Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajukan permintaan tambahan anggaran sebesar Rp529 miliar untuk rehabilitasi usai banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Anggaran ini akan digunakan untuk perbaikan rumah sakit, puskesmas, fasilitas kesehatan, serta rumah tenaga kesehatan.
BGS menjelaskan bahwa sejumlah rumah sakit di wilayah terdampak bencana telah beroperasi kembali, namun ada beberapa yang masih perlu diperbaiki. Ia juga menyampaikan bahwa mereka telah mendata fasilitas kesehatan yang perlu direvitalisasi, termasuk rumah Nakes.
Namun, BGS mengatakan bahwa saat ini Kemenkes masih menunggu tambahan anggaran itu turun. "Swasta sudah donasi Rp 118 miliar, jadi sisanya sedikit sambil menunggu anggaran. Jadi supaya bisa lebih cepat," ucap dia.
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra pada akhir tahun 2025 lalu masih dirasakan dampaknya hingga kini. Delapan desa di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara masih terisolasi.
Selain itu, Menkes juga menggencarkan imunisasi tambahan mengatasi penyakit campak di Sumatra. Pemerintah telah menerjunkan ribuan tenaga kesehatan untuk melakukan imunisasi tambahan, serta melakukan trauma healing bagi korban bencana.
"Karena campak itu penyakit yang sangat menular. Jadi kita lihat di beberapa kota timbul, jadi segera kita lakukan imunisasi tambahan," ujar Budi.
BGS menjelaskan bahwa sejumlah rumah sakit di wilayah terdampak bencana telah beroperasi kembali, namun ada beberapa yang masih perlu diperbaiki. Ia juga menyampaikan bahwa mereka telah mendata fasilitas kesehatan yang perlu direvitalisasi, termasuk rumah Nakes.
Namun, BGS mengatakan bahwa saat ini Kemenkes masih menunggu tambahan anggaran itu turun. "Swasta sudah donasi Rp 118 miliar, jadi sisanya sedikit sambil menunggu anggaran. Jadi supaya bisa lebih cepat," ucap dia.
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra pada akhir tahun 2025 lalu masih dirasakan dampaknya hingga kini. Delapan desa di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara masih terisolasi.
Selain itu, Menkes juga menggencarkan imunisasi tambahan mengatasi penyakit campak di Sumatra. Pemerintah telah menerjunkan ribuan tenaga kesehatan untuk melakukan imunisasi tambahan, serta melakukan trauma healing bagi korban bencana.
"Karena campak itu penyakit yang sangat menular. Jadi kita lihat di beberapa kota timbul, jadi segera kita lakukan imunisasi tambahan," ujar Budi.