Berikut ini adalah parafrase dari tulisan yang diberikan, dengan penekanan pada bahasa yang lebih mudah dipahami dan struktur kalimat yang lebih sederhana.
"Di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, terdapat Sesar Lembang. Ini merupakan patahan aktif yang pernah memicu gempa dan berpotensi menimbulkan dampak luas.
Guru SMPN 1 Lembang melakukan simulasi bencana gempa untuk mengajarkan anak murid bagaimana menghadapi bencana tersebut. Mereka menggunakan lagu dan gerakan yang sederhana untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya melindungi diri sendiri saat terjadi gempa.
Pengumuman di pengeras suara para guru diminta untuk menyanyikan lagu simulasi gempa. Kemudian, anak murid dibimbing oleh guru menuju titik kumpul yang telah ditentukan sebelumnya. Selama perjalanan, anak-anak harus berlindung dengan ransel sebagai pelindung kepala.
Simulasi ini dilakukan untuk membiasakan anak-anak tentang cara menghadapi gempa dan tidak panik saat terjadi bencana. Guru juga menjelaskan pentingnya melakukan sosialisasi mitigasi ke masyarakat, sehingga mereka dapat melindungi diri sendiri dan orang lain.
Menurut Dedi Supriadi, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Sesar Lembang membentang sepanjang 29 kilometer dari Bandung Barat hingga Kabupaten Bandung. Ini merupakan sesar yang pernah bergerak dalam kurun waktu sekitar 11.000 tahun terakhir dan memiliki potensi memicu gempa sampai sekitar 6,8 magnitudo.
Supartoyo, Penyelidik Bumi Utama di Badan Geologi Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa struktur tanah yang relatif tidak padat ini berpotensi memperkuat guncangan gempa. Oleh karena itu, bangunan pendidikan yang tidak dirancang tahan gempa dan tidak memiliki jalur evakuasi jelas berisiko mengalami kerusakan serius saat gempa terjadi.
Guru dan anak-anak di sekolah juga harus dilatih untuk melakukan evakuasi dengan cepat dan aman. Mereka harus memahami bagaimana cara melindungi diri sendiri dan orang lain saat terjadi bencana.
"Di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, terdapat Sesar Lembang. Ini merupakan patahan aktif yang pernah memicu gempa dan berpotensi menimbulkan dampak luas.
Guru SMPN 1 Lembang melakukan simulasi bencana gempa untuk mengajarkan anak murid bagaimana menghadapi bencana tersebut. Mereka menggunakan lagu dan gerakan yang sederhana untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya melindungi diri sendiri saat terjadi gempa.
Pengumuman di pengeras suara para guru diminta untuk menyanyikan lagu simulasi gempa. Kemudian, anak murid dibimbing oleh guru menuju titik kumpul yang telah ditentukan sebelumnya. Selama perjalanan, anak-anak harus berlindung dengan ransel sebagai pelindung kepala.
Simulasi ini dilakukan untuk membiasakan anak-anak tentang cara menghadapi gempa dan tidak panik saat terjadi bencana. Guru juga menjelaskan pentingnya melakukan sosialisasi mitigasi ke masyarakat, sehingga mereka dapat melindungi diri sendiri dan orang lain.
Menurut Dedi Supriadi, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Sesar Lembang membentang sepanjang 29 kilometer dari Bandung Barat hingga Kabupaten Bandung. Ini merupakan sesar yang pernah bergerak dalam kurun waktu sekitar 11.000 tahun terakhir dan memiliki potensi memicu gempa sampai sekitar 6,8 magnitudo.
Supartoyo, Penyelidik Bumi Utama di Badan Geologi Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa struktur tanah yang relatif tidak padat ini berpotensi memperkuat guncangan gempa. Oleh karena itu, bangunan pendidikan yang tidak dirancang tahan gempa dan tidak memiliki jalur evakuasi jelas berisiko mengalami kerusakan serius saat gempa terjadi.
Guru dan anak-anak di sekolah juga harus dilatih untuk melakukan evakuasi dengan cepat dan aman. Mereka harus memahami bagaimana cara melindungi diri sendiri dan orang lain saat terjadi bencana.