Budi Gunadi Sadikin mengatakan, super flu merupakan influenza lama yang berbeda dengan COVID-19. Dia menegaskan, kalau super flu itu sebenarnya influenza A istilahnya, ini sudah ada puluhan tahun. Nama virusnya H3N2 itu sudah ada puluhan tahun cuma ini varian baru.
Hal ini membuat masyarakat tidak perlu panik. Artinya, daya tahan tubuh kita, imunitas tubuh kita sudah kenal virus ini. Karena ini adalah flu yang sudah puluhan tahun kita temui di dunia dan di Indonesia.
Budi juga mengatakan, belum ada yang meninggal karena disebabkan super flu. Belum ada yang dilaporkan meninggal. Karena ini memang flu seperti yang biasa.
Menurut Kemenkes, super flu termasuk dalam keluarga virus influenza A H3N2 subclass K bukan merupakan virus baru. Virus tersebut telah lama dikenal dan dipantau melalui sistem surveilans global, termasuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kemenkes juga menemukan terdapat 62 kasus influenza A H3N2 subclass K yang tersebar di delapan provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, dengan mayoritas penderita berasal dari kelompok perempuan dan anak-anak.
Meski begitu, Kemenkes menegaskan situasi penyebaran influenza A H3N2 subclass K masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan dengan clade maupun subclade influenza lainnya.
Hal ini membuat masyarakat tidak perlu panik. Artinya, daya tahan tubuh kita, imunitas tubuh kita sudah kenal virus ini. Karena ini adalah flu yang sudah puluhan tahun kita temui di dunia dan di Indonesia.
Budi juga mengatakan, belum ada yang meninggal karena disebabkan super flu. Belum ada yang dilaporkan meninggal. Karena ini memang flu seperti yang biasa.
Menurut Kemenkes, super flu termasuk dalam keluarga virus influenza A H3N2 subclass K bukan merupakan virus baru. Virus tersebut telah lama dikenal dan dipantau melalui sistem surveilans global, termasuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kemenkes juga menemukan terdapat 62 kasus influenza A H3N2 subclass K yang tersebar di delapan provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, dengan mayoritas penderita berasal dari kelompok perempuan dan anak-anak.
Meski begitu, Kemenkes menegaskan situasi penyebaran influenza A H3N2 subclass K masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan dengan clade maupun subclade influenza lainnya.