Dalam upaya pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di Sumatra, Menkes Budi Gunadi Sadikin menargetkan semua fasilitas kesehatan dapat kembali beroperasi normal pada akhir Maret 2026.
Proses pemulihan kesehatan dibagi menjadi beberapa tahapan. Pertama, pemulihan rumah sakit (RS), yang merupakan tahap urgen karena RS adalah layanan untuk memfasilitasi proses penyelamatan nyawa korban bencana. Dari total 87 RS yang terdampak, sembilan di antaranya sempat berhenti beroperasi akibat banjir dan lumpur.
Menkes Budi menjelaskan bahwa dalam dua minggu, sembilan rumah sakit tersebut berhasil dioperasikan kembali melayani pasien. Meskipun ada yang masih banjir atau ketutup lumpur, tetapi seluruh 87 RSUD dapat mulai beroperasi kembali.
Pada tahap kedua, Kemenkes memprioritaskan pemulihan layanan Puskesmas. Dari 867 Puskesmas yang terdampak, sebanyak 152 sempat berhenti beroperasi karena kerusakan parah. Hingga awal Januari 2026, tersisa tiga Puskesmas yang belum dapat beroperasi.
Selain pemulihan fasilitas, Kemenkes juga memobilisasi sekitar 4.000 relawan kesehatan untuk melayani masyarakat di lebih dari 1.000 titik pengungsian.
Saat ini, penanganan telah memasuki tahap ketiga, yakni pemulihan menuju kondisi normal. Pemulihan itu meliputi penggantian alat kesehatan, ambulans, laboratorium, serta pembangunan kembali Puskesmas yang rusak berat.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pihaknya juga telah mengajukan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk tahap pemulihan lanjutan fasilitas kesehatan. Anggaran tersebut disebutnya akan difokuskan pada perbaikan atau penggantian apabila sudah tak lagi layak digunakan.
Proses pemulihan kesehatan dibagi menjadi beberapa tahapan. Pertama, pemulihan rumah sakit (RS), yang merupakan tahap urgen karena RS adalah layanan untuk memfasilitasi proses penyelamatan nyawa korban bencana. Dari total 87 RS yang terdampak, sembilan di antaranya sempat berhenti beroperasi akibat banjir dan lumpur.
Menkes Budi menjelaskan bahwa dalam dua minggu, sembilan rumah sakit tersebut berhasil dioperasikan kembali melayani pasien. Meskipun ada yang masih banjir atau ketutup lumpur, tetapi seluruh 87 RSUD dapat mulai beroperasi kembali.
Pada tahap kedua, Kemenkes memprioritaskan pemulihan layanan Puskesmas. Dari 867 Puskesmas yang terdampak, sebanyak 152 sempat berhenti beroperasi karena kerusakan parah. Hingga awal Januari 2026, tersisa tiga Puskesmas yang belum dapat beroperasi.
Selain pemulihan fasilitas, Kemenkes juga memobilisasi sekitar 4.000 relawan kesehatan untuk melayani masyarakat di lebih dari 1.000 titik pengungsian.
Saat ini, penanganan telah memasuki tahap ketiga, yakni pemulihan menuju kondisi normal. Pemulihan itu meliputi penggantian alat kesehatan, ambulans, laboratorium, serta pembangunan kembali Puskesmas yang rusak berat.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pihaknya juga telah mengajukan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk tahap pemulihan lanjutan fasilitas kesehatan. Anggaran tersebut disebutnya akan difokuskan pada perbaikan atau penggantian apabila sudah tak lagi layak digunakan.