Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes), menekankan bahwa fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di Sumatra akan segera bisa beroperasi normal pada akhir Maret 2026. Menurut dia, pemulihan kesehatan tersebut dibagi ke dalam beberapa tahapan.
Dalam tahap pertama, pemulihan rumah sakit (RS), yang merupakan fasilitas utama untuk menyelamatkan nyawa korban bencana, sudah selesai dilakukan dalam waktu dua minggu terakhir. Menkes mengatakan bahwa sembilun RS di daerah bencana telah berhenti beroperasi karena banjir dan lumpur, namun dengan kerja sama pemerintah, TNI, Polri, BNPB, dan Pemda, kini sudah bisa beroperasi lagi.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan sudah 100% siap beroperasi. "Tidak semuanya 100% penuh beroperasi karena ada yang masih banjir, masih ketutup lumpur, alatnya rusak," kata Budi.
Dalam tahap kedua, pemulihan layanan Puskesmas menjadi prioritas utama. Menkes menyatakan bahwa dari total 867 Puskesmas di tiga provinsi, sebanyak 152 sempat berhenti beroperasi karena kerusakan parah. Hingga awal Januari 2026, terdapat tiga Puskesmas yang belum dapat beroperasi.
Menkes juga menekankan bahwa pemulihan ini melibatkan mobilisasi sekitar 4.000 relawan kesehatan untuk melayani masyarakat di lebih dari 1.000 titik pengungsian. Relawan tersebut berasal dari berbagai institusi, termasuk TNI, Polri, perguruan tinggi, organisasi profesi kesehatan, dan lembaga kemanusiaan.
Saat ini, penanganan sudah memasuki tahap ketiga, yaitu pemulihan menuju kondisi normal. Menkes menyatakan bahwa pemulihan ini melibatkan penggantian alat kesehatan, ambulans, laboratorium, serta pembangunan kembali Puskesmas yang rusak berat.
Namun, perlu diingat bahwa tahap ketiga ini adalah yang paling berat karena alat-alatnya benar-benar dipastikan beroperasi. "Nah nanti kita bisa lihat semuanya, itu yang kita lakukan dan sekarang kita sudah memasuki tahap ketiga. Saya berdoa mudah-mudahan akhir Maret ini semua bisa pulih kembali ya," kata Budi.
Menkes juga menyatakan bahwa pemerintah telah mengajukan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk tahap pemulihan lanjutan fasilitas kesehatan. Anggaran tersebut disebutnya akan difokuskan pada perbaikan atau penggantian apabila sudah tak lagi layak digunakan.
Dalam keseluruhan, Menkes berharap bahwa fasilitas kesehatan di Sumatra dapat segera bisa beroperasi normal pada akhir Maret 2026.
Dalam tahap pertama, pemulihan rumah sakit (RS), yang merupakan fasilitas utama untuk menyelamatkan nyawa korban bencana, sudah selesai dilakukan dalam waktu dua minggu terakhir. Menkes mengatakan bahwa sembilun RS di daerah bencana telah berhenti beroperasi karena banjir dan lumpur, namun dengan kerja sama pemerintah, TNI, Polri, BNPB, dan Pemda, kini sudah bisa beroperasi lagi.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan sudah 100% siap beroperasi. "Tidak semuanya 100% penuh beroperasi karena ada yang masih banjir, masih ketutup lumpur, alatnya rusak," kata Budi.
Dalam tahap kedua, pemulihan layanan Puskesmas menjadi prioritas utama. Menkes menyatakan bahwa dari total 867 Puskesmas di tiga provinsi, sebanyak 152 sempat berhenti beroperasi karena kerusakan parah. Hingga awal Januari 2026, terdapat tiga Puskesmas yang belum dapat beroperasi.
Menkes juga menekankan bahwa pemulihan ini melibatkan mobilisasi sekitar 4.000 relawan kesehatan untuk melayani masyarakat di lebih dari 1.000 titik pengungsian. Relawan tersebut berasal dari berbagai institusi, termasuk TNI, Polri, perguruan tinggi, organisasi profesi kesehatan, dan lembaga kemanusiaan.
Saat ini, penanganan sudah memasuki tahap ketiga, yaitu pemulihan menuju kondisi normal. Menkes menyatakan bahwa pemulihan ini melibatkan penggantian alat kesehatan, ambulans, laboratorium, serta pembangunan kembali Puskesmas yang rusak berat.
Namun, perlu diingat bahwa tahap ketiga ini adalah yang paling berat karena alat-alatnya benar-benar dipastikan beroperasi. "Nah nanti kita bisa lihat semuanya, itu yang kita lakukan dan sekarang kita sudah memasuki tahap ketiga. Saya berdoa mudah-mudahan akhir Maret ini semua bisa pulih kembali ya," kata Budi.
Menkes juga menyatakan bahwa pemerintah telah mengajukan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk tahap pemulihan lanjutan fasilitas kesehatan. Anggaran tersebut disebutnya akan difokuskan pada perbaikan atau penggantian apabila sudah tak lagi layak digunakan.
Dalam keseluruhan, Menkes berharap bahwa fasilitas kesehatan di Sumatra dapat segera bisa beroperasi normal pada akhir Maret 2026.