Menkes Sempat Ngeluh Tiket Pesawat ke Aceh Mahal, Komisi V DPR Bicara Anomali

Pemerintah menuduh pihak swasta sulit bersaing dengan negara-negara lain dalam hal harga tiket pesawat. Kementerian Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa para relawan yang akan dikirim ke Sumatera dan Aceh harus masuk dulu ke Malaysia demi tiket murah.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyoroti fenomena tersebut memprihatinkan. "Fenomena relawan kesehatan yang harus 'transit' di Malaysia untuk menuju Aceh atau Medan karena harga tiket pesawat yang lebih murah merupakan anomali transportasi yang memprihatinkan kita semua," katanya.

Menurut Syaiful, ada empat komponen yang membuat maskapai nasional sulit bersaing dengan negara lain. Salah satunya terkait pajak yang dikenakan untuk tiket pesawat rute domestik. "Indonesia adalah sedikit negara di dunia yang mengenakan PPN 11% untuk tiket pesawat rute domestik, sementara itu, rute internasional justru tidak dikenakan PPN," ujarnya.

Selain itu, ada beban pajak impor suku cadang pesawat yang meningkatkan biaya operasional secara signifikan. Harga avtur di Indonesia juga menyumbang sekitar 30-40% dari total biaya operasional maskapai, tetapi kurangnya kompetisi dalam penyediaan avtur di bandara-bandara besar membuat harga bahan bakar sulit menyamai harga di Singapura atau Malaysia.

Syaiful menilai bahwa jika pemerintah dapat menghapus PPN tiket domestik dan membuka ruang bagi penyedia avtur swasta, maka industri transportasi udara akan tumbuh dan memberikan multiplier effect yang luar biasa. "Melakukan relaksasi bea masuk suku cadang pesawat, membuka ruang bagi penyedia avtur dari swasta hingga evaluasi tarif batas atas harga tiket untuk melindungi konsumen," ujarnya.

Pemerintah juga diharapkan dapat melakukan berbagai terobosan untuk menekan harga tiket pesawat domestik, seperti menghapus PPN tiket domestik dan membuka ruang bagi penyedia avtur swasta.
 
Aku rasa aku punya ide tentang hal ini πŸ€”. Aku suka memikirkan tentang rumah aku sendiri di daerah yang tidak jauh dari kota Bandung. Kenapa aku suka itu? Karena aku bisa melihat matahari terbenam di sana setiap malam, dan aku bisa mendengar suara burung-burung kecil yang nyanyiannya sama indahnya dengan lagu-lagu Indonesia! πŸŒ…πŸ¦

Tapi aku bingung mengapa pemerintah harus membuat perubahan-perubahan berat dalam industri transportasi udara. Aku pikir mungkin karena mereka tidak menyadari bahwa konsumen seperti aku yang suka bepergian ke luar negeri dan ingin menikmati harga tiket pesawat yang lebih murah πŸ€·β€β™‚οΈ. Mungkin mereka juga lupa bahwa ada banyak relawan yang harus bepergian ke Aceh dan Sumatera untuk membantu pemerintah, tapi harus lewat Malaysia dulu karena tidak ada tiket murah πŸ˜….

Aku rasa aku akan lebih suka jika pemerintah membuat perubahan-perubahan ini agar semua orang dapat menikmati harga tiket pesawat yang lebih murah, dan relawan dapat bepergian ke tempat mereka harus dengan mudah πŸ™.
 
Kalau gini sapa lagi bisa bersaing dengan negara-negara lain? Maka dari itu, pemerintah harus lebih terbuka untuk dijadikan contoh. Kalau mau jadi kompetitor yang baik, maka harus menangani biaya operasional dengan cara yang tepat. Saya pikir 11% PPN tiket domestik ini terlalu tinggi, perlu dibahas lagi ya.
 
Haha kaya aja sih.. Masih nggak ada jawabannya apa kabar pemerintah. Mereka bilang ingin meningkatkan kualitas layanan, tapi aki-akinya masih beli avtur di Singapura dan Malaysia. Kita lihat aja kapan pihak swasta mau bersaing dengan negara-negara lain kalau harga tiket pesawatnya lebih mahal dari mereka? Kalau tidak ada jawaban yang jelas, maka kita harus asumsikan bahwa hanya pemerintah yang tertarik pada keuntungan.
 
Gue paham apa yang dilakukan pemerintah tapi gue rasa itu nggak cukup. Mereka saja yang punya tekanan untuk menurunkan harga tiket, tapi nggak ada yang mau berubah keadaan ini. Pajak di atas tiket domestik terlalu tinggi, tapi apa yang mereka lakukan? Membuat aturan baru lagi! Gue rasa pemerintah harus mau berani untuk menghapusnya dan membuka ruang bagi penyedia avtur swasta. Jika tidak, maka gue kira bahwa maskapai nasional akan terus sulit bersaing dengan negara lain karena biaya operasional yang mahal. Dan itulah yang terjadi, relawan harus transit ke Malaysia untuk tiket murah. Gue rasa itu nggak adil sama sekali! 🀬
 
Pak, aku pikir itu arti dari "bawa sendiri kainmu" ya? Jika kita mau berkompetisi dengan negara lain dalam hal harga, tapi masih terlalu takut untuk buang-buang pajak, maka bagus kalau kita mulai dari diri sendiri. Aku pikir biar lebih baik dari itu. Kita harus tahu bahwa "terkalah" di dalam negeri sama-sama berarti "menang" ya.
 
ini cerita yang bikin penderitaan relawan kesehatan di Sumatera dan Aceh makin berat πŸ€•. apalagi karena harus transit ke malaysia dulu kan? itu seperti memotong sepeser pisang untuk memasukkan pasien ke rumah sakit 🌿.

saya pikir ada satu alasan utama mengapa maskapai nasional sulit bersaing dengan negara lain, yaitu pajak yang terlalu tinggi πŸ€‘. kalau tidak mau mengurangi PPN tiket domestik dan membuka ruang bagi penyedia avtur swasta, maka industri transportasi udara di indonesia pasti akan kalah dengan negara-negara lain 😐.

kita harus lebih bijak dalam menentukan kebijakan yang bisa meningkatkan kesehatan relawan di sumatera dan aceh, bukan membuat mereka lebih penderitaan πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
Maksudnya apa sih? Mereka bilang negara kita sulit bersaing dengan luar negeri karena tiket pesawat murah? Tapi, adegan relawan kesehatan harus transit ke Malaysia demi tiket murah itu kayak apa? Kalau tidak ada biaya yang masuk sebelum pulang, siapa tau ada yang mau jalan panjang lebar itu? Dan siapa yang mau membayar biaya avtur yang mahal untuk pesawat maskapai nasional? Tapi pemerintah lagi-lagi bilang kalau itu karena pajak tiket domestik dan beban impor suku cadang yang tinggi. Nah, kalau itu benar, mungkin perlu ada reformasi yang lebih cepat ya...
 
gampang aja kan pemerintah nih... mereka hanya minta kita penasaran dengan masalahnya. tapi kalau dilihat dari sisi lain, ada banyak hal yang perlu dirubah juga. misalnya, apa keberadaan PPN 11% itu benar-benar penting buat maskapai? mungkin kalau tidak, maka pemerintah bisa mengurangi biaya operasional dan menawarkan harga tiket pesawat yang lebih murah. sementara itu, jika kita mau membuka ruang bagi penyedia avtur swasta, maka itu juga akan membuat pasar menjadi lebih kompetitif dan harga bahan bakar bakal turun. kayaknya kalau pemerintah mau berani mengambil keputusan, maka biaya operasional maskapai nih bakal jadi lebih terjangkau! πŸ€”πŸ’Έ
 
Oke banget yaudah, pemerintah harus makin serius ya dengan hal ini, jangan biar maskapai swasta sulit bersaing aja dengan negara-negara lain ya? Maka dari itu, biar semakin murah tiket pesawat, maka harusnya ada cara buat mengurangi biaya operasional. Jika pemerintah mau bikin bea masuk suku cadang pesawat yang lebih rendah, maka maskapai swasta bisa jadi makin hemat dan bisa serius bersaing dengan negara-negara lain aja. Dan, biar semakin mudah bagi relawan untuk pergi ke Aceh atau Medan, maka pemerintah harus bikin tiket pesawat yang lebih murah aja, ya?
 
Pesan ini kayak bocor dari dalam. Kalau benar-benar mau bersaing dengan negara-negara lain, giliran mereka juga harus banyak beban pajak. Mungkin saja jika PPN tiket domestik dikurangi dan ada ruang bagi penyedia avtur swasta, makin murah aja tiket pesawat. Tapi ini bikin aku penasaran, apa rencana pemerintah nih?
 
Maksud apa nih pemerintah ini, mau kita dijadikan contoh negara dengan harga tiket pesawat yang terlalu mahal atau apa? Kalau mau bersaing dengan negara-negara lain, harus ada kebijakan yang tepat seperti menurunkan PPN tiket domestik dan membuka ruang bagi penyedia avtur swasta. Saya pikir itu wajar banget, tapi kalau pemerintah masih ragu, mungkin karena ada pihak yang tidak ingin industri transportasi udara berkembang.
 
😊 Jadi apa kabar? Pemerintah mau dibantu oleh swasta untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi udara kita, tapi ada masalah sama besar lagi yaitu biaya! 🀯 Maksudnya biaya yang ditanggung oleh maskapai tidak cukup, apalagi ada pajak dan impor suku cadang pesawat yang harus dibayar. πŸ€‘ Kalau mau kompetisi dengan negara lain, pemerintah harus lebih fleksibel dalam menetapkan tarif dan memungkinkan swasta bebas-bebasan untuk menyediakan layanan transportasi udara yang baik. ✈️
 
Harga tiket pesawat jadi masalah lagi sih πŸ€” apa yang salah dengan pemerintah kan kalau mau diatur biar kompetisi lebih aduh? tapi ini kayaknya masih banyak sekali masalah, seperti PPN tiket domestik 11% itu terlalu tinggi banget, dan beban pajak impor suku cadang pesawat yang dipegang pemerintah jadi penumpu biaya maskapai. gimana caranya kalau kita tidak memiliki banyak pilihan untuk bebas memilih di mana aja sumber avtur? selain itu, harga avtur masih sulit ditandingi oleh Singapura atau Malaysia, karena masalah ini terlalu kompleks 😐
 
Gak ada jalan keluar ya! πŸ€• Biaya tiket pesawat yang mahal ini membuat banyak orang tidak bisa pergi ke tempat-tempat wisata. Sama-sama, pemerintah harus cari solusi untuk membuat industri transportasi udara lebih kompetitif. Mungkin kalau mereka buka ruang bagi penyedia avtur swasta dan menghapus PPN tiket domestik, maka harga tiket pesawat akan turun drastis. πŸ€‘ Tapi, sekarang aki masih harus bayar 30-40% biaya operasional dari total biaya operasional maskapai... 😩
 
Makasih ya pemerintah mau ngedukung industri ini πŸ™. Tapi sepertinya ada kesalahpahaman dalam strategi pemerintah, karena biar naikin harga tiket pesawat kaya apa? Kenapa tidak coba menurunkan bea masuk suku cadang pesawat dulu πŸ€‘? Selain itu, syaiful benarnya komponen pajak yang membuat maskapai sulit bersaing. Tapi apa gunanya jika pemerintah tidak mau mengubah kebijakan? Saya rasa jika mau serius, pemerintah harus meninjau kembali kebijakan tersebut dan buat perubahan yang signifikan πŸ€”
 
Pokoknya jadi nggak bisa dibayangkan sih kalau kita harus transit di Malaysia buat tiket pesawat murah. Itu kaya bikin sulit banget ya kalau kita kayaknya ingin melayani konsumen di Aceh atau Medan. Tapi, aku juga rasa perlu ada yang mengatakan kalau sistem pajak di Indonesia terlalu berlebihan. PPN 11% itu kerenanya sangat tinggi banget untuk tiket domestik. Aku sendiri pikir kalau kita bisa menurunkannya sekitar 5-7% saja, maka sudah lebih baik ya? Dan tapi, aku juga rasa perlu ada yang mengatakan bahwa jika tidak ada kompetisi dalam penyedia avtur di bandara-bandara besar, maka harga bahan bakar sulit menyamai harga di Singapura atau Malaysia. Itu kaya bikin masalah. Pokoknya, pemerintah harus lebih serius lagi dalam menangani masalah ini 😐
 
ada yang ngerti kan kalau pihak swasta sulit bersaing kayaknya karena pemerintah masih banyak memberikan keuntungan, misalnya untuk avtur di bandara-bandara besar. kayaknya jangan sampai mereka punya ide sendiri aja, tapi harus menunggu pemerintah yang mau ambil tindakan. tapi kalau punya solusi seperti Syaiful bilang, yaitu menghapus PPN tiket domestik dan membuka ruang bagi penyedia avtur swasta, itu juga wajar banget. kayaknya ini bisa membuat maskapai nasional bersaing dengan lebih baik, jadi konsumen juga bisa mendapatkan harga yang lebih murah 😐
 
Aku pikir ini kayak caranya pemerintah selalu lupa tentang rakyatnya πŸ€”. Kita bayangkan kalau relawan yang mau help di Aceh harus transit ke Malaysia terlebih dahulu karena tiket murah? Ini kayak biaya transportasi yang capek banget! πŸš—

Dan apa yang bikin pemerintah sulit bersaing dengan negara lain dalam hal harga tiket pesawat itu? Pajak yang tinggi, ya! πŸ“ˆ Kita hanya bayar 11% PPN untuk tiket domestik, tapi rute internasional jadi cuma 0% πŸ€‘. Dan masih banyak beban pajak impor suku cadang pesawat yang bikin biaya operasional maskapai naik sangat.

Aku harap pemerintah bisa membuat kebijakan yang tepat, seperti menghapus PPN tiket domestik dan membuka ruang bagi penyedia avtur swasta. Jadi kita bisa memiliki maskapai nasional yang kompetitif dan harga tiket pesawat yang lebih murah πŸ›«οΈ.
 
Aku pikir pemerintah sedang nggak bisa memecahkan masalah ini juga πŸ€·β€β™‚οΈ. Tapi kalau kita analisis dari segi positif, maka itu berarti para relawan yang akan ke Aceh dan Sumatera pasti mendapatkan tiket pesawat yang lebih murah πŸ’Έ. Itu juga berarti pemerintah harus berani mengambil langkah-langkah besar-besaran untuk meningkatkan kompetisi maskapai nasional di Indonesia. Dan itu tentu saja akan memberikan manfaat bagi konsumen yang akan mendapatkan harga tiket pesawat yang lebih terjangkau 🀝.
 
kembali
Top