Pameran Musikal Perahu Kertas Menyapa Pencinta Seni di Tanah Air
Rabu 21 Januari, tim produksi Musikal Perahu Kertas merilis dua lagu orisinal di platform musik digital untuk memperkenalkan nuansa pertunjukan ke kalangan pencinta. Kedua lagu tersebut bertajuk Miliaran Manusia dan Agency.
Keduanya dibawakan langsung oleh pemeran asli Musikal Perahu Kertas yang menggambarkan dinamika pencarian jati diri serta realitas dunia kerja menjadi inti cerita. Lagu-lagu ini bertujuan untuk memperkenalkan nuansa pertunjukan kepada calon penonton.
Menurut komposer Simhala Avadana, proses penciptaan lagu-lagu tersebut berawal dari diskusi mendalam bersama Ifa Fachir dan penulis novel aslinya, Dewi "Dee" Lestari. Kegelisahan eksistensial Simhala rasakan setelah mendalami alur kehidupan sang penulis naskah musikal, Widya Arifianti atau yang akrab disapa Bida.
Simhala mengungkapkan bahwa lirik-lirik tersebut lahir dari pernyataan-pernyataannya sendiri. "Gue ke-trigger (terpantik), apakah lu sudah melakukan apa yang benar-benar ingin lu lakukan secara bermakna dalam hidup? Apa lu cuma lahir, tumbuh, sekolah, lulus, kerja, menikah, jalani hidup yang hampa, lalu mati untuk kemudian terlupakan?" ujar Simhala saat konferensi pers di Jakarta.
Pada lagu Miliaran Manusia secara spesifik mengajak pendengar merenungkan tujuan hidup dan cara membuatnya terasa lebih bermakna. Sementara itu, lagu Agency hadir dengan sentuhan humor yang mengangkat sisi nyata dunia agensiโsebuah lingkungan yang penuh ide kreatif namun sering kali terbentur batasan anggaran dan tekanan target.
Keterlibatan Widya Arfaitni sebagai penulis naskah memberikan nilai emosional tersendiri bagi proyek ini. Proyek Musikal Perahu Kertas bertujuan untuk mengangkat tema-tema yang kurang banyak dibahas dalam dunia hiburan.
Rabu 21 Januari, tim produksi Musikal Perahu Kertas merilis dua lagu orisinal di platform musik digital untuk memperkenalkan nuansa pertunjukan ke kalangan pencinta. Kedua lagu tersebut bertajuk Miliaran Manusia dan Agency.
Keduanya dibawakan langsung oleh pemeran asli Musikal Perahu Kertas yang menggambarkan dinamika pencarian jati diri serta realitas dunia kerja menjadi inti cerita. Lagu-lagu ini bertujuan untuk memperkenalkan nuansa pertunjukan kepada calon penonton.
Menurut komposer Simhala Avadana, proses penciptaan lagu-lagu tersebut berawal dari diskusi mendalam bersama Ifa Fachir dan penulis novel aslinya, Dewi "Dee" Lestari. Kegelisahan eksistensial Simhala rasakan setelah mendalami alur kehidupan sang penulis naskah musikal, Widya Arifianti atau yang akrab disapa Bida.
Simhala mengungkapkan bahwa lirik-lirik tersebut lahir dari pernyataan-pernyataannya sendiri. "Gue ke-trigger (terpantik), apakah lu sudah melakukan apa yang benar-benar ingin lu lakukan secara bermakna dalam hidup? Apa lu cuma lahir, tumbuh, sekolah, lulus, kerja, menikah, jalani hidup yang hampa, lalu mati untuk kemudian terlupakan?" ujar Simhala saat konferensi pers di Jakarta.
Pada lagu Miliaran Manusia secara spesifik mengajak pendengar merenungkan tujuan hidup dan cara membuatnya terasa lebih bermakna. Sementara itu, lagu Agency hadir dengan sentuhan humor yang mengangkat sisi nyata dunia agensiโsebuah lingkungan yang penuh ide kreatif namun sering kali terbentur batasan anggaran dan tekanan target.
Keterlibatan Widya Arfaitni sebagai penulis naskah memberikan nilai emosional tersendiri bagi proyek ini. Proyek Musikal Perahu Kertas bertujuan untuk mengangkat tema-tema yang kurang banyak dibahas dalam dunia hiburan.