Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, telah menyatakan bahwa pemulihan layanan kesehatan di Sumatra setelah banjir pada November lalu telah mencapai tahap ketiga. "Sekarang kita masuk tahap ketiga, yaitu menggunakan puskesmas yang sudah beroperasi untuk merawat masyarakat di desa terisolir dan masyarakat di pos pengungsian," ujarnya.
Tahap ketiga ini memiliki dua fokus utama, yaitu meningkatkan operasional puskesmas yang sudah beroperasi untuk merawat masyarakat di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Selain itu, pemerintah juga akan membantu relawan dari lembaga-lembaga seperti Muhammadiyah, UGM, dan Dompet Dhuafa untuk membantu merawat masyarakat di pos pengungsian.
Menteri Kesehatan tersebut menargetkan pemulihan layanan kesehatan ini akan selesai pada bulan Maret 2026. Pada bulan November lalu, banjir telah mempengaruhi 87 rumah sakit di tiga provinsi Sumatra, sehingga total sembilan rumah sakit telah dibuka kembali dan beroperasi normal.
Sementara itu, total 1.268 puskesmas terdampak oleh bencana banjir, dengan 850 di antaranya tidak beroperasi. Namun, hingga akhir Desember lalu, hanya empat puskesmas yang masih belum beroperasi, karena ambulans dan alat-alat lainnya masih dalam kondisi rusak.
"Yang lainnya sudah beroperasi, walaupun tidak penuh ya, karena ambulansnya masih rusak, segala macam, alatnya juga belum semua perbaiki," kata Menteri Kesehatan tersebut.
Tahap ketiga ini memiliki dua fokus utama, yaitu meningkatkan operasional puskesmas yang sudah beroperasi untuk merawat masyarakat di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Selain itu, pemerintah juga akan membantu relawan dari lembaga-lembaga seperti Muhammadiyah, UGM, dan Dompet Dhuafa untuk membantu merawat masyarakat di pos pengungsian.
Menteri Kesehatan tersebut menargetkan pemulihan layanan kesehatan ini akan selesai pada bulan Maret 2026. Pada bulan November lalu, banjir telah mempengaruhi 87 rumah sakit di tiga provinsi Sumatra, sehingga total sembilan rumah sakit telah dibuka kembali dan beroperasi normal.
Sementara itu, total 1.268 puskesmas terdampak oleh bencana banjir, dengan 850 di antaranya tidak beroperasi. Namun, hingga akhir Desember lalu, hanya empat puskesmas yang masih belum beroperasi, karena ambulans dan alat-alat lainnya masih dalam kondisi rusak.
"Yang lainnya sudah beroperasi, walaupun tidak penuh ya, karena ambulansnya masih rusak, segala macam, alatnya juga belum semua perbaiki," kata Menteri Kesehatan tersebut.