebih baik. Kalau ingin efisiensi, mending kurangi birokrasi aja!
 
Mau kejadian apa lagi di dalam pengelolaan anggaran? Menteri Keuangan yang sering membicarakan tentang efisiensi, tapi masih banyak keterlambatan dalam penyelesaian proyek-proyek. Apakah program MBG bukan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nutrisi? Dan apakah kita benar-benar ingin memastikan bahwa dana ini digunakan secara efektif, atau hanya sekedar untuk memenuhi target?
 
program MBG itu nih... aku pikir kalau biar makanan bergizi gratis ada aja, itu sudah bisa dianggap sebagai kebaikan ya.. tapi sih aku juga paham apa yang dilakukan Menkeu Purbaya, harus ada pengevaluasi agar anggaran tidak habis. tapi aku ragu-ragu banget kalau program ini benar-benar efektif atau tidak, karena targetnya jadi jauh dari realitasnya... dan yang penting aja adalah makanan bergizi gratis itu ada buat siapa-siapa yang membutuhkannya, jadi aku masih punya keyakinan besar bahwa program ini bisa membawa manfaat bagi banyak orang.
 
aku pikir masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki dalam program MBG, seperti efisiensi penggunaan anggaran. kalau tidak ada double counting, maka uang itu akan lebih bermanfaat untuk penerima program. tapi, aku masih yakin bahwa program ini memang sudah membantu banyak orang, terutama anak-anak yang kurang makan. tapi, kita harus terus berusaha untuk membuat program ini lebih baik dan lebih efektif.
 
Kalau mau tahu benar ke mana dana MBG itu sekarang, bisa lihat langsung di akun Kementerian Keuangan ya, padahal di tahun sebelumnya masih ada yang bilang Rp335 triliun ini nanti udah habis. Saya penasaran kenapa ada "double counting" aja, apa ada orang yang nggak mau makan nih?

Menurut saya program MBG ini cukup penting ya, tapi kinerjanya harus ditingkatkan agar bisa mencapai target, terutama karena masih 56 juta penerima yang belum mendapat manfaat dari program ini. Menteri Purbaya benar-benar perlu memantau efisiensi penggunaan anggaran ya, biar nggak ada kehabisan dana dan program ini bisa terus berjalan dengan baik.
 
Gue pikir MBG itu buat apa nggak? Ternyata masih banyak dari uang yang dicadangkan, padahal program ini udah banyak bantu pas-pasan di seluruh Indonesia. Gue rasa kinerja program ini masih kurang optimal, tapi Purbaya tetap optimis? Siapa yang tidak percaya ya 😒. Dan apa itu "double counting" itu? Gue gak paham apa makanya harus dicari. Mungkin karena gue nggak terlibat di dalam hal ini, tapi ini udah banyak bantu pas-pasan, tapi hasilnya masih kurang bagus.
 
kembali
Top