Satu, dua, tiga selamat semuanya. Satu-satu awas ada gempa, dua-dua lindungi kepala, tiga-tiga menuju titik kumpul, satu, dua, tiga selamat semuanya. Seluruh murid SMPN 1 Lembang melantunkan lagu simulasi gempa dengan penuh antusias. Simulasi bencana ini dilakukan di kelas untuk membiasakan anak-anak dan guru menghadapi gempa.
Selama proses simulasi, kegiatan ini dibantu oleh tim Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL), Pecinta Alam, dan Puskesmas Jayagiri. Guru memilih berbagai strategi yang diterapkan. Misalnya, saat melindungi kepala mereka menggunakan ransel sebagai pelindung kepala.
Di lapangan, kegiatan simulasi ditutup dengan teknik vertical rescue (penyelamatan vertikal). Pada titik ini, diadakan upacara evakuasi yang disertai takbir. Di titik kumpul, para murid berperan sebagai tim penyelamat untuk mengevakuasi teman-teman mereka.
Sekolah, yang terletak di zona sesar Lembang, ini juga melakukan simulasi gempa. Karena alasan geologis, Lembang termasuk zona rawan karena kondisi tanahnya tidak padat dan berpotensi memperkuat guncangan.
Selama proses simulasi, kegiatan ini dibantu oleh tim Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL), Pecinta Alam, dan Puskesmas Jayagiri. Guru memilih berbagai strategi yang diterapkan. Misalnya, saat melindungi kepala mereka menggunakan ransel sebagai pelindung kepala.
Di lapangan, kegiatan simulasi ditutup dengan teknik vertical rescue (penyelamatan vertikal). Pada titik ini, diadakan upacara evakuasi yang disertai takbir. Di titik kumpul, para murid berperan sebagai tim penyelamat untuk mengevakuasi teman-teman mereka.
Sekolah, yang terletak di zona sesar Lembang, ini juga melakukan simulasi gempa. Karena alasan geologis, Lembang termasuk zona rawan karena kondisi tanahnya tidak padat dan berpotensi memperkuat guncangan.