Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh oposisi nasional untuk membahas tentang pembenahan negara. Pada Jumat (30/1/2026) malam, pertemuan ini menyoroti isu-isu terkait kondisi bangsa, termasuk dugaan kebocoran anggaran hingga Rp5.777 triliun di sektor perbankan yang merugikan negara.
Sjafrie menyatakan bahwa pertemuan itu membahas tentang bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak, serta mengenai banyaknya pihak yang tidak mau mengikuti regulasi usaha demi keuntungan pribadi. Dia juga menambahkan bahwa ada kemungkinan oknum pemerintah yang mungkin jadi penyebab terjadinya kerugian negara itu.
Tentu saja, Prabowo dalam pertemuan tersebut ingin mengajak bersama-sama membenahi negara dan tidak boleh tutup tutupi keadaan yang bisa membuat negara kita itu kesulitan. Dia juga meminta para peserta retreat selaku insan pers untuk turut membantu pemerintah tetap menjalankan tugas negara dengan melalui pemberitaan yang informatif.
Sjafrie sendiri tidak mengetahui nama-nama tokoh oposisi yang hadir dalam pertemuan tersebut, tetapi dia menyatakan bahwa mereka sudah menyatakan tidak ada oposisi dan bahwa sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali.
Sjafrie menyatakan bahwa pertemuan itu membahas tentang bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak, serta mengenai banyaknya pihak yang tidak mau mengikuti regulasi usaha demi keuntungan pribadi. Dia juga menambahkan bahwa ada kemungkinan oknum pemerintah yang mungkin jadi penyebab terjadinya kerugian negara itu.
Tentu saja, Prabowo dalam pertemuan tersebut ingin mengajak bersama-sama membenahi negara dan tidak boleh tutup tutupi keadaan yang bisa membuat negara kita itu kesulitan. Dia juga meminta para peserta retreat selaku insan pers untuk turut membantu pemerintah tetap menjalankan tugas negara dengan melalui pemberitaan yang informatif.
Sjafrie sendiri tidak mengetahui nama-nama tokoh oposisi yang hadir dalam pertemuan tersebut, tetapi dia menyatakan bahwa mereka sudah menyatakan tidak ada oposisi dan bahwa sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali.