Tahun ini, pemerintah Indonesia masih berjuang untuk menghadapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Sumatra. Saat ini, sekitar 152 puskesmas di wilayah tersebut telah berhenti beroperasi karena kerusakan parah akibat bencana tersebut.
Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah tengah mempercepat perbaikan dua puskesmas terakhir yang terdampak dan berhenti beroperasi. Dua fasilitas kesehatan itu berada di Lokop, Aceh Timur, dan Jambur Lak Lak, Aceh Tenggara.
Budi mengatakan bahwa kedua fasilitas tersebut harus dibangun kembali karena kerusakan parah akibat bencana. "Saya terima kasih sekali ke Pak Menteri PU karena yang dua itu sudah mulai dibangun sejak dua minggu yang lalu dan diharapkan bulan ini bisa selesai dan bisa beroperasi kembali," kata Budi dalam rapat koordinasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Di Lokop, Aceh Timur, puskesmas tersebut harus dipindahkan karena terletak di pinggir sungai. Namun, pihaknya telah memindahkannya ke seberang jalan untuk menghindari bahaya banjir bandang. "Tadinya di pinggir sungai, kita pindahkan di seberang jalan. Ini juga sudah mulai dipasang tiang-tiang pancangnya," kata Budi.
Sementara itu, Kemenkes telah meminta tambahan anggaran rehabilitasi pascabencana untuk sektor layanan kesehatan publik. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan rumah sakit, puskesmas, fasilitas kesehatan, serta rumah tenaga kesehatan.
Budi juga mengatakan bahwa perbaikan rumah tenaga kesehatan menjadi penting agar layanan kesehatan dapat berjalan optimal. "Segala macam alat, komputer, mebel, IPAL, sumur bor, semuanya, termasuk rumah nakes," kata Budi.
Pemerintah juga tengah meminta bantuan swasta untuk memperbaiki kendaraan operasional rumah sakit yang rusak akibat bencana.
Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah tengah mempercepat perbaikan dua puskesmas terakhir yang terdampak dan berhenti beroperasi. Dua fasilitas kesehatan itu berada di Lokop, Aceh Timur, dan Jambur Lak Lak, Aceh Tenggara.
Budi mengatakan bahwa kedua fasilitas tersebut harus dibangun kembali karena kerusakan parah akibat bencana. "Saya terima kasih sekali ke Pak Menteri PU karena yang dua itu sudah mulai dibangun sejak dua minggu yang lalu dan diharapkan bulan ini bisa selesai dan bisa beroperasi kembali," kata Budi dalam rapat koordinasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Di Lokop, Aceh Timur, puskesmas tersebut harus dipindahkan karena terletak di pinggir sungai. Namun, pihaknya telah memindahkannya ke seberang jalan untuk menghindari bahaya banjir bandang. "Tadinya di pinggir sungai, kita pindahkan di seberang jalan. Ini juga sudah mulai dipasang tiang-tiang pancangnya," kata Budi.
Sementara itu, Kemenkes telah meminta tambahan anggaran rehabilitasi pascabencana untuk sektor layanan kesehatan publik. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan rumah sakit, puskesmas, fasilitas kesehatan, serta rumah tenaga kesehatan.
Budi juga mengatakan bahwa perbaikan rumah tenaga kesehatan menjadi penting agar layanan kesehatan dapat berjalan optimal. "Segala macam alat, komputer, mebel, IPAL, sumur bor, semuanya, termasuk rumah nakes," kata Budi.
Pemerintah juga tengah meminta bantuan swasta untuk memperbaiki kendaraan operasional rumah sakit yang rusak akibat bencana.