Jumat, 15 Januari 2026 - Banyak korban tewas dalam serangan AS ke Venezuela. Menurut Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, sebanyak 83 orang gugur dan lebih dari 112 lainnya terluka dalam serangan militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro awal bulan ini.
Pada Jumat, Padrino Lopez menyebut jumlah korban tewas termasuk 47 anggota Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian (FANB), serta warga sipil. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada keluarga korban dan akan membangun monumen nasional untuk mengenang para pejuang yang gugur.
Sebelumnya, pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Pasangan itu kemudian diterbangkan ke New York untuk diadili atas dugaan terlibat dalam "narkoterorisme".
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pasangan itu akan diadili dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat. Namun, pada sidang perdana di New York, keduanya menyatakan tidak bersalah.
Sementara itu, Venezuela kemudian meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, sedangkan Mahkamah Agung setempat menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai kepala negara sementara.
Pada Jumat, Padrino Lopez menyebut jumlah korban tewas termasuk 47 anggota Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian (FANB), serta warga sipil. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada keluarga korban dan akan membangun monumen nasional untuk mengenang para pejuang yang gugur.
Sebelumnya, pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Pasangan itu kemudian diterbangkan ke New York untuk diadili atas dugaan terlibat dalam "narkoterorisme".
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pasangan itu akan diadili dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat. Namun, pada sidang perdana di New York, keduanya menyatakan tidak bersalah.
Sementara itu, Venezuela kemudian meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, sedangkan Mahkamah Agung setempat menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai kepala negara sementara.